Balairungpress
  • REDAKSI
    • KILAS
    • ALMAMATER
    • LAPORAN UTAMA
    • APRESIASI
    • WAWANCARA
  • NALAR
    • WAWASAN
    • KAJIAN
    • INSAN WAWASAN
  • REHAT
    • ARSIP
    • BUKU
    • FILM
    • OPINI
    • SASTRA
  • BINGKAI
    • ANALEKTA
    • INFOGRAFIS
    • KOMIK
    • PERISTIWA
    • SKETSA
  • PIPMI
    • Direktori
    • Suplemen
    • PUBLIKASI
  • ENEN
  • IDID
  • Menu Item
Latest post
Katrin Bandel: Konstruksi Gender dan Perempuan dalam Wacana...
Kiamat Kecil di Timbulsloko
Berat Sebelah Kuasa Poligami
Difabel
APATIS Soroti Lonjakan Biaya Pendidikan, Serukan Mahasiswa Terus...
Perempuan Tagih Janji Puan Sahkan RUU PPRT
Rajam Norma Hetero Melintang Zaman
balpress
balpress
Pesan Teror dan Intimidasi Menghiasi Aksi #KawalPutusanMK di...

Balairungpress

  • REDAKSI
    • KILAS
    • ALMAMATER
    • LAPORAN UTAMA
    • APRESIASI
    • WAWANCARA
  • NALAR
    • WAWASAN
    • KAJIAN
    • INSAN WAWASAN
  • REHAT
    • ARSIP
    • BUKU
    • FILM
    • OPINI
    • SASTRA
  • BINGKAI
    • ANALEKTA
    • INFOGRAFIS
    • KOMIK
    • PERISTIWA
    • SKETSA
  • PIPMI
    • Direktori
    • Suplemen
    • PUBLIKASI
  • ENEN
  • IDID
  • Menu Item
ALMAMATERKABAR

Dragon Festival dalam Semarak Imlek

Februari 26, 2013
Ā© Agung Hidayat

Ā© Agung Hidayat

Sabtu sore (23/02), Malioboro bak kedatangan makhluk mitologi. Sosok naga besar berlarian di sepanjang Jalan Malioboro. Sosok itu berputar di tengah sambil meliuk-liukkan tubuhnya. Pengunjung pun terlihat antusias dengan memadati area pinggiran jalan. Ada yang memotret atau sekedar melambaikan tangan.

Begitulah gambaran kemeriahan acaraĀ Dragon Festival. Acara ini merupakan salah satu rangkaian ā€œPekan Budaya Tionghoa Yogyakarta (PBTY) VIIIā€ untuk memperingati Imlek. Diselenggarakan pada 20-24 Februari, festivalĀ kali ini telah memasuki tahun keduanya. Menurut Sidik Purnama, panitia PBTY yang menjadiĀ leading organizerĀ festival mengungkapkan, jumlah peserta kali ini cukup banyak, ā€œJumlah tim atau peserta yang mengikuti festival ini ada 31. Mereka berasal dari daerah Yogyakarta dan sekitarnya,ā€ terangnya.

Dalam festival ini, ditampilkan atraksi naga raksasa khas negeri Tiongkok atau lebih dikenal dengan namaĀ liong.Ā Puluhan tim dari penjuru Yogyakarta turut berpartisipasi. Salah satunya para personel TNI-AU. Mereka memainkanĀ liongĀ terpanjang di Asia yang mendapat penghargaan Museum Rekor Indonesia pada 2010 silam. Panjang naga tersebut mencapai 131 meter. Praktis, diperlukan banyak personel untuk memainkannya. ā€œ152 personel akan memainkannya secara bergantian,ā€ Ujar Letnan Dua Tegar, koordinator atraksiĀ LiongĀ TNI-AU.

Untuk memperlancar acara, beberapa ruas jalan pun ditutup. Penutupan dilakukan mulai pukul 17.00 hingga 23.00 di Jalan Pasar Kembang, Pangeran Mangkubumi, Abu Bakar Ali, Senopati, Ahmad Dahlan, Kleringan, dan area sekitar Tugu. Pengamanan pun dilakukan oleh berbagai pihak. Tidak hanya polisi, ada anggota dinas perhubungan dan beberapa petugas keamanan Malioboro. Kasat lantas Yogyakarta, Kompol Bambang S. Widodo menjelaskan, ā€œKita melakukan koordinasi dengan berbagai pihak. Ada Dinas perhubungan, Unit Penataan Teknis (UPT) Malioboro, Petugas Jogoboyo (Petugas Keamanan Malioboro), dan Kepolisian Yogyakarta.ā€ Jumlah seluruh pasukan pengamanan mencapai 300-an orang. Menurut Bambang, koordinasi telah dilakukan sejak dua minggu sebelum acara.

Acara sempat mengalami kendala karena Arak-arakan festival dilanda macet. Begitu juga denganĀ LiongĀ TNI-AU. Para tentara itu harus duduk sejenak di tengah Jalan, menunggu lalu lintas kembali lancar. Walaupun terdapat beberapa kendala, semua itu tidak menghalangi antusiasme pengunjung untuk tetap menyaksikannya. Salah satunya Nur Indah Wiji Lestari. Dia mengungkapkan, ā€œFestivalnya menarik, jadi sayang untuk dilewatkan,ā€ ungkapnya. Acara pun diakhiri dengan tembakan kembang api di alun-alun utara keraton.Ā [Agung Hidayat]

dragon fetivalimlekpekan budaya tionghoa
0
Facebook Twitter Google + Pinterest

Artikel Lainnya

Kicau Riuh Kampus Hijau UGM

SSPU Tetap Jalan, Aksi Tolak Uang Pangkal Hasilkan...

Habis SSPI, Terbitlah SSPU dalam Dialog Panas Mahasiswa...

Bebani Mahasiswa dengan Biaya Mahal, UGM Bersembunyi di...

Penerapan Uang Pangkal, Neoliberalisasi Berkedok Solusi

Pedagang Kaki Lima Stasiun Wates Digusur Tanpa Dasar...

Berikan Komentar Batal Membalas

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Pos Terbaru

  • Katrin Bandel: Konstruksi Gender dan Perempuan dalam Wacana Pascakolonial

    Maret 12, 2026
  • Kiamat Kecil di Timbulsloko

    Maret 12, 2026
  • Berat Sebelah Kuasa Poligami

    Maret 12, 2026
  • Difabel

    Maret 12, 2026
  • APATIS Soroti Lonjakan Biaya Pendidikan, Serukan Mahasiswa Terus ā€œBerisikā€

    Maret 12, 2026

Jurnal Balairung Vol. 2 No. 2 (2020)

Infografis

Sepah Pemerintah Ditadah Bank Sampah

Sampah Kota Ditopang Swadaya Warga

Moral Tanpa Tuhan

Sampah Kota Ditopang Swadaya Warga

Berebut Gunungkidul

Hubungi Kami

Facebook Twitter Instagram Pinterest

Ads

Footer Logo
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • AWAK
  • KONTAK
  • KONTRIBUSI

©2022 BPPM BALAIRUNG UGM