Balairungpress
  • REDAKSI
    • KILAS
    • ALMAMATER
    • LAPORAN UTAMA
    • APRESIASI
    • WAWANCARA
  • NALAR
    • WAWASAN
    • KAJIAN
    • INSAN WAWASAN
  • REHAT
    • ARSIP
    • BUKU
    • FILM
    • OPINI
    • SASTRA
  • BINGKAI
    • ANALEKTA
    • INFOGRAFIS
    • KOMIK
    • PERISTIWA
    • SKETSA
  • PIPMI
    • Direktori
    • Suplemen
    • PUBLIKASI
  • Tentang Kami
    • KONTAK
    • Masthead
  • ENEN
  • IDID
Latest post
Pesangon Tidak Sesuai, Buruh MSV Studio Lanjutkan Gugatan
Kuliah Kerja Ngapusi!
Yang Mati dari Hukuman Mati
Buruh Pibee Group Menangkan Tuntutan Pelunasan Upah
Ruang Redaksi Belum Aman, AJI Ungkap Kekerasan terhadap...
Aksi Solidaritas Suara Ibu Indonesia Soroti Kekerasan Negara...
Solidaritas Serikat Buruh Taru Martani Berujung Kemenangan dalam...
IWD Jogja 2026 Soroti Penindasan Perempuan Kelas Pekerja...
Napas Panjang Relokasi Imbas Ambisi Proyek Sumbu Filosofi
Diskusi LSF Ungkap Kekerasan Aparat terhadap Perempuan dalam...

Balairungpress

  • REDAKSI
    • KILAS
    • ALMAMATER
    • LAPORAN UTAMA
    • APRESIASI
    • WAWANCARA
  • NALAR
    • WAWASAN
    • KAJIAN
    • INSAN WAWASAN
  • REHAT
    • ARSIP
    • BUKU
    • FILM
    • OPINI
    • SASTRA
  • BINGKAI
    • ANALEKTA
    • INFOGRAFIS
    • KOMIK
    • PERISTIWA
    • SKETSA
  • PIPMI
    • Direktori
    • Suplemen
    • PUBLIKASI
  • Tentang Kami
    • KONTAK
    • Masthead
  • ENEN
  • IDID
ALMAMATER

Mendefinisikan Korupsi, Membangunkan Mahasiswa

Maret 23, 2011

Rabu (23/3), seminar bertajuk “Mungkinkah Indonesia Bersih?: Perspektif Akademis, Gerakan Sosial, Birokrasi, dan Penegak Hukum Terhadap Korupsi” digelar di University Club UGM. Acara yang diadakan oleh Himpunan Mahasiswa Pascasarjana ini berfokus pada definisi korupsi secara mendetail. Selain itu, diharapkan juga dapat menjadi sentakan terhadap kesadaran peserta akan korupsi di sekitarnya. Seperti yang dikemukakan oleh Sumarni Bayu Anita, S.Sos, selaku panitia, “Harapan kami, mahasiswa tahu tentang apa itu korupsi secara detail, melalui empat sudut pandang pembicara yang berbeda, dan ditambah perspektif dari si peserta itu sendiri.”

Dedie A Rachim dari KPK, sebagai pembicara pertama, memberikan perspektif dari penegak hukum korupsi. Ia menyatakan, KPK sebagai lembaga pemberantas korupsi yang mandiri sangat membutuhkan peran serta masyarakat, khususnya mahasiswa, dalam hal pemberantasan korupsi. “Ketidaksempurnaan KPK, diharapkan dilengkapi oleh masyarakat, karena dalam pemberantasan korupsi, KPK tidak bisa sendirian,” papar Dedie.

Mewakili perspektif dari gerakan sosial, Dr. Aris Arif Mundayat dari SIDAK,  mendefinisikan korupsi sebagai penggunaan fasilitas publik untuk kepentingan pribadi. Ini dilatarbelakangi oleh penerapan hukum yang buruk, pemerintahan tidak transparan, dan hasrat melakukan rent-seeking di tingkat legislatif. Pernyataan tersebut diperkuat oleh Hifdzil Alim, SH, dari PUKAT, mewakili perspektif akademis, yakni, “Tiga besar kategori pelaku korupsi di Indonesia didominasi oleh anggota DPR.”

Sedangkan Walikota Yogyakarta, H. Herry Zudianto, mendeskripsikan korupsi melalui penuturannya, “Korupsi apapun, baik korupsi uang maupun jabatan, sebetulnya dimulai dari korupsi komitmen kita.” Ini merujuk pada komitmen terhadap kemerdekaan, yang belakangan ini sangat mudah dilupakan, terutama oleh mereka yang terlalu berpegang pada kekuasaan. “Partai memang yang mengusung saya, tapi hutang terbesar saya adalah kepada rakyat yang telah memberikan kepercayaannya terhadap saya,” tutur Herry menegaskan komitmennya.

Pada akhir acara, kesan positif peserta muncul dari Reni Febriasari, Mahasiswi jurusan Sosiologi 2008, “Saya ingin Indonesia bebas dari korupsi, tapi mungkin sulit kalau enggak dari kesadaran pribadi, pengennya masyarakat bisa sadar akan bahaya korupsi itu sendiri. Dan aku rasa itu bisa diwujudkan dengan seminar ini,” ujarnya. [Sonia]

Administrator

See author's posts

HMPKorupsimahasiswaseminarugm
0
Facebook Twitter Google + Pinterest

Artikel Lainnya

Kicau Riuh Kampus Hijau UGM

SSPU Tetap Jalan, Aksi Tolak Uang Pangkal Hasilkan...

Habis SSPI, Terbitlah SSPU dalam Dialog Panas Mahasiswa...

Bebani Mahasiswa dengan Biaya Mahal, UGM Bersembunyi di...

Penerapan Uang Pangkal, Neoliberalisasi Berkedok Solusi

Pedagang Kaki Lima Stasiun Wates Digusur Tanpa Dasar...

Berikan Komentar Batal Membalas

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Pos Terbaru

  • Pesangon Tidak Sesuai, Buruh MSV Studio Lanjutkan Gugatan

    April 24, 2026
  • Kuliah Kerja Ngapusi!

    April 15, 2026
  • Yang Mati dari Hukuman Mati

    April 14, 2026
  • Buruh Pibee Group Menangkan Tuntutan Pelunasan Upah

    April 10, 2026
  • Ruang Redaksi Belum Aman, AJI Ungkap Kekerasan terhadap Jurnalis Perempuan

    April 9, 2026

Jurnal Balairung Vol. 2 No. 2 (2020)

Infografis

Moral Tanpa Tuhan

Sampah Kota Ditopang Swadaya Warga

Berebut Gunungkidul

Yu Par, Legenda Kantin bonbin

Menyambut Coming Out Age dengan Berubah Menjadi Panda

Hubungi Kami

Facebook Twitter Instagram Pinterest

Ads

Footer Logo
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • AWAK
  • KONTAK
  • KONTRIBUSI

©2022 BPPM BALAIRUNG UGM