Balairungpress
  • REDAKSI
    • KILAS
    • ALMAMATER
    • LAPORAN UTAMA
    • APRESIASI
    • WAWANCARA
  • NALAR
    • WAWASAN
    • KAJIAN
    • INSAN WAWASAN
  • REHAT
    • ARSIP
    • BUKU
    • FILM
    • OPINI
    • SASTRA
  • BINGKAI
    • ANALEKTA
    • INFOGRAFIS
    • KOMIK
    • PERISTIWA
    • SKETSA
  • PIPMI
    • Direktori
    • Suplemen
    • PUBLIKASI
  • Tentang Kami
    • KONTAK
    • Masthead
  • ENEN
  • IDID
Latest post
Diskusi Buku Tersungkur dan Tetap Melawan Rekam Perlawanan...
Interupsi Mahasiswa UGM dalam Diskusi Tiga Menteri Bukan...
Sivitas Akademika Fisipol Desak UGM Ambil Sikap Tegas...
Bara Akar Rumput Aksi Gejayan Tantang Kesewenangan Rezim...
Mahasiswa FIB UGM Gelar Pertunjukan Santet Prabowo-Gibran
Pelindung atau Musuh dalam Selimut?
Mahasiswa UGM Gelar Aksi Simbolik Pemakaman Prabowo-Gibran
Darurat Kriminalisasi Aborsi
Diskusi Publik Ketenagakerjaan DIY Tuntut Prabowo Tepati Janji...
Aksi “Matikan Aplikasi” Pekerja Platform Tuntut Penghapusan Status...

Balairungpress

  • REDAKSI
    • KILAS
    • ALMAMATER
    • LAPORAN UTAMA
    • APRESIASI
    • WAWANCARA
  • NALAR
    • WAWASAN
    • KAJIAN
    • INSAN WAWASAN
  • REHAT
    • ARSIP
    • BUKU
    • FILM
    • OPINI
    • SASTRA
  • BINGKAI
    • ANALEKTA
    • INFOGRAFIS
    • KOMIK
    • PERISTIWA
    • SKETSA
  • PIPMI
    • Direktori
    • Suplemen
    • PUBLIKASI
  • Tentang Kami
    • KONTAK
    • Masthead
  • ENEN
  • IDID
APRESIASI

Ambal Warsa, Arena Pengukuhan Eksistensi Budaya

Maret 28, 2011

Puluhan orang telah berkumpul, siap menyaksikan. Penabuh gamelan mengambil ancang-ancang. Penerangan pun dipadamkan, hanya empat lampu sorot dibiarkan memantulkan cahaya kekuningan. Tak berapa lama kemudian, empat orang bidadari muncul beriringan dengan alunan gamelan yang mulai dimainkan. Riuh tepuk tangan penonton serta merta mengalir deras tanpa komandan. ā€œSari Sumekarā€ dipersembahkan sebagai tarian pembuka perayaan ulang tahun Unit Kegiatan Mahasiswa Seni Jawa Gaya Yogyakarta Universitas Gajah Mada (UKM Swagayugama)Ā  yang ke-43 pada Sabtu malam (26/03). Berbalut pakaian khas putri jawa yang merah muda lengkap dengan mahkotanya, keempat penari mulai mengambil posisi. Mereka mengisi sudut segi empat dengan jarak yang tak terlalu dekat. Keempat penari mulai menari sesuai koreografi yang tertata rapi dan sudah terlatih. Langkah kaki, gerak tangan, dan sikap tubuh yang gemulai menimbulkan kesan ayu, seolah berpadu dengan lantunan gamelan yang terdengar lembut mendayu. Tempo gerakan mulai berkurang seiring dengan tabuhan gamelan.Ā  Masing-masing penari mulai merapat, menyatu dalam barisan. Mereka memberi salam tanda perpisahan, mengambil langkah perlahan, lalu lenyap dari pandangan. Lampu masih padam. Suara gamelan ditangguhkan. Sunyi, senyap sementara. Tak berapa lama, seorang prajurit berbalut pakaian perang berwarna merah lengkap dengan mahkota keemasan melangkahkan kaki dengan berdegap.Ā Kelugasan dan kegagahan dari tari ini terlahir dari tiga struktur koreografi: Gilak, Bapang, dan GilakĀ dengan perbendaharaan yang kompleks. Berbagai nilai luhur kepribadian tersembunyi dibalik tiap-tiap gerakan. Liuk jemari tangan, langkah kaki, sikap badan, sampai tatapan mata mengandung filosofi tersendiri. Tatapan mata yang tajam melambangkan keberanian. Gerak-gerik tubuh yang dinamis dan lugas mewakili kematangan jiwa dan keperkasaan. ā€œTari Baris Tunggalā€ yang gagah itu pun menambah decak kagum penonton. Tarian tradisional yang diiringi alunan gamelan memunculkan nuansa klasik, mistik, namun eksotik. Lantunan musik klasik ala orkestra danĀ  paduan suara menambah keindahan suasana. ā€œMinuetā€ dan ā€œCanon In The Mayorā€ memberikan kesan klasik khas Eropa. Keduanya terdengar merdu dari gesekan senar biola dan cello, persembahan dari UKM Gajah Mada Chamber Orchestra. Segenap eksotisme budaya klasik dikemas dalam tema ā€œGelar Seni Klasikā€ yang menjadi pilihan untuk Ambal Warsa Swagayugama tahun ini. ā€œTema ini diharapkan dapat menarik minat khalayak, khususnya mahasiswa UGM terhadap budaya klasik,ā€ tutur Uswatun Hasana, mahasiswa MKP angkatan 2008. Menurut Ketua UKM Swagayugama tersebut, acara ini diharapkan dapat menunjukkan eksistensi budaya klasik yang saat ini sudah kurang diminati dan turun pamornya. Swagayugama sengaja mengajak berbagai UKM yang bergerak di bidang seni untuk ikut menyemarakkan acara. Mulai dari UKM Gajah Mada Chamber Orchestra, Tari Bali, Unit Kesenian Jawa Gaya Solo, hingga Paduan Suara Mahasiswa, turut ambil bagian dalam acara yang bertempat di Hall Gelanggang Mahasiswa UGM ini. ā€œKami berharap momen perayaan ini sekaligus bisa merekatkan hubungan antar-UKM yang bergerak di bidang kesenian,ā€ jelas Uswatun Hasana. Pertunjukan telah berjalan lebih dari dua jam. Langit sudah menghitam. ā€œBeksan Golek Menakā€ pun disuguhkan sebagai penutup pertunjukan. Dewi Widaningsih datangĀ  ke kerajaan Kaelani untuk menuntut balas atas kematian kakaknya. Dewi Rengganis menghadapinya tanpa gentar. Lengkap dengan keris, mereka memulai pertarungan. Gerak tangan yang lincah memainkan keris dipertunjukkan. Dewi Widaningsih pun rubuh terhujam keris Dewi Rengganis, tanda perunjukan usai.Ā [Ibnu]

Administrator

See author's posts

ambal warsa ke-43beksan golek menaksari sumekarswagayugamatari baris tunggalugm
0
Facebook Twitter Google + Pinterest

Artikel Lainnya

Awab Ajar Awam, Gunakan Daya dari Surya

Resistensi atas Trauma Korban Kekerasan ā€˜65

Belasut Puja-Puji Palsu Tubuh Perempuan dalam Kanvas

Pusparagam Perjuangan dalam Temukan Ruang Aman

Jalin Merapi Tak Pernah Ingkar Janji

Sastra untuk Semua lewat Sastra Suara

Berikan Komentar Batal Membalas

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Pos Terbaru

  • Diskusi Buku Tersungkur dan Tetap Melawan Rekam Perlawanan Warga Terdampak Proyek Negara

    Juli 2, 2026
  • Interupsi Mahasiswa UGM dalam Diskusi Tiga Menteri Bukan Kerusuhan Impulsif

    Juni 22, 2026
  • Sivitas Akademika Fisipol Desak UGM Ambil Sikap Tegas terhadap Situasi Nasional

    Juni 16, 2026
  • Bara Akar Rumput Aksi Gejayan Tantang Kesewenangan Rezim Prabowo-Gibran

    Juni 16, 2026
  • Mahasiswa FIB UGM Gelar Pertunjukan Santet Prabowo-Gibran

    Juni 16, 2026

Jurnal Balairung Vol. 2 No. 2 (2020)

Infografis

Moral Tanpa Tuhan

Sampah Kota Ditopang Swadaya Warga

Berebut Gunungkidul

Yu Par, Legenda Kantin bonbin

Menyambut Coming Out Age dengan Berubah Menjadi Panda

Hubungi Kami

Facebook Twitter Instagram Pinterest

Ads

Footer Logo
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • AWAK
  • KONTAK
  • KONTRIBUSI

©2022 BPPM BALAIRUNG UGM