Secara garis besar perseteruan terjadi di dalam sekaligus di antara BEM-KM dan mereka yang ada di luar sistem politik formal yang saya sebut ‘basis kultural mahasiswa’. Basis kultural mahasiswa ini menganggap BEM-KM gagal sebagai representasi mahasiswa UGM secara keseluruhan, sarat kepentingan dan hegemoni fraksi tertentu, serta elitis.
REHAT
-
-
PANEN Kang, pohon pisang buahnya hampir matang Gemuk seperti doamu yang subur dipupuk Menguning dalam bising serta mulai empuk Tapi tanpamu, bagaimana aku…
-
Di tengah krisis pangan yang dialami penduduk dunia, produk rekayasa genetika digadang-gadang mampu mengatasi. “Okja” menantang anggapan tersebut.
-
Dalam wacana politik lingkungan, konsep pembangunan berkelanjutan (sustainable development) merupakan diskursus dominan. Sejak kemunculannya pertama kali dalam Brundtland Report pada tahun 1987 dalam World…
-
Awal perkenalan saya dengan buku ialah kebosanan saya dengan hingar-bingar. Ingin sekali saya keluar dari rasa jengah dikejar-kejar akan banyak hal dan rasa was-was…
-
Tulisan ini berusaha menjawab kegelisahan saudara Wibi Lungidradityo, adik saya di Departemen Politik dan Pemerintahan. Saya selaku presiden mahasiswa akan menanggapi tulisan ini secara…
-
Menapaki kearifan Romo Mangun dalam membentuk kepribadian manusia Indonesia yang humanis. Setiap peradaban selalu memiliki persoalan sosial yang menimbulkan berbagai pemikiran untuk menyelesaikan persoalan…
-
Selepas Agresi Belanda II pada 1948, kenangan yang hidup di ingatan masyarakat bukan lagi tentang desingan peluru. Melalui film Ziarah ini, BW. Purba Negara…
-
Kejeniusan tidak berdasar ras. Kekuatan tidak berdasar gender. Keberanian tidak memiliki batas. Judul : Hidden Figures Durasi : 2 jam 7 menit Tokoh :…