Balairungpress
  • REDAKSI
    • KILAS
    • ALMAMATER
    • LAPORAN UTAMA
    • APRESIASI
    • WAWANCARA
  • NALAR
    • WAWASAN
    • KAJIAN
    • INSAN WAWASAN
  • REHAT
    • ARSIP
    • BUKU
    • FILM
    • OPINI
    • SASTRA
  • BINGKAI
    • ANALEKTA
    • INFOGRAFIS
    • KOMIK
    • PERISTIWA
    • SKETSA
  • PIPMI
    • Direktori
    • Suplemen
    • PUBLIKASI
  • Tentang Kami
    • KONTAK
    • Masthead
  • ENEN
  • IDID
Latest post
Aksi “Matikan Aplikasi” Pekerja Platform Tuntut Penghapusan Status...
Tertiban Pemimpin, Sakit
Pendidikan Penghayat Hadapi Tantangan Akibat Ketiadaan Aturan dalam...
Ilusi Keadilan dalam Pidana Mati
Putusan Sidang Tapol Diwarnai Kejanggalan, Massa Aksi Kepung...
Aksi Hari Buruh Yogyakarta Tuntut Pengesahan UU Ketenagakerjaan...
Diskusi SPK Soroti Beban Ganda Akademisi Perempuan
Rubuh Perkara Industrialisasi
Kalyanamitra Ungkap Kekerasan Seksual dalam Pernikahan Masih Dinormalisasi
Pesangon Tidak Sesuai, Buruh MSV Studio Lanjutkan Gugatan

Balairungpress

  • REDAKSI
    • KILAS
    • ALMAMATER
    • LAPORAN UTAMA
    • APRESIASI
    • WAWANCARA
  • NALAR
    • WAWASAN
    • KAJIAN
    • INSAN WAWASAN
  • REHAT
    • ARSIP
    • BUKU
    • FILM
    • OPINI
    • SASTRA
  • BINGKAI
    • ANALEKTA
    • INFOGRAFIS
    • KOMIK
    • PERISTIWA
    • SKETSA
  • PIPMI
    • Direktori
    • Suplemen
    • PUBLIKASI
  • Tentang Kami
    • KONTAK
    • Masthead
  • ENEN
  • IDID
KILAS

Diskusi Soal Kelas Pekerja Singgung Relasi Pekerja dengan Kapital

Mei 15, 2023

©Damar/Bal

Fisipol Corner UGM mengadakan diskusi publik dan bedah buku “Kelas Pekerja dan Kapital di Indonesia: Tinjauan Awal” pada Kamis (11-05). Menggandeng Lembaga Penerbitan dan Pers Mahasiswa Sintesa, acara tersebut mengundang beberapa narasumber, seperti Mochtar Habibi, penyunting buku dan staf pengajar Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (Fisipol) UGM; dan Amalinda Savirani, Dosen Departemen Politik dan Pemerintahan Fisipol UGM. Selain itu, juga hadir Andie Peci, Sekretaris Jenderal Konfederasi Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia; dan Bagas Damarjati, perwakilan mahasiswa. Diskusi yang bertempat di Selasar Barat Fisipol UGM tersebut membahas relasi pekerja dengan kapital atau rezim kerja yang belum banyak dibahas oleh akademisi di Indonesia. 

Mochtar memulai diskusi dengan mendeskripsikan rezim kerja sebagai sebutan lain dari relasi pekerja dan kapital. Ia menambahkan, rezim kerja dapat dilihat dari dua perspektif, yaitu perspektif kapital sebagai pemilik modal dan perspektif pekerja sebagai buruh. Perspektif kapital digunakan untuk melihat bagaimana kapital mengoptimalkan produksinya, mendisiplinkan pekerja, memutus hubungan kerja, dan melihat dampak perlakuan kapital tersebut bagi para pekerja. Di sisi lain, rezim kerja dari sudut pandang buruh dilihat dari bagaimana mereka merespons rezim kerja, contohnya ketika kapital mengontrol pekerja sejak rekrutmen.  “Mereka (pekerja) hanya bisa mengeluh di belakang pemilik modal,” ucap Mochtar. 

Merespons pernyataan Mochtar mengenai sikap buruh terhadap kontrol kapital, Andie membeberkan kondisi kerja buruh dalam rezim kerja. Menurutnya, kondisi buruh di Indonesia saat ini berada dalam situasi yang pelik. Kondisi yang dialami buruh diperparah dengan adanya proses pembuatan undang-undang ketenagakerjaan yang tidak melibatkan buruh. Kemudian, Andie menyinggung relasi pekerja dan kapital yang stagnan sejak bertahun-tahun yang lalu. “Kami (buruh) juga memahami bahwa watak imperialisme dalam rezim kerja tidak berubah sejak kasus Marsinah,” tambahnya. 

Melanjutkan Andie, Bagas berupaya mengkontekstualisasikan masalah yang diangkat dalam buku tersebut dengan situasi di perguruan tinggi. Menurutnya, pendisiplinan pekerja dalam rezim kerja berawal dari perguruan tinggi. Perguruan tinggi beradaptasi dengan situasi neoliberalisasi yang berujung pada pendisiplinan mahasiswa melalui program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Menurut Bagas, program MBKM seakan-akan hanya mempersiapkan mahasiswa menjadi pekerja. “Ada tuntutan pencetakan tenaga kerja melalui MBKM, padahal sejatinya perguruan tinggi itu berorientasi ke akademik,” tambahnya. 

Selanjutnya, Amalinda mengaitkan buku yang dibahas dalam diskusi dengan buku yang telah dibacanya. Buku tersebut berjudul India Working yang berisi mengenai 88% ekonomi di India bergerak di sektor informal. Amalinda mengungkapkan bahwa isi buku tersebut memiliki keterkaitan dengan ekonomi di Indonesia. “Sama seperti di India, ekonomi di Indonesia juga banyak yang bergerak di sektor  informal,” ungkapnya. 

Sebagai penutup, Mochtar memberikan harapannya terhadap diskusi tersebut bagi mahasiswa. Ia berharap buku tersebut dapat menginspirasi mahasiswa untuk meneruskan studi-studi tentang relasi pekerja dan kapital di kemudian hari. Mochtar menilai bahwa studi mengenai relasi pekerja dan kapital penting untuk membantu kawan-kawan gerakan buruh di Indonesia dalam merespon kontrol kapitalis. “Gerakan buruh akan terbantu untuk merencanakan perlawanan terhadap kontrol kapitalis yang menimpa mereka,” pungkasnya.

Penulis: Alfiana Rosyidah
Penyunting: Ananda Ridho Sulistya
Fotografer: Zidane Damar

Redaksi

See author's posts

0
Facebook Twitter Google + Pinterest

Artikel Lainnya

Aksi “Matikan Aplikasi” Pekerja Platform Tuntut Penghapusan Status...

Pendidikan Penghayat Hadapi Tantangan Akibat Ketiadaan Aturan dalam...

Putusan Sidang Tapol Diwarnai Kejanggalan, Massa Aksi Kepung...

Aksi Hari Buruh Yogyakarta Tuntut Pengesahan UU Ketenagakerjaan...

Diskusi SPK Soroti Beban Ganda Akademisi Perempuan

Kalyanamitra Ungkap Kekerasan Seksual dalam Pernikahan Masih Dinormalisasi

Berikan Komentar Batal Membalas

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Pos Terbaru

  • Aksi “Matikan Aplikasi” Pekerja Platform Tuntut Penghapusan Status Mitra

    Mei 20, 2026
  • Tertiban Pemimpin, Sakit

    Mei 17, 2026
  • Pendidikan Penghayat Hadapi Tantangan Akibat Ketiadaan Aturan dalam RUU Sisdiknas

    Mei 10, 2026
  • Ilusi Keadilan dalam Pidana Mati

    Mei 10, 2026
  • Putusan Sidang Tapol Diwarnai Kejanggalan, Massa Aksi Kepung PN Magelang

    Mei 8, 2026

Jurnal Balairung Vol. 2 No. 2 (2020)

Infografis

Moral Tanpa Tuhan

Sampah Kota Ditopang Swadaya Warga

Berebut Gunungkidul

Yu Par, Legenda Kantin bonbin

Menyambut Coming Out Age dengan Berubah Menjadi Panda

Hubungi Kami

Facebook Twitter Instagram Pinterest

Ads

Footer Logo
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • AWAK
  • KONTAK
  • KONTRIBUSI

©2022 BPPM BALAIRUNG UGM