Balairungpress
  • REDAKSI
    • KILAS
    • ALMAMATER
    • LAPORAN UTAMA
    • APRESIASI
    • INSAN WAWASAN
  • NALAR
    • WAWASAN
    • KAJIAN
  • REHAT
    • ARSIP
    • BUKU
    • FILM
    • OPINI
    • SASTRA
  • BINGKAI
    • ANALEKTA
    • INFOGRAFIS
    • KOMIK
    • PERISTIWA
    • SKETSA
  • PIPMI
    • Direktori
    • Suplemen
    • PUBLIKASI
  • ENEN
  • IDID
Newest post
Diskusi Buku “Pembangunan Untuk Siapa? Kisah Perempuan di...
LPM Himmah UII Ungkap Ketimpangan Pendidikan Dasar di...
Diskusi Perempuan Adat Kritik Jerat Paksaan Industri Ekstraktif
Muat Candaan Seksis, Buku Gadjah Mada Bercanda Karya...
Tilik Relasi Kolonial di Papua dalam Diskusi Papua...
Diskusi Pendidikan dan Demokrasi, Ungkap Gagalnya Pendidikan dalam...
Kota Batik yang Tenggelam
Titah AW: Jurnalisme Bisa Jadi Kanal Pengetahuan Lokal
Membumikan Ilmu Bumi
Kuasa Kolonial Atas Pangan Lokal

Balairungpress

  • REDAKSI
    • KILAS
    • ALMAMATER
    • LAPORAN UTAMA
    • APRESIASI
    • INSAN WAWASAN
  • NALAR
    • WAWASAN
    • KAJIAN
  • REHAT
    • ARSIP
    • BUKU
    • FILM
    • OPINI
    • SASTRA
  • BINGKAI
    • ANALEKTA
    • INFOGRAFIS
    • KOMIK
    • PERISTIWA
    • SKETSA
  • PIPMI
    • Direktori
    • Suplemen
    • PUBLIKASI
  • ENEN
  • IDID
ALMAMATER

Perpaduan Cerita Anak dalam Teater Komedi

Mei 21, 2011

Lembaga Indonesia Perancis (LIP) Yogyakarta dipadati pengunjung yang hendak menyaksikan pementasan bertajuk Trésor: Le Théâtre et La Danse aux Valeurs de l’or pada  Jumat (20/5). Acara ini diadakan atas inisiatif Himpunan Mahasiswa Jurusan Sastra Perancis UGM. Acara dibuka dengan pertunjukan tari modifikasi yang dilabeli fashion dance. Tarian yang disuguhkan adalah tari modern yang dikombinasi dengan pertunjukan mode.

Perhelatan yang berdurasi sekitar satu jam tersebut menyuguhkan cerita anak “Serigala dan Si Kerudung Merah” yang telah terkenal di seluruh dunia. Alur cerita dalam drama bergenre komedi ini dikombinasikan dengan cerita anak lain, yaitu “Snow White”. Namun, alur cerita yang disajikan mengalami banyak modifikasi sehingga mampu memberikan kejutan dan mengundang tawa penonton. Seperti Si Kerudung Merah yang lari dari serigala, kemudian bertemu dengan tiga babi. Gelak tawa penonton terdengar saat Si Kerudung Merah bertemu dengan Snow White yang ternyata diperankan oleh laki-laki.

Meski pementasan tersebut terlihat lucu, Sri Mona Nurhastuti, mahasiswa Ilmu Komunikasi UGM 2010, tidak dapat menikmatinya. “Saat yang lain tertawa, saya dengan bodohnya hanya diam karena tidak tahu bahasa Perancis,” ujarnya. Pendapat Mona tersebut ditanggapi Winnalia Lim, mahasiswa Sastra Perancis UGM 2010 selaku ketua panitia. “Sebagai antisipasi, masing-masing pengunjung diberi sinopsis cerita dengan bahasa Indonesia sejak awal acara. Jadi, penonton dapat mengerti garis besar cerita.” Selain itu, menurutnya, cerita yang disajikan pun sudah tidak asing lagi sehingga mudah dipahami. Saat ada adegan lucu pun, hampir seluruh studio pertunjukan tertawa. Dalam hal ini, ia sangat berterima kasih pada kerja keras para aktor.

Selain itu, Winna mejelaskan, panitia dan aktor dalam acara ini seluruhnya berasal dari jurusan Sastra Perancis UGM angkatan 2009 dan 2010. Acara ini gratis dan dibuka untuk umum, tetapi dengan kapasitas terbatas. Pengunjung yang hadir tidak hanya berasal dari UGM, melainkan siswa-siswi SMA dan beberapa universitas lain di Yogyakarta. Beberapa alumni pun turut hadir untuk menyaksikan pertunjukan. Total kursi studio yang berjumlah 180 dengan cepat dipadati oleh pengunjung.

Winna menambahkan, seluruh dana yang dikeluarkan sepenuhnya ditanggung oleh universitas.  Ia berharap, acara ini dapat menjadi ajang untuk menunjukkan kreativitas bagi teman-temannya. Melalui Winna, mahasiswa Sastra Perancis UGM mengungkapkan keinginan bersama untuk mengagendakan kegiatan semacam ini tiap semester. Dengan demikian, mungkin suatu hari mereka dapat bergabung dengan klub akting di UGM seperti Teater Gadjah Mada. “Saya juga berharap acara ini mampu menjadi inagurasi bagi jurusan kami,” tandasnya. [Rara]

 

LIPLIP jogjaperancis
0
Facebook Twitter Google + Pinterest

Artikel Lainnya

Kicau Riuh Kampus Hijau UGM

SSPU Tetap Jalan, Aksi Tolak Uang Pangkal Hasilkan...

Habis SSPI, Terbitlah SSPU dalam Dialog Panas Mahasiswa...

Bebani Mahasiswa dengan Biaya Mahal, UGM Bersembunyi di...

Penerapan Uang Pangkal, Neoliberalisasi Berkedok Solusi

Pedagang Kaki Lima Stasiun Wates Digusur Tanpa Dasar...

Berikan Komentar Batal Membalas

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Pos Terbaru

  • Diskusi Buku “Pembangunan Untuk Siapa? Kisah Perempuan di Kampung Kami” Soroti Dampak Pembangunan Bagi Ruang Hidup Perempuan

    Desember 25, 2025
  • LPM Himmah UII Ungkap Ketimpangan Pendidikan Dasar di DIY melalui Pameran “Melihat Sekolahku”

    Desember 18, 2025
  • Diskusi Perempuan Adat Kritik Jerat Paksaan Industri Ekstraktif

    Desember 10, 2025
  • Muat Candaan Seksis, Buku Gadjah Mada Bercanda Karya Heri Santoso Tuai Kritik Mahasiswa

    Desember 5, 2025
  • Tilik Relasi Kolonial di Papua dalam Diskusi Papua Bukan Tanah Kosong

    November 24, 2025

Jurnal Balairung Vol. 2 No. 2 (2020)

Infografis

Moral Tanpa Tuhan

Sampah Kota Ditopang Swadaya Warga

Berebut Gunungkidul

Yu Par, Legenda Kantin bonbin

Menyambut Coming Out Age dengan Berubah Menjadi Panda

Hubungi Kami

Facebook Twitter Instagram Pinterest

Ads

Footer Logo
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • AWAK
  • KONTAK
  • KONTRIBUSI

©2022 BPPM BALAIRUNG UGM