Balairungpress
  • REDAKSI
    • KILAS
    • ALMAMATER
    • LAPORAN UTAMA
    • APRESIASI
    • WAWANCARA
  • NALAR
    • WAWASAN
    • KAJIAN
    • INSAN WAWASAN
  • REHAT
    • ARSIP
    • BUKU
    • FILM
    • OPINI
    • SASTRA
  • BINGKAI
    • ANALEKTA
    • INFOGRAFIS
    • KOMIK
    • PERISTIWA
    • SKETSA
  • PIPMI
    • Direktori
    • Suplemen
    • PUBLIKASI
  • Tentang Kami
    • KONTAK
    • Masthead
  • ENEN
  • IDID
Latest post
Diskusi SPK Soroti Beban Ganda Akademisi Perempuan
Rubuh Perkara Industrialisasi
Kalyanamitra Ungkap Kekerasan Seksual dalam Pernikahan Masih Dinormalisasi
Pesangon Tidak Sesuai, Buruh MSV Studio Lanjutkan Gugatan
Kuliah Kerja Ngapusi!
Yang Mati dari Hukuman Mati
Buruh Pibee Group Menangkan Tuntutan Pelunasan Upah
Ruang Redaksi Belum Aman, AJI Ungkap Kekerasan terhadap...
Aksi Solidaritas Suara Ibu Indonesia Soroti Kekerasan Negara...
Solidaritas Serikat Buruh Taru Martani Berujung Kemenangan dalam...

Balairungpress

  • REDAKSI
    • KILAS
    • ALMAMATER
    • LAPORAN UTAMA
    • APRESIASI
    • WAWANCARA
  • NALAR
    • WAWASAN
    • KAJIAN
    • INSAN WAWASAN
  • REHAT
    • ARSIP
    • BUKU
    • FILM
    • OPINI
    • SASTRA
  • BINGKAI
    • ANALEKTA
    • INFOGRAFIS
    • KOMIK
    • PERISTIWA
    • SKETSA
  • PIPMI
    • Direktori
    • Suplemen
    • PUBLIKASI
  • Tentang Kami
    • KONTAK
    • Masthead
  • ENEN
  • IDID
ALMAMATER

Minim Persiapan, FMIPA UGM Gagap

Maret 16, 2011

Selasa (15/3) Studio satu TVRI Jogja dipenuhi oleh puluhan mahasiswa dari FMIPA UGM dan Universitas Cokroaminoto (UNCOK). Mereka terlihat sangat antusias dalam mengikuti acara “Berani Bicara”, sebuah acara debat yang ditayangkan setiap hari rabu pukul 15.30 WIB.

Topik yang diperdebatkan oleh kedua kubu adalah “Bimbel Mendorong Mentalitas Instan”.FMIPA UGM mendapat jatah sebagai tim proposisi, sedangkan UNCOK berperan sebagai tim oposisi. Perwakilan UNCOK mengawali perdebatan dengan melontarkan pernyataan bahwa menjamurnya bimbel dewasa ini tak bisa disalahkan. “Bimbel muncul sebagai jawaban lemahnya sisterm pendidikan di Indonesia,” ujar Andri Kurniawan, mahasiswa UNCOK yang didaulat sebagai juru bicara.

Argumen tersebut disanggah oleh FMIPA UGM. “Bimbel itu ibarat termodinamika, bahwasanya terjadi pergeseran fungsi bimbel dari fungsi mendidik menjadi fungsi bisnis,“ papar Pandhuri Jayadi, juru bicara  dari tim FMIPA UGM. Pandhuri juga menyatakan bahwa bimbel hanya memusatkan perhatiannya untuk membantu siswa mencapai tujuan tertentu seperrti lulus UN dan SNMPTN. Untuk mencapai tujuan itu, bimbel cenderung mengesampingkan proses. Rumus-rumus cepat dan langkah-langkah praktis mengerjakan soal pun dijadikan jurus jitu. Hal ini menimbulkan mentalitas instan dan membuat siswa kurang memahami materi pelajaran.

Namun argumen Pandhuri dibantah oleh UNCOK. Menurut mereka, bila dilihat dari kacamata bisnis, hampir semua institusi pendidikan saat ini pun sudah berorientasi pada keuntungan. Bahkan institusi pendidikan formal yang berstatus negeri mulai dari SD sampai PT sedikit banyak sudah berorientasi pada keuntungan. Pihak UNCOK membantah secara tegas pernyataan Pandhuri tersebut. Mereka berpendapat bahwa bimbel juga membantu siswanya memahami materi secara mendalam.

Perdebatan tersebut kemudian ditengahi oleh Aulia Reza Bastian, Sekjen Dewan Pendidikan DIY yang kebetulan diundang sebagai pembicara. Ia memberikan tanggapan terhadap argumen dari kedua tim. “UNCOK cukup menguasai dan paham tentang sistem pendidikan nasional secara utuh dan  fungsi bimbel, sedangkan UGM lebih kritis dan melihat pada praktek di lapangan,” paparnya.

Aulia memberikan penilaian terhadap penampilan masing-masing tim. Menurutnya, dari sistem penyajian argumen, UNCOK lebih unggul. Hal ini diamini oleh Hafiz, salah seorang tim debat dari FMIPA.  Hafis mengakui bahwa memang tim UGM sendiri kurang persiapan. Bahkan Arnodya, anggota tim FMIPA lainnya baru tahu tentang program debat ini kemarin sore. Namun kedua pernyataan tersebut bertentangan dengan keterangan Wahyudi, Produser program tersebut. “Surat undangan sudah dikirimkan ke pihak dekanat pada tanggal 7 Maret 2011,” tegasnya. [Ayu, Ibnu]

Administrator

See author's posts

Berani BicaraBimbelFMIPA UGMsnmptnTVRI JogjaUNCOK
0
Facebook Twitter Google + Pinterest

Artikel Lainnya

Kicau Riuh Kampus Hijau UGM

SSPU Tetap Jalan, Aksi Tolak Uang Pangkal Hasilkan...

Habis SSPI, Terbitlah SSPU dalam Dialog Panas Mahasiswa...

Bebani Mahasiswa dengan Biaya Mahal, UGM Bersembunyi di...

Penerapan Uang Pangkal, Neoliberalisasi Berkedok Solusi

Pedagang Kaki Lima Stasiun Wates Digusur Tanpa Dasar...

Berikan Komentar Batal Membalas

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Pos Terbaru

  • Diskusi SPK Soroti Beban Ganda Akademisi Perempuan

    Mei 2, 2026
  • Rubuh Perkara Industrialisasi

    Mei 2, 2026
  • Kalyanamitra Ungkap Kekerasan Seksual dalam Pernikahan Masih Dinormalisasi

    April 27, 2026
  • Pesangon Tidak Sesuai, Buruh MSV Studio Lanjutkan Gugatan

    April 24, 2026
  • Kuliah Kerja Ngapusi!

    April 15, 2026

Jurnal Balairung Vol. 2 No. 2 (2020)

Infografis

Moral Tanpa Tuhan

Sampah Kota Ditopang Swadaya Warga

Berebut Gunungkidul

Yu Par, Legenda Kantin bonbin

Menyambut Coming Out Age dengan Berubah Menjadi Panda

Hubungi Kami

Facebook Twitter Instagram Pinterest

Ads

Footer Logo
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • AWAK
  • KONTAK
  • KONTRIBUSI

©2022 BPPM BALAIRUNG UGM