Balairungpress
  • REDAKSI
    • KILAS
    • ALMAMATER
    • LAPORAN UTAMA
    • APRESIASI
    • WAWANCARA
  • NALAR
    • WAWASAN
    • KAJIAN
    • INSAN WAWASAN
  • REHAT
    • ARSIP
    • BUKU
    • FILM
    • OPINI
    • SASTRA
  • BINGKAI
    • ANALEKTA
    • INFOGRAFIS
    • KOMIK
    • PERISTIWA
    • SKETSA
  • PIPMI
    • Direktori
    • Suplemen
    • PUBLIKASI
  • Tentang Kami
    • KONTAK
    • Masthead
  • ENEN
  • IDID
Latest post
Pelindung atau Musuh dalam Selimut?
Mahasiswa UGM Gelar Aksi Simbolik Pemakaman Prabowo-Gibran
Darurat Kriminalisasi Aborsi
Diskusi Publik Ketenagakerjaan DIY Tuntut Prabowo Tepati Janji...
Aksi “Matikan Aplikasi” Pekerja Platform Tuntut Penghapusan Status...
Tertiban Pemimpin, Sakit
Pendidikan Penghayat Hadapi Tantangan Akibat Ketiadaan Aturan dalam...
Ilusi Keadilan dalam Pidana Mati
Putusan Sidang Tapol Diwarnai Kejanggalan, Massa Aksi Kepung...
Aksi Hari Buruh Yogyakarta Tuntut Pengesahan UU Ketenagakerjaan...

Balairungpress

  • REDAKSI
    • KILAS
    • ALMAMATER
    • LAPORAN UTAMA
    • APRESIASI
    • WAWANCARA
  • NALAR
    • WAWASAN
    • KAJIAN
    • INSAN WAWASAN
  • REHAT
    • ARSIP
    • BUKU
    • FILM
    • OPINI
    • SASTRA
  • BINGKAI
    • ANALEKTA
    • INFOGRAFIS
    • KOMIK
    • PERISTIWA
    • SKETSA
  • PIPMI
    • Direktori
    • Suplemen
    • PUBLIKASI
  • Tentang Kami
    • KONTAK
    • Masthead
  • ENEN
  • IDID
KILAS

Tak Dapat Kejelasan Relokasi, SKMB Sambangi Kantor Taman Wisata Candi

Agustus 11, 2024

©Aiken/Bal

“Hidup pedagang! Borobudur berdaulat!” seru massa dengan lantang di depan Kantor PT. Taman Wisata Candi (TWC) Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko di Sleman, Yogyakarta. Siang itu, Rabu (07-08), Paguyuban Sentra Kerajinan dan Makanan Borobudur (SKMB) didampingi Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Yogyakarta menggelar aksi unjuk rasa. Aksi ini diadakan sebagai kelanjutan dari desakan yang telah dilayangkan sebelumnya terkait relokasi pasar Borobudur. Segaris dengan itu, aksi dilakukan sebagai bentuk keresahan para anggota SKMB karena proses relokasi berlangsung berlarut-larut dan tanpa kejelasan.

Dwias selaku Sekretaris Paguyuban SKMB menyampaikan tuntutan terkait kepastian lapak pedagang di kawasan Borobudur. Ia menyebutkan bahwa sebelumnya pihak TWC telah menjanjikan pedagang di sekitaran Borobudur lapak sementara dan lapak relokasi di pasar Seni Kujon. Namun, Dwias mengatakan masih banyak dari para pedagang yang tidak kunjung mendapatkan lapak tersebut akibat ketersediaan lapak yang terlampau sedikit. “Kita harus berjualan ngasong [di trotoar-red], yang sepuh jualan di rumah karena tidak kuat panas dan ngasong,” ujarnya.

Dwias pun menyoroti ketimpangan relasi kuasa yang dimanfaatkan pihak TWC dengan hanya bersedia untuk berkomunikasi secara satu arah dengan pihak paguyuban Forum Pedagang Borobudur Bersatu (FPBB) saja. Sementara, Dwias mengaku anggota paguyuban SKMB mendapatkan bentuk intimidasi dan paksaan oleh pihak paguyuban FPBB untuk mengajukan surat pengunduran diri dari SKMB dan bergabung dengan mereka. “Padahal kita punya legalitas jelas, sudah 24 tahun, anggota jelas,” tambahnya. 

Senada dengan Dwias, Royan Juliazka, pendamping hukum SKMB dari LBH Yogyakarta melihat pihak TWC menunjukkan sikap diskriminasi dengan hanya berpihak pada satu kelompok tertentu sehingga memecah suara di antara para pedagang. “Kami melihat adanya indikasi diskriminasi,” tuturnya. Lebih lanjut, Royan menilai bahwa pihak TWC tidak perlu untuk mencampuri aturan internal pedagang. Keterlibatan Pihak TWC menurutnya cukup sampai memastikan relokasi sesuai dengan aturan hukum. 

Royan menerangkan pihak FPBB berlaku sewenang-wenang dengan berupaya menyingkirkan pedagang SKMB. Ia menjelaskan upaya tersebut melalui ancaman terhadap SKMB dari pihak FPBB perihal izin lapak di Kujon. “Keluar dari FPBB kamu enggak akan dapat lapak lagi,” ucap Royan memperagakan ancaman kepada SKMB. 

Dalam wawancara terpisah pada Kamis (08-08), Zuliyanto, Ketua SKMB, melanjutkan bahwa keadaan pasar sementara kian diperparah dengan adanya pungutan yang dilakukan oleh FPBB. “Ada kiri-kiri [uang pengatur jalan-red], ada kebersihan, ada jaga malam, itu yang udah berjalan,” jawab Zuliyanto terkait ragam tarikan paksa yang dilakukan FPBB. Hal ini pada gilirannya membuat para pedagang merasa tidak nyaman.

Sampai akhir waktu aksi massa, TWC enggan memberikan jawaban konkrit atas tuntutan aksi di hari itu. TWC mencoba mengalihkannya dengan menjanjikan forum audiensi pada tanggal 14 Agustus di Borobudur. Bagi Royan, Hal ini dikhawatirkan akan menimbulkan konfrontasi dengan pedagang lain, yakni FPBB. “Kalo panjenengan paham dengan masalah pedagang, Anda [TWC-red] tidak akan ambil tempat di sana,” tegas Royan. 

Padahal, sebelumnya, Dwias menyebutkan pihak perwakilan SKMB telah melakukan audiensi dengan pihak TWC sebanyak tiga kali baik secara formal maupun informal. Namun, menurutnya audiensi itu tidak pernah membuahkan hasil. “Jawabannya [TWC-red] selalu diplomatis,” ucap Dwias. 

Penulis: Dhony Alfian dan Nafiis Anshaari
Penyuntingan: Fachriza Anugerah
Fotografer: Aiken Gimnastiar

Redaksi

See author's posts

2
Facebook Twitter Google + Pinterest

Artikel Lainnya

Mahasiswa UGM Gelar Aksi Simbolik Pemakaman Prabowo-Gibran

Diskusi Publik Ketenagakerjaan DIY Tuntut Prabowo Tepati Janji...

Aksi “Matikan Aplikasi” Pekerja Platform Tuntut Penghapusan Status...

Pendidikan Penghayat Hadapi Tantangan Akibat Ketiadaan Aturan dalam...

Putusan Sidang Tapol Diwarnai Kejanggalan, Massa Aksi Kepung...

Aksi Hari Buruh Yogyakarta Tuntut Pengesahan UU Ketenagakerjaan...

Berikan Komentar Batal Membalas

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Pos Terbaru

  • Pelindung atau Musuh dalam Selimut?

    Juni 11, 2026
  • Mahasiswa UGM Gelar Aksi Simbolik Pemakaman Prabowo-Gibran

    Juni 10, 2026
  • Darurat Kriminalisasi Aborsi

    Juni 7, 2026
  • Diskusi Publik Ketenagakerjaan DIY Tuntut Prabowo Tepati Janji Hari Buruh

    Mei 29, 2026
  • Aksi “Matikan Aplikasi” Pekerja Platform Tuntut Penghapusan Status Mitra

    Mei 20, 2026

Jurnal Balairung Vol. 2 No. 2 (2020)

Infografis

Moral Tanpa Tuhan

Sampah Kota Ditopang Swadaya Warga

Berebut Gunungkidul

Yu Par, Legenda Kantin bonbin

Menyambut Coming Out Age dengan Berubah Menjadi Panda

Hubungi Kami

Facebook Twitter Instagram Pinterest

Ads

Footer Logo
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • AWAK
  • KONTAK
  • KONTRIBUSI

©2022 BPPM BALAIRUNG UGM