Balairungpress
  • REDAKSI
    • KILAS
    • ALMAMATER
    • LAPORAN UTAMA
    • APRESIASI
    • INSAN WAWASAN
  • NALAR
    • WAWASAN
    • KAJIAN
  • REHAT
    • ARSIP
    • BUKU
    • FILM
    • OPINI
    • SASTRA
  • BINGKAI
    • ANALEKTA
    • INFOGRAFIS
    • KOMIK
    • PERISTIWA
    • SKETSA
  • PIPMI
    • Direktori
    • Suplemen
    • PUBLIKASI
  • ENEN
  • IDID
Newest post
Diskusi Buku ā€œPembangunan Untuk Siapa? Kisah Perempuan di...
LPM Himmah UII Ungkap Ketimpangan Pendidikan Dasar di...
Diskusi Perempuan Adat Kritik Jerat Paksaan Industri Ekstraktif
Muat Candaan Seksis, Buku Gadjah Mada Bercanda Karya...
Tilik Relasi Kolonial di Papua dalam Diskusi Papua...
Diskusi Pendidikan dan Demokrasi, Ungkap Gagalnya Pendidikan dalam...
Kota Batik yang Tenggelam
Titah AW: Jurnalisme Bisa Jadi Kanal Pengetahuan Lokal
Membumikan Ilmu Bumi
Kuasa Kolonial Atas Pangan Lokal

Balairungpress

  • REDAKSI
    • KILAS
    • ALMAMATER
    • LAPORAN UTAMA
    • APRESIASI
    • INSAN WAWASAN
  • NALAR
    • WAWASAN
    • KAJIAN
  • REHAT
    • ARSIP
    • BUKU
    • FILM
    • OPINI
    • SASTRA
  • BINGKAI
    • ANALEKTA
    • INFOGRAFIS
    • KOMIK
    • PERISTIWA
    • SKETSA
  • PIPMI
    • Direktori
    • Suplemen
    • PUBLIKASI
  • ENEN
  • IDID
ANALEKTA

Nafas Batik Tulis Giriloyo

November 22, 2016

Giriloyo merupakan salah satu kawasan sentra kerajinan batik di Yogyakarta. Salah seorang pengrajin batik di desa ini adalah Mbah Daris. Di usianya yang telah senja, ia masih lihai membatik. Kini Mbah Daris hanya mengerjakan pola dasar batik tulis saja. Sisa pengerjaan batik ditangani oleh kelompok bengkel mewarnai batik.

Selain pengrajin, dunia batik-membatik di desa Giriloyo dihidupkan oleh anak-anak sekolah dasar. Salah satunya adalah Madrasah Ibtidaiyah (MI) Giriloyo yang mengadakan ekstrakurikuler membatik bagi siswa kelas 4 dan kelas 5. Melalui kegiatan tambahan non-akademik ini, diharapkan dapat melestarikan batik di tengah gempuran zaman.

(Foto dan teks: Kurnia Putri Utomo)

 

image_d1776b8

Mbah Daris tengah membatik. Tak seperti pembatik lain, ia tidak perlu menggambar pola terlebih dahulu. Walaupun kecepatan membatik Mbah Daris tak seperti di masa muda-nya, kualitas batik tetap terjaga.

 

Siswa MI giriloyo sedang menggambar pola batik.  Setiap anak di kelas ekstrakulikuler batik diberi secarik kain mori untuk digambar sesuai kreativitas masing-masing.

Siswa MI Giriloyo sedang menggambar pola batik. Setiap anak di kelas ekstrakulikuler batik diberi secarik kain mori untuk digambar sesuai kreativitas masing-masing.

Kepala sekolah MI Giriloyo tampak membimbing siswanya membatik.  Selain menjabat sebagai kepala sekolah, ia juga aktif mengajar batik untuk anak didiknya.

Kepala sekolah MI Giriloyo tampak membimbing siswanya membatik. Selain menjabat sebagai kepala sekolah, ia juga aktif mengajar batik untuk anak didiknya.

Hasil karya batik siswa MI Giriloyo yang diolah menjadi berbagai cenderamata dompet atau tas.

Hasil karya batik siswa MI Giriloyo yang diolah menjadi berbagai cenderamata dompet atau tas.

Bukti prestasi salah satu siswa MI Giriloyo dalam kejuaraan membatik di tingkat nasional.

Bukti prestasi salah satu siswa MI Giriloyo dalam kejuaraan membatik di tingkat nasional.

Paguyuban kerajinan batik di desa Giriloyo membuat mini shop untuk menampung karya warga dengan kisaran harga mulai dari Rp 300.000,00 hingga jutaan rupiah. Pembeda harga satu sama lain ialah tingkat kerumitan warna, pola, dan lama pengerjaan. Paguyuban ini sering menerima kunjungan dari berbagai instansi yang berminat untuk mempelajari batik.

Paguyuban kerajinan batik di desa Giriloyo membuat mini shop untuk menampung karya warga dengan kisaran harga mulai dari Rp 300.000,00 hingga jutaan rupiah. Pembeda harga satu sama lain ialah tingkat kerumitan warna, pola, dan lama pengerjaan. Paguyuban ini sering menerima kunjungan dari berbagai instansi yang berminat untuk mempelajari batik.

batikbudayagiriloyokerajinanyogyakarta
1
Facebook Twitter Google + Pinterest

Artikel Lainnya

Masyarakat Pesisir Tuban Kian Terpinggir

Ekspresi Ruang dan Waktu di ARTJOG 2024

Penutupan TPST Piyungan Mengakibatkan Jalanan Penuh Sampah

Nyaman Kita adalah Luka Mereka

Gunungan Hasil Bumi dan 17 Tahun Perjuangan Warga...

Bangunan Sebagian Kawasan Kerohanian

Berikan Komentar Batal Membalas

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Pos Terbaru

  • Diskusi Buku ā€œPembangunan Untuk Siapa? Kisah Perempuan di Kampung Kamiā€ Soroti Dampak Pembangunan Bagi Ruang Hidup Perempuan

    Desember 25, 2025
  • LPM Himmah UII Ungkap Ketimpangan Pendidikan Dasar di DIY melalui Pameran ā€œMelihat Sekolahkuā€

    Desember 18, 2025
  • Diskusi Perempuan Adat Kritik Jerat Paksaan Industri Ekstraktif

    Desember 10, 2025
  • Muat Candaan Seksis, Buku Gadjah Mada Bercanda Karya Heri Santoso Tuai Kritik Mahasiswa

    Desember 5, 2025
  • Tilik Relasi Kolonial di Papua dalam Diskusi Papua Bukan Tanah Kosong

    November 24, 2025

Jurnal Balairung Vol. 2 No. 2 (2020)

Infografis

Moral Tanpa Tuhan

Sampah Kota Ditopang Swadaya Warga

Berebut Gunungkidul

Yu Par, Legenda Kantin bonbin

Menyambut Coming Out Age dengan Berubah Menjadi Panda

Hubungi Kami

Facebook Twitter Instagram Pinterest

Ads

Footer Logo
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • AWAK
  • KONTAK
  • KONTRIBUSI

©2022 BPPM BALAIRUNG UGM