Balairungpress
  • REDAKSI
    • KILAS
    • ALMAMATER
    • LAPORAN UTAMA
    • APRESIASI
    • WAWANCARA
  • NALAR
    • WAWASAN
    • KAJIAN
    • INSAN WAWASAN
  • REHAT
    • ARSIP
    • BUKU
    • FILM
    • OPINI
    • SASTRA
  • BINGKAI
    • ANALEKTA
    • INFOGRAFIS
    • KOMIK
    • PERISTIWA
    • SKETSA
  • PIPMI
    • Direktori
    • Suplemen
    • PUBLIKASI
  • Tentang Kami
    • KONTAK
    • Masthead
  • ENEN
  • IDID
Latest post
Logika Dominasi di Balik Upaya Transisi Hijau
Diskusi Buku Tersungkur dan Tetap Melawan Rekam Perlawanan...
Interupsi Mahasiswa UGM dalam Diskusi Tiga Menteri Bukan...
Sivitas Akademika Fisipol Desak UGM Ambil Sikap Tegas...
Bara Akar Rumput Aksi Gejayan Tantang Kesewenangan Rezim...
Mahasiswa FIB UGM Gelar Pertunjukan Santet Prabowo-Gibran
Pelindung atau Musuh dalam Selimut?
Mahasiswa UGM Gelar Aksi Simbolik Pemakaman Prabowo-Gibran
Darurat Kriminalisasi Aborsi
Diskusi Publik Ketenagakerjaan DIY Tuntut Prabowo Tepati Janji...

Balairungpress

  • REDAKSI
    • KILAS
    • ALMAMATER
    • LAPORAN UTAMA
    • APRESIASI
    • WAWANCARA
  • NALAR
    • WAWASAN
    • KAJIAN
    • INSAN WAWASAN
  • REHAT
    • ARSIP
    • BUKU
    • FILM
    • OPINI
    • SASTRA
  • BINGKAI
    • ANALEKTA
    • INFOGRAFIS
    • KOMIK
    • PERISTIWA
    • SKETSA
  • PIPMI
    • Direktori
    • Suplemen
    • PUBLIKASI
  • Tentang Kami
    • KONTAK
    • Masthead
  • ENEN
  • IDID
DIALEKTIKA

DEMA Justicia Tuntut UGM Transparan

Maret 10, 2012

Kamis (08/03), belasan mahasiswa Fakultas Hukum yang tergabung dalam Dewan Mahasiswa (DEMA) Justicia mengadakan aksi unjuk rasa di Boulevard UGM. Gerakan yang dimulai sejak pukul 09.30 WIB ini berlangsung selama kurang lebih satu jam. Massa menggunakan pakaian serba hitam dan membawa spanduk spanduk besar bertuliskan “Kalau Bersih Kenapa Harus Risih”. Mereka menuntut kejelasan sikap UGM dalam menanggapi laporan audit keuangan yang dilakukan BPK. Unjuk rasa ini merupakan tindak lanjut dari diskusi dengan isu serupa yang diselenggarakan DEMA Justicia beberapa hari sebelumnya.

Melalui aksinya, DEMA menuntut kejelasan sikap UGM atas Laporan Hasil Pemeriksaan BPK nomor 37/HP/XIX/12/2011, tentang pengadaan barang dan jasa tahun anggaran 2008, 2009, 2010. Pemeriksaan tersebut menemukan indikasi penyimpangan pengelolaan keuangan UGM yang hingga saat ini masih belum menemui kejelasan. “Kerugian negaranya saja diduga mencapai 22 milyar, belum lagi masalah administrasi yang lain seperti surat tanah, pengelolaan rekening, dan sebagainya,” terang Muhammad Gibran Sesunan, Ketua DEMA Justicia.

Dalam tuntutannya, DEMA Justicia juga mendesak pihak rektorat untuk melakukan klarifikasi terbuka kepada seluruh civitas academica UGM menyangkut hasil temuan BPK. Gibran menerangkan bahwa pihaknya sudah pernah meminta klarifikasi mengenai hal tersebut ke pihak rektorat. Namun, mereka belum mendapat jawaban yang jelas. “Kami hanya dioper dari satu direktorat ke direktorat lain,” tuturnya.

Selain meminta klarifikasi, DEMA juga menuntut agar pihak rektorat segera memberikan tembusan jawaban UGM atas audit BPK kepada seluruh BEM/ PEM/ LEM/ DEMA se-UGM. Sesuai dengan UU No 14 tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik, mereka mengharapkan transparasi dalam rencana pembuatan program dan proses pengambilan kebijakan di UGM. “Ada indikasi kerugian negara, korupsi dan tata kelola yang tidak benar di UGM dalam laporan pemeriksaan BPK, itu harus dipertanggungjawabkan,” tambahnya.

Menurut Gibran, meskipun temuan tim audit BPK belum tentu terbukti kebenarannya, namun itu tetap menunjukkan buruknya pengelolaan keuangan yang dimiliki UGM. Adanya indikasi kerugian negara, kesalahan administrasi, dan ketidakefisienan anggaran yang ada dalam temuan BPK juga dapat dijadikan bukti lemahnya manajerial UGM saat ini. “Ketika Rektor telah mencanangkan World Class Research University (WCRU), namun masih memiliki pengelolaan keuangan yang buruk, ini tentu menjadi kontradiktif dan patut dipertanyakan,” ujarnya.

Dengan adanya aksi ini, DEMA Justicia berharap agar isu tentang temuan BPK ini tidak dilupakan seiring dengan menghangatnya isu Pilrek. “Jangan sampai kasus ini terlupakan begitu saja,” tegas Gibran. [Dimas Yulian, Shiane Anita Syarif]

 

 

Administrator

See author's posts

kampus ugmugm
0
Facebook Twitter Google + Pinterest

Artikel Lainnya

Pemilihan Pengurus Baru KATGAMA 2015

Tokoh Nasional Ajak Lawan Korupsi

Tindak Kekerasan Berkedok Perbedaan

UUK Diprediksi Tidak Panjang Umur

Bahas Perubahan Iklim, Gandeng Masyarakat Dunia

Panggung Bebas, Seni dalam Komunitas Berbeda

Berikan Komentar Batal Membalas

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Pos Terbaru

  • Logika Dominasi di Balik Upaya Transisi Hijau

    Juli 7, 2026
  • Diskusi Buku Tersungkur dan Tetap Melawan Rekam Perlawanan Warga Terdampak Proyek Negara

    Juli 2, 2026
  • Interupsi Mahasiswa UGM dalam Diskusi Tiga Menteri Bukan Kerusuhan Impulsif

    Juni 22, 2026
  • Sivitas Akademika Fisipol Desak UGM Ambil Sikap Tegas terhadap Situasi Nasional

    Juni 16, 2026
  • Bara Akar Rumput Aksi Gejayan Tantang Kesewenangan Rezim Prabowo-Gibran

    Juni 16, 2026

Jurnal Balairung Vol. 2 No. 2 (2020)

Infografis

Moral Tanpa Tuhan

Sampah Kota Ditopang Swadaya Warga

Berebut Gunungkidul

Yu Par, Legenda Kantin bonbin

Menyambut Coming Out Age dengan Berubah Menjadi Panda

Hubungi Kami

Facebook Twitter Instagram Pinterest

Ads

Footer Logo
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • AWAK
  • KONTAK
  • KONTRIBUSI

©2022 BPPM BALAIRUNG UGM