Balairungpress
  • REDAKSI
    • KILAS
    • ALMAMATER
    • LAPORAN UTAMA
    • APRESIASI
    • WAWANCARA
  • NALAR
    • WAWASAN
    • KAJIAN
    • INSAN WAWASAN
  • REHAT
    • ARSIP
    • BUKU
    • FILM
    • OPINI
    • SASTRA
  • BINGKAI
    • ANALEKTA
    • INFOGRAFIS
    • KOMIK
    • PERISTIWA
    • SKETSA
  • PIPMI
    • Direktori
    • Suplemen
    • PUBLIKASI
  • Tentang Kami
    • KONTAK
    • Masthead
  • ENEN
  • IDID
Latest post
Aksi “Matikan Aplikasi” Pekerja Platform Tuntut Penghapusan Status...
Tertiban Pemimpin, Sakit
Pendidikan Penghayat Hadapi Tantangan Akibat Ketiadaan Aturan dalam...
Ilusi Keadilan dalam Pidana Mati
Putusan Sidang Tapol Diwarnai Kejanggalan, Massa Aksi Kepung...
Aksi Hari Buruh Yogyakarta Tuntut Pengesahan UU Ketenagakerjaan...
Diskusi SPK Soroti Beban Ganda Akademisi Perempuan
Rubuh Perkara Industrialisasi
Kalyanamitra Ungkap Kekerasan Seksual dalam Pernikahan Masih Dinormalisasi
Pesangon Tidak Sesuai, Buruh MSV Studio Lanjutkan Gugatan

Balairungpress

  • REDAKSI
    • KILAS
    • ALMAMATER
    • LAPORAN UTAMA
    • APRESIASI
    • WAWANCARA
  • NALAR
    • WAWASAN
    • KAJIAN
    • INSAN WAWASAN
  • REHAT
    • ARSIP
    • BUKU
    • FILM
    • OPINI
    • SASTRA
  • BINGKAI
    • ANALEKTA
    • INFOGRAFIS
    • KOMIK
    • PERISTIWA
    • SKETSA
  • PIPMI
    • Direktori
    • Suplemen
    • PUBLIKASI
  • Tentang Kami
    • KONTAK
    • Masthead
  • ENEN
  • IDID
KILAS

Aliansi Pelajar Ikuti Gejayan Memanggil

Oktober 3, 2019

 

©Erika/Bal

Ratusan pelajar Yogyakarta yang tergabung dalam Aliansi Pelajar berkumpul di Gedung PKKH UGM sejak pukul 08.00 pagi pada Senin (30-09). Dikoordinatori oleh mahasiswa,  mereka turut mengikuti longmars menuju Gejayan. Sebelum aksi Gejayan Memanggil, beberapa perwakilan Aliansi Pelajar mengikuti konsolidasi dan teknis lapangan di UGM pada Sabtu (28-09). Aliansi Pelajar juga menunjuk koordinator pelajar menurut kesepakatan pelajar di masing-masing daerah.

Sekitar jam 12.00 siang, Aliansi Pelajar berangkat dari UGM mendahului mahasiswa dari UGM, UMY, Amikom, dan lain-lain. Pelajar dengan seragam putih abu-abu membawa poster bertuliskan “Tangkap Aparat TNI Pelaku Rasisme di Surabaya” dan beberapa poster lainnya yang menyuarakan tentang kasus pelanggaran HAM. Tanpa kerusuhan, barisan Aliansi Pelajar berjalan menyusuri Jalan Colombo menuju Jalan Affandi, pertigaan Gejayan.

Wale, mahasiswa yang merupakan koordinator umum dari Aliansi Pelajar, memberi keterangan bahwa aliansi ini dikoordinatori oleh Aliansi Mahasiswa Peduli. Aliansi Pelajar sudah dikoordinasi untuk berkumpul di UGM, tetapi beberapa pelajar terpencar di UIN Sunan Kalijaga. Namun, karena banyaknya massa, beberapa pelajar tidak terkoordinasi dengan baik. Wale menolak menyebutkan nama lengkap dan asal kampusnya. “Kami semua yang tergabung dalam Aliansi Rakyat Bergerak tidak mengatasnamakan identitas masing-masing,” tambah Wale.

Cacing, pelajar yang mengikuti longmars dari UIN Sunan Kalijaga, mengatakan bahwa awalnya mereka tidak tahu titik kumpul untuk pelajar. Perihal teknisnya, ia mengatakan bahwa mereka berkumpul di sekolah dahulu pukul 10.00 pagi kemudian menuju Colombo. “Tadi kami dari sekolah berpapasan dengan Brimob, kemudian langsung ke UIN,” tambah Cacing.

Ketika ditanya tentang motivasi mengikuti aksi Gejayan Memanggil, Cacing menjawab bahwa ia menuntut RKUHP yang tidak jelas. Cacing menyinggung tentang perzinaan yang disebutkan dalam pasal 419 ayat 1. Di dalam pasal tersebut tertulis, “Setiap orang yang melakukan hidup bersama sebagai suami istri di luar perkawinan dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) bulan atau pidana denda paling banyak Kategori II.” Cacing menyayangkan ketika orang yang berzina harus dipidana. “Orang ngewe masa dipidana,” tambah Cacing sambil tertawa.

Menimpali Cacing, Tulus, salah satu pelajar dari Bantul, mengatakan bahwa ia mengikuti demo untuk menuntut keadilan. “Pelajar juga berhak bersuara,” tambahnya. Teman-teman di sebelahnya bersorak mengamini. Tulus bersama teman-temannya dari Bantul mengikuti longmars dari UIN Sunan Kalijaga. Mereka datang lengkap dengan seragam putih abu-abu yang dicoret sana-sini.

Pelajar yang berada di UIN Sunan Kalijaga bergerak menuju Gejayan pada pukul 12.30. Mereka bergabung dengan mahasiswa dari UIN Sunan Kalijaga, Universitas Widya Mataram, Universitas Atma Jaya, Universitas PGRI Yogyakarta, dan Universitas Ahmad Dahlan. Pelajar juga dengan semangat meneriakkan nyanyian, “DPR asu! DPR asu! DPR asu!” Di sepanjang longmars, pelajar turut menyanyikan lagu “Darah Juang”.

Setelah orasi dari mahasiswa, Aliansi Pelajar dipersilakan untuk melakukan orasi. Reza, mewakili Aliansi Pelajar, menyampaikan orasi mengenai pelajar yang juga seharusnya diberi ruang untuk berpendapat dan pentingnya demokrasi. “Kami ingin menghilangkan citra bahwa pelajar itu bisanya rusuh saja,” jelas Reza. Selain itu, ia mengatakan bahwa pelajar ingin menyampaikan kepada pemerintah bahwa negara ini tidak baik-baik saja. Setelah orasi, terdapat pembacaan puisi dari pelajar yang berjudul “Renungan Politik”. Puisi itu mengeluhkan tentang ketidakbebasan dalam menyampaikan pendapat.

Setelah aksi, Wale dan beberapa koordinator lainnya mengarak pelajar menuju Gedung PKKH UGM untuk evaluasi. Perihal aksi kali ini, Reza mengatakan, “Diterima atau tidak, kami sudah berusaha sebaik-baiknya dan akan terus mengawal.” Ia dengan mantap menegaskan bahwa aksi Gejayan Memanggil kali ini adalah aksi pertama Aliansi Pelajar, tetapi bukan yang terakhir.

Penulis: Elvinda F S
Penyunting: Rasya Swarnasta 

Redaksi

See author's posts

aliansi pelajargejayan memanggilRKUHP
1
Facebook Twitter Google + Pinterest

Artikel Lainnya

Aksi “Matikan Aplikasi” Pekerja Platform Tuntut Penghapusan Status...

Pendidikan Penghayat Hadapi Tantangan Akibat Ketiadaan Aturan dalam...

Putusan Sidang Tapol Diwarnai Kejanggalan, Massa Aksi Kepung...

Aksi Hari Buruh Yogyakarta Tuntut Pengesahan UU Ketenagakerjaan...

Diskusi SPK Soroti Beban Ganda Akademisi Perempuan

Kalyanamitra Ungkap Kekerasan Seksual dalam Pernikahan Masih Dinormalisasi

Berikan Komentar Batal Membalas

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Pos Terbaru

  • Aksi “Matikan Aplikasi” Pekerja Platform Tuntut Penghapusan Status Mitra

    Mei 20, 2026
  • Tertiban Pemimpin, Sakit

    Mei 17, 2026
  • Pendidikan Penghayat Hadapi Tantangan Akibat Ketiadaan Aturan dalam RUU Sisdiknas

    Mei 10, 2026
  • Ilusi Keadilan dalam Pidana Mati

    Mei 10, 2026
  • Putusan Sidang Tapol Diwarnai Kejanggalan, Massa Aksi Kepung PN Magelang

    Mei 8, 2026

Jurnal Balairung Vol. 2 No. 2 (2020)

Infografis

Moral Tanpa Tuhan

Sampah Kota Ditopang Swadaya Warga

Berebut Gunungkidul

Yu Par, Legenda Kantin bonbin

Menyambut Coming Out Age dengan Berubah Menjadi Panda

Hubungi Kami

Facebook Twitter Instagram Pinterest

Ads

Footer Logo
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • AWAK
  • KONTAK
  • KONTRIBUSI

©2022 BPPM BALAIRUNG UGM