Balairungpress
  • REDAKSI
    • KILAS
    • ALMAMATER
    • LAPORAN UTAMA
    • APRESIASI
    • WAWANCARA
  • NALAR
    • WAWASAN
    • KAJIAN
    • INSAN WAWASAN
  • REHAT
    • ARSIP
    • BUKU
    • FILM
    • OPINI
    • SASTRA
  • BINGKAI
    • ANALEKTA
    • INFOGRAFIS
    • KOMIK
    • PERISTIWA
    • SKETSA
  • PIPMI
    • Direktori
    • Suplemen
    • PUBLIKASI
  • Tentang Kami
    • KONTAK
    • Masthead
  • ENEN
  • IDID
Latest post
Aksi “Matikan Aplikasi” Pekerja Platform Tuntut Penghapusan Status...
Tertiban Pemimpin, Sakit
Pendidikan Penghayat Hadapi Tantangan Akibat Ketiadaan Aturan dalam...
Ilusi Keadilan dalam Pidana Mati
Putusan Sidang Tapol Diwarnai Kejanggalan, Massa Aksi Kepung...
Aksi Hari Buruh Yogyakarta Tuntut Pengesahan UU Ketenagakerjaan...
Diskusi SPK Soroti Beban Ganda Akademisi Perempuan
Rubuh Perkara Industrialisasi
Kalyanamitra Ungkap Kekerasan Seksual dalam Pernikahan Masih Dinormalisasi
Pesangon Tidak Sesuai, Buruh MSV Studio Lanjutkan Gugatan

Balairungpress

  • REDAKSI
    • KILAS
    • ALMAMATER
    • LAPORAN UTAMA
    • APRESIASI
    • WAWANCARA
  • NALAR
    • WAWASAN
    • KAJIAN
    • INSAN WAWASAN
  • REHAT
    • ARSIP
    • BUKU
    • FILM
    • OPINI
    • SASTRA
  • BINGKAI
    • ANALEKTA
    • INFOGRAFIS
    • KOMIK
    • PERISTIWA
    • SKETSA
  • PIPMI
    • Direktori
    • Suplemen
    • PUBLIKASI
  • Tentang Kami
    • KONTAK
    • Masthead
  • ENEN
  • IDID
KABARKILAS

Mengeja Media dan Politik, Memperkaya Perspektif

Maret 23, 2011

Mahasiswa Jurusan Ilmu Komunikasi (JIK) selayaknya memiliki perspektif yang luas dalam  memahami media dan politik.Berangkat dari kesadaran ini, Program Pascasarjana JIK UGM mengadakan seminar internasional yang bertajuk “International Seminar on Media and Politics.” Dr. Phil. Hermin Indah Wahyuni, Wakil Kepala Dekan  II Fisipol UGM mengatakan, “Saya sangat yakin bahwa seminar ini sangat penting untuk memperkaya perspektif Anda dalam memahami media dan  politik.”

Seminar yang diadakan pada Rabu (23/3) di Ruang Seminar Timur Pascasarjana Fisipol UGM terbagi atas dua sesi. Sesi pertama diawali dengan presentasi dari Prof. Kenichi Asano seputar “The Case of Dispatching Japanese Self Defence Force to Iraq.” Ia mengisahkan pengalamannya selama menjadi jurnalis termasuk saat menjabat Kepala Biro Kantor Berita Jepang sejak 1989-1992. Asano mengkritisi kondisi media, khususnya pers di Jepang. “Sebenarnya beberapa media di Jepang yang tergabung dalam “Kisha Clubs” sangat melanggar etika jurnalisme. Kisha clubs sendiri merupakan gabungan dari organisasi pers di Jepang yang  digunakan oleh korporasi media yang besar untuk mengatur monopoli pelaporan  berita,” tegasnya.

Selanjutnya, I Gusti Ngurah Putra, dosen JIK UGM, menyampaikan presentasi dengan judul “Media and Political Control: A Review.” “Kontrol negara terhadap media adalah sebuah fenomena yang umum dijumpai,” tukasnya. Ngurah memaparkan tentang berbagai mekanisme yang dilakukan pemerintah untuk mengontrol media, baik secara legal maupun non-legal.

Kuskridho Ambardi Ph.D tampil sebagai pembicara ketiga. Ia memaparkan presentasi yang berjudul “Are We Getting Smarter?”  Dosen di JIK UGM ini mengajak audiens untuk mencermati kualitas informasi kampanye pada Pilpres 2009 lalu. Sebagai contoh,, jargon “Kami adalah pasangan nusantara” yang diusung oleh pasangan JK-Wiranto. Mengingat JK berasal dari etnis Bugis, sedangkan Wiranto adalah orang Jawa, sedangkan  pasangan lain hanya berasal dari etnis Jawa. Jika dikaji ulang,  hal ini bisa membangkitkan sentimen primordial yang sejatinya menodai semangat persatuan dan kesatuan bangsa.

“Media and Politics in Current Indonesia” menjadi tema pada sesi kedua. Lukas S. Ispandriarno, Ph. D. dari Universitas Atmajaya mengangkat “Freedom of Press: From Authoritarian  Past to Democratic Indonesia” sebagai judul presentasinya.  Sementara Dr. Phil Hernin   tampil sebagai pembicara terakhir dengan presentasi berjudul “Regulating Media for Democratic Purposes.”

Seminar yang dihadiri 75 peserta dari kalangan mahasiswa  dan dosen dari berbagai Universitas di Yogyakarta ini cukup mendapatkan tanggapan positif. Rofiq Anwar, Mahasiswa S2 JIK UGM, sebagai peserta seminar, menuturkan bahwa acara ini cukup bagus karena ia bisa mendapatkan beberapa perspektif yang berbeda tentang media dan politik. Namun ia juga mengakui beberapa kekurangan yang masih dijumpai dalam acara ini, “Selain kendala bahasa, ketiadaan paper sebagai panduan  materi bagi peserta saat presentasi berlangsung juga disayangkan,” tukasnya.

[Ayu, Ibnu]

Administrator

See author's posts

0
Facebook Twitter Google + Pinterest

Artikel Lainnya

Aksi “Matikan Aplikasi” Pekerja Platform Tuntut Penghapusan Status...

Pendidikan Penghayat Hadapi Tantangan Akibat Ketiadaan Aturan dalam...

Putusan Sidang Tapol Diwarnai Kejanggalan, Massa Aksi Kepung...

Aksi Hari Buruh Yogyakarta Tuntut Pengesahan UU Ketenagakerjaan...

Diskusi SPK Soroti Beban Ganda Akademisi Perempuan

Kalyanamitra Ungkap Kekerasan Seksual dalam Pernikahan Masih Dinormalisasi

Berikan Komentar Batal Membalas

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Pos Terbaru

  • Aksi “Matikan Aplikasi” Pekerja Platform Tuntut Penghapusan Status Mitra

    Mei 20, 2026
  • Tertiban Pemimpin, Sakit

    Mei 17, 2026
  • Pendidikan Penghayat Hadapi Tantangan Akibat Ketiadaan Aturan dalam RUU Sisdiknas

    Mei 10, 2026
  • Ilusi Keadilan dalam Pidana Mati

    Mei 10, 2026
  • Putusan Sidang Tapol Diwarnai Kejanggalan, Massa Aksi Kepung PN Magelang

    Mei 8, 2026

Jurnal Balairung Vol. 2 No. 2 (2020)

Infografis

Moral Tanpa Tuhan

Sampah Kota Ditopang Swadaya Warga

Berebut Gunungkidul

Yu Par, Legenda Kantin bonbin

Menyambut Coming Out Age dengan Berubah Menjadi Panda

Hubungi Kami

Facebook Twitter Instagram Pinterest

Ads

Footer Logo
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • AWAK
  • KONTAK
  • KONTRIBUSI

©2022 BPPM BALAIRUNG UGM