Balairungpress
  • REDAKSI
    • KILAS
    • ALMAMATER
    • LAPORAN UTAMA
    • APRESIASI
    • INSAN WAWASAN
  • NALAR
    • WAWASAN
    • KAJIAN
  • REHAT
    • ARSIP
    • BUKU
    • FILM
    • OPINI
    • SASTRA
  • BINGKAI
    • ANALEKTA
    • INFOGRAFIS
    • KOMIK
    • PERISTIWA
    • SKETSA
  • PIPMI
    • Direktori
    • Suplemen
    • PUBLIKASI
  • ENEN
  • IDID
Newest post
Diskusi Buku “Pembangunan Untuk Siapa? Kisah Perempuan di...
LPM Himmah UII Ungkap Ketimpangan Pendidikan Dasar di...
Diskusi Perempuan Adat Kritik Jerat Paksaan Industri Ekstraktif
Muat Candaan Seksis, Buku Gadjah Mada Bercanda Karya...
Tilik Relasi Kolonial di Papua dalam Diskusi Papua...
Diskusi Pendidikan dan Demokrasi, Ungkap Gagalnya Pendidikan dalam...
Kota Batik yang Tenggelam
Titah AW: Jurnalisme Bisa Jadi Kanal Pengetahuan Lokal
Membumikan Ilmu Bumi
Kuasa Kolonial Atas Pangan Lokal

Balairungpress

  • REDAKSI
    • KILAS
    • ALMAMATER
    • LAPORAN UTAMA
    • APRESIASI
    • INSAN WAWASAN
  • NALAR
    • WAWASAN
    • KAJIAN
  • REHAT
    • ARSIP
    • BUKU
    • FILM
    • OPINI
    • SASTRA
  • BINGKAI
    • ANALEKTA
    • INFOGRAFIS
    • KOMIK
    • PERISTIWA
    • SKETSA
  • PIPMI
    • Direktori
    • Suplemen
    • PUBLIKASI
  • ENEN
  • IDID
ALMAMATER

BNPB Antisipasi Pertambahan Korban Jiwa

November 14, 2010

Memasuki minggu ketiga perkembangan erupsi Gunung Merapi, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) kini berfokus pada tahap tanggap darurat. Hal ini dicapai dengan berusaha menyelamatkan nyawa sebanyak-banyaknya dari ancaman letusan Merapi. Staf Khusus Presiden Bidang Informasi dan Komunikasi, Heru Lelono, menjelaskan hal ini dalam dialog di Media Center Tanggap Darurat Bencana Merapi, Yogyakarta, Jumat (12/11).

“Saat ini adalah tahap tanggap darurat, sedangkan tahap rekonstruksi dan rehabilitasi akan dilaksanakan setelah tahap tanggap darurat selesai dan status Awas Gunung Merapi diturunkan, serta ancaman dari terjadinya letusan Gunung Merapi sudah tidak ada lagi,” ungkap Heru. Ia meyakinkan bahwa pemerintah telah mempersiapkan pelaksanaan proses rekonstruksi dan rehabilitasi pascaletusan Merapi. Upaya ini dilakukan setelah diperoleh data lengkap mengenai daerah terdampak.

Heru memaparkan, ancaman letusan Merapi saat ini bukan hanya lontaran batu pijar, pasir panas, awan panas, dan abu vulkanik, tapi juga gelombang lahar dingin. Beberapa aliran sungai yang ada di lereng Merapi misalnya, telah dilalui lahar dingin. Karena itu, ia mengimbau kepada masyarakat yang masih berada dalam radius 20 km dari puncak Merapi untuk segera pergi menjauh. Warga diminta tinggal dalam wilayah yang aman sesuai rekomendasi Kepala Badan Vulkanologi dan Geologi, Dr. Surono, yaitu di luar radius 20 km dari puncak Merapi.

Sementara itu, merespons pesan singkat yang banyak beredar dan meresahkan masyarakat, Heru menyambut baik langkah Kementerian Kominfo membangun layanan “SMS Broadcast”. Di samping itu, melalui peningkatan peralatan informasi dan komunikasi di posko-posko pengungsi di Provinsi DIY dan Jawa Tengah, masyarakat dan pengungsi dapat memperoleh informasi yang benar dan akurat secara mudah. Kendati begitu, ia berharap kepolisian menindak pihak-pihak yang telah menimbulkan keresahan masyarakat. “Diperlukan ketegasan polisi untuk mengusut dan menindaknya secara hukum,” katanya. [Rony]

bnpbKepala Badan Vulkanologi dan Geologimerapisurono
0
Facebook Twitter Google + Pinterest

Artikel Lainnya

Kicau Riuh Kampus Hijau UGM

SSPU Tetap Jalan, Aksi Tolak Uang Pangkal Hasilkan...

Habis SSPI, Terbitlah SSPU dalam Dialog Panas Mahasiswa...

Bebani Mahasiswa dengan Biaya Mahal, UGM Bersembunyi di...

Penerapan Uang Pangkal, Neoliberalisasi Berkedok Solusi

Pedagang Kaki Lima Stasiun Wates Digusur Tanpa Dasar...

Berikan Komentar Batal Membalas

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Pos Terbaru

  • Diskusi Buku “Pembangunan Untuk Siapa? Kisah Perempuan di Kampung Kami” Soroti Dampak Pembangunan Bagi Ruang Hidup Perempuan

    Desember 25, 2025
  • LPM Himmah UII Ungkap Ketimpangan Pendidikan Dasar di DIY melalui Pameran “Melihat Sekolahku”

    Desember 18, 2025
  • Diskusi Perempuan Adat Kritik Jerat Paksaan Industri Ekstraktif

    Desember 10, 2025
  • Muat Candaan Seksis, Buku Gadjah Mada Bercanda Karya Heri Santoso Tuai Kritik Mahasiswa

    Desember 5, 2025
  • Tilik Relasi Kolonial di Papua dalam Diskusi Papua Bukan Tanah Kosong

    November 24, 2025

Jurnal Balairung Vol. 2 No. 2 (2020)

Infografis

Moral Tanpa Tuhan

Sampah Kota Ditopang Swadaya Warga

Berebut Gunungkidul

Yu Par, Legenda Kantin bonbin

Menyambut Coming Out Age dengan Berubah Menjadi Panda

Hubungi Kami

Facebook Twitter Instagram Pinterest

Ads

Footer Logo
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • AWAK
  • KONTAK
  • KONTRIBUSI

©2022 BPPM BALAIRUNG UGM