Balairungpress
  • REDAKSI
    • KILAS
    • ALMAMATER
    • LAPORAN UTAMA
    • APRESIASI
    • WAWANCARA
  • NALAR
    • WAWASAN
    • KAJIAN
    • INSAN WAWASAN
  • REHAT
    • ARSIP
    • BUKU
    • FILM
    • OPINI
    • SASTRA
  • BINGKAI
    • ANALEKTA
    • INFOGRAFIS
    • KOMIK
    • PERISTIWA
    • SKETSA
  • PIPMI
    • Direktori
    • Suplemen
    • PUBLIKASI
  • SERIES
  • Tentang Kami
    • KONTAK
    • Masthead
  • ENEN
  • IDID
Latest post
Diskusi “Jogja Istimewa” Soroti Kemiskinan dan Penggusuran Warga...
Kiri yang Diabaikan
Corporate Farming: Revolusi Hijau Seri Dua?
Joko Susilo: Gerakan Mahasiswa Perlu Lampaui Fragmentasi Neoliberal
Penghidupan Warga Kampung Laut dalam Bayang Perampasan Lahan
Akademisi dan Mahasiswa Soroti Mahalnya UKT Hingga Ketidakpastian...
Amarah Ibu Berisik atas Kekacauan Program MBG yang...
Massa Aksi Tuntut Polda DIY Usut Tuntas Tuduhan...
Premanisme Negara dalam Aksi Okupasi Simpang Gramedia
Aksi “Agustus Gelap” Desak Pemerintah Tuntaskan Persoalan Rakyat

Balairungpress

  • REDAKSI
    • KILAS
    • ALMAMATER
    • LAPORAN UTAMA
    • APRESIASI
    • WAWANCARA
  • NALAR
    • WAWASAN
    • KAJIAN
    • INSAN WAWASAN
  • REHAT
    • ARSIP
    • BUKU
    • FILM
    • OPINI
    • SASTRA
  • BINGKAI
    • ANALEKTA
    • INFOGRAFIS
    • KOMIK
    • PERISTIWA
    • SKETSA
  • PIPMI
    • Direktori
    • Suplemen
    • PUBLIKASI
  • SERIES
  • Tentang Kami
    • KONTAK
    • Masthead
  • ENEN
  • IDID
ANALEKTABINGKAI

Seruan Perempuan dari Titik Nol Kilometer

Maret 13, 2018

Tanggal 8 Maret setiap tahunnya diperingati di berbagai belahan dunia sebagai International Women’s Day. Kota Yogyakarta merayakannya dengan longmars pada hari Minggu lalu (10-03) di kawasan Malioboro. Aksi ini dimulai pada jam sepuluh pagi dari Parkiran Abu Bakar Ali hingga Titik Nol Kilometer. Ratusan peserta dari berbagai kalangan lengkap dengan poster-poster tuntutan, turut serta mewarnai aksi. Selain iring-iringan, massa aksi turut serta bergantian berdiri di atas mobil pikap untuk melakukan orasi. Pada tahun ini, Women’s March Yogyakarta lebih banyak menyoroti isu dan persoalan perempuan khusunya pada bidang ekonomi, sosial, dan politik yang terjadi di Yogyakarta. Salah satunya adalah mendorong pemerintah untuk memperhatikan nasib para pekerja dan petani perempuan yang terkena dampak perampasan hak tanah masyarakat Kulon Progo dalam proyek NYIA.

Foto: Arjun Subarkah
Kurator: Anindyo Frezio

Publikasi

See author's posts

feminisinternational women's daykekerasan seksualmalioborowomen's march
3
Facebook Twitter Google + Pinterest

Artikel Lainnya

MBG untuk siapa

Ayo Main Kejar-Kejaran!

Pelindung atau Musuh dalam Selimut?

Tertiban Pemimpin, Sakit

Rubuh Perkara Industrialisasi

Apakah ada Hari Esok untuk Aku Meminum Obat

Berikan Komentar Batal Membalas

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Pos Terbaru

  • Diskusi “Jogja Istimewa” Soroti Kemiskinan dan Penggusuran Warga DIY

    Oktober 5, 2026
  • Kiri yang Diabaikan

    Oktober 1, 2026
  • Corporate Farming: Revolusi Hijau Seri Dua?

    September 24, 2026
  • Joko Susilo: Gerakan Mahasiswa Perlu Lampaui Fragmentasi Neoliberal

    September 24, 2026
  • Penghidupan Warga Kampung Laut dalam Bayang Perampasan Lahan

    September 18, 2026

Jurnal Balairung Vol. 2 No. 2 (2020)

Infografis

Moral Tanpa Tuhan

Sampah Kota Ditopang Swadaya Warga

Berebut Gunungkidul

Yu Par, Legenda Kantin bonbin

Menyambut Coming Out Age dengan Berubah Menjadi Panda

Hubungi Kami

Facebook Twitter Instagram Pinterest

Ads

Footer Logo
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • AWAK
  • KONTAK
  • KONTRIBUSI

©2022 BPPM BALAIRUNG UGM