Balairungpress
  • REDAKSI
    • KILAS
    • ALMAMATER
    • LAPORAN UTAMA
    • APRESIASI
    • WAWANCARA
  • NALAR
    • WAWASAN
    • KAJIAN
    • INSAN WAWASAN
  • REHAT
    • ARSIP
    • BUKU
    • FILM
    • OPINI
    • SASTRA
  • BINGKAI
    • ANALEKTA
    • INFOGRAFIS
    • KOMIK
    • PERISTIWA
    • SKETSA
  • PIPMI
    • Direktori
    • Suplemen
    • PUBLIKASI
  • Tentang Kami
    • KONTAK
    • Masthead
  • ENEN
  • IDID
Latest post
Diskusi Buku Tersungkur dan Tetap Melawan Rekam Perlawanan...
Interupsi Mahasiswa UGM dalam Diskusi Tiga Menteri Bukan...
Sivitas Akademika Fisipol Desak UGM Ambil Sikap Tegas...
Bara Akar Rumput Aksi Gejayan Tantang Kesewenangan Rezim...
Mahasiswa FIB UGM Gelar Pertunjukan Santet Prabowo-Gibran
Pelindung atau Musuh dalam Selimut?
Mahasiswa UGM Gelar Aksi Simbolik Pemakaman Prabowo-Gibran
Darurat Kriminalisasi Aborsi
Diskusi Publik Ketenagakerjaan DIY Tuntut Prabowo Tepati Janji...
Aksi “Matikan Aplikasi” Pekerja Platform Tuntut Penghapusan Status...

Balairungpress

  • REDAKSI
    • KILAS
    • ALMAMATER
    • LAPORAN UTAMA
    • APRESIASI
    • WAWANCARA
  • NALAR
    • WAWASAN
    • KAJIAN
    • INSAN WAWASAN
  • REHAT
    • ARSIP
    • BUKU
    • FILM
    • OPINI
    • SASTRA
  • BINGKAI
    • ANALEKTA
    • INFOGRAFIS
    • KOMIK
    • PERISTIWA
    • SKETSA
  • PIPMI
    • Direktori
    • Suplemen
    • PUBLIKASI
  • Tentang Kami
    • KONTAK
    • Masthead
  • ENEN
  • IDID
KILAS

Perlawanan Belum Usai, “Jogja Memanggil” Kembali Gelar Aksi

Agustus 30, 2024

©Damar/Bal

“Ara, ara, ara, Indonesia lawan!” “suara wibu membangkitkan riuh massa aksi di depan tembok tebal Istana Negara Yogyakarta. Sekitar ratusan massa yang tergabung dalam aksi Jogja Memanggil Kembali menggelar demonstrasi pada Selasa (27-08) sehari menjelang Jokowi akan melakukan kunjungan kerja ke Yogyakarta. Bertepatan dengan hari pertama pendaftaran Pilkada, aksi ini menyerukan perlawanan oposisi terhadap keculasan negara dan mengawal konstitusi yang diobrak-abrik oleh rezim Jokowi. Tak hanya itu, massa aksi juga menyampaikan berbagai orasi politik, mulai dari polisi sebagai alat penguasa, pekerja migran, pendidikan, hingga kenaikan tarif tiket hiburan. 

Di hadapan polisi, Dian, mahasiswa Universitas Islam Indonesia dengan lantang mengatakan bahwa polisi adalah alat penguasa untuk menindas rakyat. Ia menyoroti terkait kebengisan aparat kepolisian dalam beberapa kasus seperti kekejaman kepada demonstran mahasiswa, tragedi Kanjuruhan, serta kriminalisasi terhadap petani di Pakel, Kendeng, dan Wadas. “Membanggakan diri sebagai abdi negara, tapi abdi enggak ada yang dibayar!” teriak Dian dengan lantang. 

Kegagalan negara dalam persoalan tenaga kerja migran juga disorot dalam orasi politik siang ini. Hani Kristi, perwakilan aktivis pekerja migran, mengungkapkan bahwa negara mempekerjakan migran ke beberapa negara untuk menutupi utang negara. Ia menambahkan, pengiriman ekspor pekerja migran ke beberapa negara menunjukkan Jokowi gagal dalam mengatasi persoalan tenaga kerja di Indonesia. “Pekerja migran dijual negara untuk kepentingan negara,” tegas Hani.

Persoalan pendidikan dalam negeri tak luput disuarakan. Rafly, perwakilan dari Aliansi Pendidikan Gratis, melanjutkan orasi politik berupa gambaran kondisi pendidikan di Indonesia. Ia melanjutkan, bahwa rezim Jokowi secara ugal-ugalan menaikkan biaya kuliah yang menyisakan penderitaan orang tua. “Ada ribuan orang tua yang menangis tak bisa menyekolahkan anaknya,” katanya. 

Sebagai penutup, BALAIRUNG mewawancarai FZ, salah seorang anggota komunitas wibu yang ikut turun aksi. Ia mengungkap bahwa negara mengusik hobi komunitas wibu dengan adanya kenaikan pajak, tiket idol naik, tiket event naik, bahkan memblokir situs anime. Ia memberikan ajakan untuk mengawal isu ini kepada wibu seluruh Indonesia yang masih enggan untuk ikut aksi. “Jika kalian wibu dan masih sayang Indonesia, pertahankan negara kalian,” pungkas FZ. 

Penulis: Dhony Alfian
Penyunting: Alfiana Rosyidah
Fotografer: Zidane Damar

pu

See author's posts

1
Facebook Twitter Google + Pinterest

Artikel Lainnya

Diskusi Buku Tersungkur dan Tetap Melawan Rekam Perlawanan...

Interupsi Mahasiswa UGM dalam Diskusi Tiga Menteri Bukan...

Sivitas Akademika Fisipol Desak UGM Ambil Sikap Tegas...

Bara Akar Rumput Aksi Gejayan Tantang Kesewenangan Rezim...

Mahasiswa FIB UGM Gelar Pertunjukan Santet Prabowo-Gibran

Mahasiswa UGM Gelar Aksi Simbolik Pemakaman Prabowo-Gibran

Berikan Komentar Batal Membalas

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Pos Terbaru

  • Diskusi Buku Tersungkur dan Tetap Melawan Rekam Perlawanan Warga Terdampak Proyek Negara

    Juli 2, 2026
  • Interupsi Mahasiswa UGM dalam Diskusi Tiga Menteri Bukan Kerusuhan Impulsif

    Juni 22, 2026
  • Sivitas Akademika Fisipol Desak UGM Ambil Sikap Tegas terhadap Situasi Nasional

    Juni 16, 2026
  • Bara Akar Rumput Aksi Gejayan Tantang Kesewenangan Rezim Prabowo-Gibran

    Juni 16, 2026
  • Mahasiswa FIB UGM Gelar Pertunjukan Santet Prabowo-Gibran

    Juni 16, 2026

Jurnal Balairung Vol. 2 No. 2 (2020)

Infografis

Moral Tanpa Tuhan

Sampah Kota Ditopang Swadaya Warga

Berebut Gunungkidul

Yu Par, Legenda Kantin bonbin

Menyambut Coming Out Age dengan Berubah Menjadi Panda

Hubungi Kami

Facebook Twitter Instagram Pinterest

Ads

Footer Logo
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • AWAK
  • KONTAK
  • KONTRIBUSI

©2022 BPPM BALAIRUNG UGM