Balairungpress
  • REDAKSI
    • KILAS
    • ALMAMATER
    • LAPORAN UTAMA
    • APRESIASI
    • INSAN WAWASAN
  • NALAR
    • WAWASAN
    • KAJIAN
  • REHAT
    • ARSIP
    • BUKU
    • FILM
    • OPINI
    • SASTRA
  • BINGKAI
    • ANALEKTA
    • INFOGRAFIS
    • KOMIK
    • PERISTIWA
    • SKETSA
  • PIPMI
    • Direktori
    • Suplemen
    • PUBLIKASI
  • ENEN
  • IDID
Newest post
Diskusi Perempuan Adat Kritik Jerat Paksaan Industri Ekstraktif
Muat Candaan Seksis, Buku Gadjah Mada Bercanda Karya...
Tilik Relasi Kolonial di Papua dalam Diskusi Papua...
Diskusi Pendidikan dan Demokrasi, Ungkap Gagalnya Pendidikan dalam...
Kota Batik yang Tenggelam
Titah AW: Jurnalisme Bisa Jadi Kanal Pengetahuan Lokal
Membumikan Ilmu Bumi
Kuasa Kolonial Atas Pangan Lokal
Anis Farikhatin: Guru Kesehatan Reproduksi Butuh Dukungan, Bukan...
Tangan Tak Terlihat di Balik Gerakan Rakyat

Balairungpress

  • REDAKSI
    • KILAS
    • ALMAMATER
    • LAPORAN UTAMA
    • APRESIASI
    • INSAN WAWASAN
  • NALAR
    • WAWASAN
    • KAJIAN
  • REHAT
    • ARSIP
    • BUKU
    • FILM
    • OPINI
    • SASTRA
  • BINGKAI
    • ANALEKTA
    • INFOGRAFIS
    • KOMIK
    • PERISTIWA
    • SKETSA
  • PIPMI
    • Direktori
    • Suplemen
    • PUBLIKASI
  • ENEN
  • IDID
KONTRIBUSISASTRA

Puisi-puisi Moehammad Abdoe

September 10, 2020

©Inggrid/Bal

KIDUNG SURAU

Masih kudengar suaramu
Di antara desau daun
Gemercik genangan musibah
Bumi rimba raya

Kidung anak-anak mengaji
Robekan tirai langit:
Adam
Isa dan Yahya
Yusuf
Idris
Harun
Musa
Ibrahim

Telapak keramat tangannya
Saling tengadah doamu

Bangkalan, 23 Maret 2020

RINDUKU BUKIT

Rinduku bukit belaian cahaya
Berkepak daun melambai
Dalam dekapan kabut dingin
Kubisikkan namamu

Dan burung pun mendengar
Kemudian tertunduk haru
Pada bentangan sayap malam
Surat ini kutitipkan

Manakala ada bunyi lesung
Akulah ayam jantan itu
Di antara pertemuan dua langit
Warnamu kutahbiskan

Bangkalan, 11 Maret 2020.

ANAK GEMBALA

Rumah prodeo
Merajut badan sebatang kara
Dangau pemasungan
Sungai darah

Usiran kasih sayang
Tempat pembuangan bertingkap
Saat kabut purba lengas
Gulita kerai bulan

Waktu menjelang tiba
Sembap di pangkuan bunda fajar
Mengecup tanah berbunga
Di taman

Suara bangsi gembala
Menggema di padang sabana
Cemeti dewa menggiring domba
Pulang ke kandang

Kalipare, 14 Februari 2020.

Moehammad Abdoe,
Lahir di Malang, 27 Mei 1999 anggota Komunitas Bisa Menulis (KBM 2013) dan mempunyai komunitas Pemuda Desa Merdeka 2015 yang didirikan dengan menjunjung tema-tema sosial, seni jalanan, dan semangat para pemuda.

Kidung SuraukontribusiMoehammad Abdoe
21
Facebook Twitter Google + Pinterest

Artikel Lainnya

Ruang-Ruang Untuk Kami dan Puisi-Puisi Lainnya

Rumah Api

Jejak Tan dan Puisi-Puisi Lainnya

Kota Kata

Cita-Cita Karima

Surat Pengadilan

Berikan Komentar Batal Membalas

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Pos Terbaru

  • Diskusi Perempuan Adat Kritik Jerat Paksaan Industri Ekstraktif

    Desember 10, 2025
  • Muat Candaan Seksis, Buku Gadjah Mada Bercanda Karya Heri Santoso Tuai Kritik Mahasiswa

    Desember 5, 2025
  • Tilik Relasi Kolonial di Papua dalam Diskusi Papua Bukan Tanah Kosong

    November 24, 2025
  • Diskusi Pendidikan dan Demokrasi, Ungkap Gagalnya Pendidikan dalam Sikapi Diskriminasi

    November 24, 2025
  • Kota Batik yang Tenggelam

    November 21, 2025

Jurnal Balairung Vol. 2 No. 2 (2020)

Infografis

Moral Tanpa Tuhan

Sampah Kota Ditopang Swadaya Warga

Berebut Gunungkidul

Yu Par, Legenda Kantin bonbin

Menyambut Coming Out Age dengan Berubah Menjadi Panda

Hubungi Kami

Facebook Twitter Instagram Pinterest

Ads

Footer Logo
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • AWAK
  • KONTAK
  • KONTRIBUSI

©2022 BPPM BALAIRUNG UGM