Balairungpress
  • REDAKSI
    • KILAS
    • ALMAMATER
    • LAPORAN UTAMA
    • APRESIASI
    • WAWANCARA
  • NALAR
    • WAWASAN
    • KAJIAN
    • INSAN WAWASAN
  • REHAT
    • ARSIP
    • BUKU
    • FILM
    • OPINI
    • SASTRA
  • BINGKAI
    • ANALEKTA
    • INFOGRAFIS
    • KOMIK
    • PERISTIWA
    • SKETSA
  • PIPMI
    • Direktori
    • Suplemen
    • PUBLIKASI
  • Tentang Kami
    • KONTAK
    • Masthead
  • ENEN
  • IDID
Latest post
Pelindung atau Musuh dalam Selimut?
Mahasiswa UGM Gelar Aksi Simbolik Pemakaman Prabowo-Gibran
Darurat Kriminalisasi Aborsi
Diskusi Publik Ketenagakerjaan DIY Tuntut Prabowo Tepati Janji...
Aksi “Matikan Aplikasi” Pekerja Platform Tuntut Penghapusan Status...
Tertiban Pemimpin, Sakit
Pendidikan Penghayat Hadapi Tantangan Akibat Ketiadaan Aturan dalam...
Ilusi Keadilan dalam Pidana Mati
Putusan Sidang Tapol Diwarnai Kejanggalan, Massa Aksi Kepung...
Aksi Hari Buruh Yogyakarta Tuntut Pengesahan UU Ketenagakerjaan...

Balairungpress

  • REDAKSI
    • KILAS
    • ALMAMATER
    • LAPORAN UTAMA
    • APRESIASI
    • WAWANCARA
  • NALAR
    • WAWASAN
    • KAJIAN
    • INSAN WAWASAN
  • REHAT
    • ARSIP
    • BUKU
    • FILM
    • OPINI
    • SASTRA
  • BINGKAI
    • ANALEKTA
    • INFOGRAFIS
    • KOMIK
    • PERISTIWA
    • SKETSA
  • PIPMI
    • Direktori
    • Suplemen
    • PUBLIKASI
  • Tentang Kami
    • KONTAK
    • Masthead
  • ENEN
  • IDID
ANALEKTABINGKAI

Aksi Menolak NAWACITA Berujung Ricuh

Mei 2, 2018

Peringatan: foto-foto di bawah ini mengandung unsur kekerasan

Massa aksi membentangkan spanduk berisikan salah satu tuntutan aksi.

 

Massa aksi berkumpul untuk menyuarakan tuntutan.

 

Jajaran aparat keamanan dengan membawa perlengkapan lengkap bersiap untuk menghadang massa aksi apabila aksi berujung ricuh.

 

Aparat keamanan dengan mengendarai kendaraan roda dua membawa senjata dan pelontar gas air mata.

 

Oknum masssa aksi sedang menyalakan bom molotov.

 

Salah satu massa aksi yang dituduh sebagai provokator dipukuli oleh oknum warga dan dibawa ke pos polisi yang sebelumnya telah dilempar bom molotov.

 

Barisan warga yang geram menghadang massa aksi karena terjadi pelemparan bom molotov ke pos polisi.

 

Seorang massa aksi mencoba menenangkan warga yang sudah terlanjur terprovokasi.

 

Diselimuti asap suar, warga dan aparat keamanan memasuki area kampus UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta untuk menyisir tertuduh provokator.

 

Penangkapan massa aksi yang dituduh sebagai provokator kerusuhan oleh aparat keamanan

 

Penangkapan massa aksi yang dituduh sebagai provokator kerusuhan oleh aparat keamanan.

 

Penangkapan massa aksi yang dituduh sebagai provokator kerusuhan masih dilakukan seusai magrib

 

Penyeretan massa aksi yang dituduh sebagai provokator kerusuhan disertai penendangan dan penjambakan.

 

Warga berkumpul di depan reklame bertuliskan “Bunuh Sultan” yang dibuat oleh oknum massa aksi.

 

Aparat keamanan mengumpulkan barang-barang yang digunakan dalam aksi.

Selasa (1-05), massa aksi bernama Gerakan Satu Mei (GERAM) melakukan aksi di simpang tiga UIN Sunan Kalijaga. Aksi tersebut bertujuan untuk menolak program NAWACITA yang dicanangkan oleh Joko Widodo selaku Presiden RI. Aksi tersebut berujung ricuh setelah seorang oknum melempar bom molotov ke arah pos polisi. Beberapa anggota massa aksi yang dituduh menjadi dalang kerusuhan telah diamankan oleh polisi.

Berikut tuntutan dari GERAM:

  1. Turunkan harga BBM
  2. Tolak upah murah dan berikan jaminan keselamatan kerja
  3. Cabut Peraturan Presiden No. 20/2018 tentang tenaga kerja asing
  4. Hapuskan UU No. 2/2012 dan tolak rencana presiden tentang percepatan pengadaan tanah
  5. Hentikan pembangunan NYIA dan kota bandaranya
  6. Tolak Sultan Ground dan Pakualaman Ground
  7. Cabut nota kesepahaman perbantuan TNI kepada Polri

 

Foto dan teks: Luthfian Haekal dan Bernard Evan
Kurator: Anindyo Frezio

 

Publikasi

See author's posts

aksiburuhNAWACITAricuh
10
Facebook Twitter Google + Pinterest

Artikel Lainnya

Pelindung atau Musuh dalam Selimut?

Tertiban Pemimpin, Sakit

Rubuh Perkara Industrialisasi

Apakah ada Hari Esok untuk Aku Meminum Obat

Gaboleh Pilih-Pilih Makanan

Polisi Tidur

Berikan Komentar Batal Membalas

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Pos Terbaru

  • Pelindung atau Musuh dalam Selimut?

    Juni 11, 2026
  • Mahasiswa UGM Gelar Aksi Simbolik Pemakaman Prabowo-Gibran

    Juni 10, 2026
  • Darurat Kriminalisasi Aborsi

    Juni 7, 2026
  • Diskusi Publik Ketenagakerjaan DIY Tuntut Prabowo Tepati Janji Hari Buruh

    Mei 29, 2026
  • Aksi “Matikan Aplikasi” Pekerja Platform Tuntut Penghapusan Status Mitra

    Mei 20, 2026

Jurnal Balairung Vol. 2 No. 2 (2020)

Infografis

Moral Tanpa Tuhan

Sampah Kota Ditopang Swadaya Warga

Berebut Gunungkidul

Yu Par, Legenda Kantin bonbin

Menyambut Coming Out Age dengan Berubah Menjadi Panda

Hubungi Kami

Facebook Twitter Instagram Pinterest

Ads

Footer Logo
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • AWAK
  • KONTAK
  • KONTRIBUSI

©2022 BPPM BALAIRUNG UGM