Balairungpress
  • REDAKSI
    • KILAS
    • ALMAMATER
    • LAPORAN UTAMA
    • APRESIASI
    • INSAN WAWASAN
  • NALAR
    • WAWASAN
    • KAJIAN
  • REHAT
    • ARSIP
    • BUKU
    • FILM
    • OPINI
    • SASTRA
  • BINGKAI
    • ANALEKTA
    • INFOGRAFIS
    • KOMIK
    • PERISTIWA
    • SKETSA
  • PIPMI
    • Direktori
    • Suplemen
    • PUBLIKASI
  • ENEN
  • IDID
Newest post
Diskusi Buku “Pembangunan Untuk Siapa? Kisah Perempuan di...
LPM Himmah UII Ungkap Ketimpangan Pendidikan Dasar di...
Diskusi Perempuan Adat Kritik Jerat Paksaan Industri Ekstraktif
Muat Candaan Seksis, Buku Gadjah Mada Bercanda Karya...
Tilik Relasi Kolonial di Papua dalam Diskusi Papua...
Diskusi Pendidikan dan Demokrasi, Ungkap Gagalnya Pendidikan dalam...
Kota Batik yang Tenggelam
Titah AW: Jurnalisme Bisa Jadi Kanal Pengetahuan Lokal
Membumikan Ilmu Bumi
Kuasa Kolonial Atas Pangan Lokal

Balairungpress

  • REDAKSI
    • KILAS
    • ALMAMATER
    • LAPORAN UTAMA
    • APRESIASI
    • INSAN WAWASAN
  • NALAR
    • WAWASAN
    • KAJIAN
  • REHAT
    • ARSIP
    • BUKU
    • FILM
    • OPINI
    • SASTRA
  • BINGKAI
    • ANALEKTA
    • INFOGRAFIS
    • KOMIK
    • PERISTIWA
    • SKETSA
  • PIPMI
    • Direktori
    • Suplemen
    • PUBLIKASI
  • ENEN
  • IDID
KABARKILAS

Festival May Day, Cara Lain Merayakan Hari Buruh

Mei 8, 2017

©Hasya Nindita/BAL

Ada yang berbeda dari perayaan Hari Buruh Internasional di DKI Jakarta Senin pagi (01-05). Jika DKI Jakarta biasanya hanya disesaki oleh buruh yang melakukan unjuk rasa pada peringatan Hari Buruh Internasional, tahun ini para buruh juga hadir dalam acara “Festival May Day”. Festival yang baru pertama kali diadakan ini berlokasi di Golf Driving Range Senayan Gelora Bung Karno dan merupakan acara puncak dari serangkaian acara yang sudah berlangsung sejak Senin (17-04). Perayaan puncak yang mengundang tiga puluh serikat buruh ini diselenggarakan oleh Kementerian Ketenagakerjaan dan Asosiasi Pengusaha Indonesia. “Rangkaian kegiatan ‘Festival May Day’ ini dilangsungkan guna menunjang kesejahteraan buruh,” jelas Timboel Siregar, selaku Sekretaris Jendral Organisasi Pekerja Seluruh Indonesia.

Rangkaian acara yang berslogan “May Day is Happy Day” ini dimulai dengan rangkaian acara pertama, yaitu kursus membuat kue pada 17─18 April di GSG Kementerian Ketenagarakerjaan (Kemenaker) RI. Acara tersebut dilaksanakan sebagai wujud kepedulian terhadap kesejahteraan para istri buruh agar mereka juga memiliki keahlian membuat kue. Dalam bidang olahraga, diadakan Kompetisi Futsal pada 26─27 April bertempat di Lapangan Futsal Kemenaker RI. Siregar mengatakan bahwa kompetisi futsal diadakan untuk menunjang para buruh dalam hal kesehatan. Kegiatan spiritual juga menjadi bagian dari rangkaian kegiatan, acara yang bertajuk Nusantara Buruh Mengaji dihadiri dua ribu buruh di Masjid Baitul Musthafa Kawasan MM 2001 pada Jumat, 28 April. Siregar menjelaskan bahwa kegiatan tersebut dilangsungkan untuk mendorong para buruh agar memiliki spiritualitas yang tinggi.

Siregar juga mengatakan bahwa acara ini menjadi strategi untuk menunjukkan bahwa tiga pelaku hubungan industrial yaitu, buruh, perusahaan, dan pemerintah, adalah mitra. Siregar berpendapat bahwa ini menjadi cara persuasif buruh kepada pemerintah, agar pemerintah melakukan upaya-upaya peningkatan kesejahteraan buruh. Menurut Siregar, strategi ini menjadi cara pemerintah untuk menumbuhkan kepercayaan dari buruh dan pengusaha. “Kita tidak pada posisi berhadap-hadapan, kita tidak pada posisi buruh melawan pengusaha atau buruh melawan pemerintah,” jelasnya. Siregar menjelaskan bahwa melalui kegiatan ini, berbagai permasalahan seperti jaminan sosial dan kesehatan dapat dibicarakan dengan pemerintah.

Dalam menanggapi tuntutan mengenai kenaikan upah buruh, Hanif Dhakiri, selaku Menteri Ketenagakerjaan, mengatakan bahwa pemerintah terus berupaya dalam meningkatkan kualitas perlindungan dan kesejahteraan bagi buruh. Namun, ia berharap buruh dapat melihat bahwa upaya yang dilakukan pemerintah tidak hanya dari sisi upah saja. “Hal ini bisa dilihat dari sisi kebijakan sosial negara, misalnya, akses yang lebih baik terhadap pendidikan, kesehatan, keuangan, transportasi, perumahan, dan lain sebagainya,” tutur Dhakiri.

Dhakiri mengatakan bahwa Hari Buruh Internasional adalah momentum untuk merayakan perjuangan para buruh yang sudah berlangsung sedemikian lama. Selain itu, perayaan ini juga momentum untuk merefleksikan agar gerakan buruh bisa menjadi lebih efektif dan lebih optimal. Termasuk dalam memperjuangkan kepentingan-kepentingan buruh, serta kontribusinya bagi pembangunan. “Jika pada masa rezim otoritarian sulit untuk berdemonstrasi, sekarang pendekatan yang dikembangkan oleh kaum buruh juga harus berbeda,” jelas Dhakiri.

Miftah, salah seorang buruh wanita yang hadir di acara tersebut, turut mengungkapkan apresiasinya terhadap acara ini. Miftah mengatakan bahwa kehadirannya merupakan bentuk penghormatan para buruh dengan adanya pembagian dalam organisasinya, yakni ada yang menghadiri unjuk rasa dan juga ada yang menghadiri acara pemerintah. “Saya berharap tahun depan acara ini diadakan dengan lebih meriah lagi, karena cukup terlihat dukungan pemerintah terhadap kaum buruh,” ucap Miftah. Ia juga berharap di tahun selanjutnya acara ini dapat dilaksanakan di tempat yang lebih terjangkau bagi para buruh.

 

Penulis: Hasya Nindita

Editor: Devananta Rafiq

 

 

##KilasHari BuruhMay Day
1
Facebook Twitter Google + Pinterest

Artikel Lainnya

Diskusi Buku “Pembangunan Untuk Siapa? Kisah Perempuan di...

LPM Himmah UII Ungkap Ketimpangan Pendidikan Dasar di...

Diskusi Perempuan Adat Kritik Jerat Paksaan Industri Ekstraktif

Muat Candaan Seksis, Buku Gadjah Mada Bercanda Karya...

Tilik Relasi Kolonial di Papua dalam Diskusi Papua...

Diskusi Pendidikan dan Demokrasi, Ungkap Gagalnya Pendidikan dalam...

Berikan Komentar Batal Membalas

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Pos Terbaru

  • Diskusi Buku “Pembangunan Untuk Siapa? Kisah Perempuan di Kampung Kami” Soroti Dampak Pembangunan Bagi Ruang Hidup Perempuan

    Desember 25, 2025
  • LPM Himmah UII Ungkap Ketimpangan Pendidikan Dasar di DIY melalui Pameran “Melihat Sekolahku”

    Desember 18, 2025
  • Diskusi Perempuan Adat Kritik Jerat Paksaan Industri Ekstraktif

    Desember 10, 2025
  • Muat Candaan Seksis, Buku Gadjah Mada Bercanda Karya Heri Santoso Tuai Kritik Mahasiswa

    Desember 5, 2025
  • Tilik Relasi Kolonial di Papua dalam Diskusi Papua Bukan Tanah Kosong

    November 24, 2025

Jurnal Balairung Vol. 2 No. 2 (2020)

Infografis

Moral Tanpa Tuhan

Sampah Kota Ditopang Swadaya Warga

Berebut Gunungkidul

Yu Par, Legenda Kantin bonbin

Menyambut Coming Out Age dengan Berubah Menjadi Panda

Hubungi Kami

Facebook Twitter Instagram Pinterest

Ads

Footer Logo
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • AWAK
  • KONTAK
  • KONTRIBUSI

©2022 BPPM BALAIRUNG UGM