Balairungpress
  • REDAKSI
    • KILAS
    • ALMAMATER
    • LAPORAN UTAMA
    • APRESIASI
    • WAWANCARA
  • NALAR
    • WAWASAN
    • KAJIAN
    • INSAN WAWASAN
  • REHAT
    • ARSIP
    • BUKU
    • FILM
    • OPINI
    • SASTRA
  • BINGKAI
    • ANALEKTA
    • INFOGRAFIS
    • KOMIK
    • PERISTIWA
    • SKETSA
  • PIPMI
    • Direktori
    • Suplemen
    • PUBLIKASI
  • ENEN
  • IDID
Latest post
Aksi Solidaritas Suara Ibu Indonesia Soroti Kekerasan Negara...
Solidaritas Serikat Buruh Taru Martani Berujung Kemenangan dalam...
IWD Jogja 2026 Soroti Penindasan Perempuan Kelas Pekerja...
Napas Panjang Relokasi Imbas Ambisi Proyek Sumbu Filosofi
Diskusi LSF Ungkap Kekerasan Aparat terhadap Perempuan dalam...
Apakah ada Hari Esok untuk Aku Meminum Obat
Gaboleh Pilih-Pilih Makanan
Aksi Solidaritas untuk Arianto Tawakal Dibalas Kekerasan Ormas...
Forum Kamisan Daring Perluas Jejaring Perlawanan Terhadap Pertambangan...
Pesantren Bumi Cendekia Bagikan Upaya Pencegahan Kekerasan Seksual...

Balairungpress

  • REDAKSI
    • KILAS
    • ALMAMATER
    • LAPORAN UTAMA
    • APRESIASI
    • WAWANCARA
  • NALAR
    • WAWASAN
    • KAJIAN
    • INSAN WAWASAN
  • REHAT
    • ARSIP
    • BUKU
    • FILM
    • OPINI
    • SASTRA
  • BINGKAI
    • ANALEKTA
    • INFOGRAFIS
    • KOMIK
    • PERISTIWA
    • SKETSA
  • PIPMI
    • Direktori
    • Suplemen
    • PUBLIKASI
  • ENEN
  • IDID
KILAS

Etika Bermedia dalam Era Modern

November 26, 2016
©istimewa

©istimewa

“Di era informasi yang sangat melimpah, kita harus melakukan verifikasi terhadap setiap informasi yang ada,” ucap Ignatius Haryanto, selaku pendiri Lembaga Studi Pers dan Pembangunan pada Minggu (20/11). Pagi itu, lantai dua Kantor Pusat Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (KPFT UGM) dipenuhi mahasiswa dari berbagai universitas seperti UGM, Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga, dan sebagainya. Mereka memadati gedung KPFT UGM untuk mengikuti diskusi ‘Festival Media’ yang diadakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa Fakultas Teknik (BEM KMFT) UGM. ‘Festival Media’ merupakan rangkaian kegiatan ‘Engineering for Indonesia’ sebagai  penutup kinerja kabinet BEM KMFT tahun 2015/2016.

Diskusi tersebut bertemakan ‘Menelisik Jejak Media dalam Beretika’ dan diangkat dengan tujuan untuk mencerdaskan etika bermedia. Melalui tema tersebut, masyarakat diharapkan dapat menelisik berita yang akurat serta yang tidak. Diskusi tersebut menghadirkan tiga narasumber, Haryanto, serta Agus Mulyadi dan Rusdi Mathari selaku redaktur mojok.co.

Menanggapi perkembangan media di era modern, Haryanto mengatakan bahwa informasi dapat dikonsumsi melalui berbagai cara. Ia menambahkan, perkembangan media saat ini telah merubah cara masyarakat mengkonsumsi media. Menurutnya, telah terjadi transisi penggunaan media yang awalnya terpusat pada surat kabar atau majalah, beralih ke media yang berbasis elektronik. Ia menambahkan bahwa generasi yang lebih senior mengkonsumsi berita lewat koran atau lewat televisi dan radio. “Tetapi, saat ini sebagian besar dari anak muda mungkin mengkonsumsinya melalui daring,” lanjut Haryanto.

Seiring dengan perubahan cara masyarakat mengkonsumsi media, Agus mengatakan terdapat perbedaan kualitas informasi antara media daring dan surat kabar. “Media daring saat ini menjunjung tinggi kecepatan dalam merilis sebuah berita, namun mengabaikan akurasi,” jelas Agus. Ia mengatakan, jika terdapat berita dalam situs daring yang memuat informasi yang salah, kesalahan tersebut dapat dengan mudah diedit oleh penulis tanpa adanya permohonan maaf kepada pembaca. Berbeda dengan media daring, menurut Agus, kesalahan tulisan pada koran akan jelas terlihat karena berbentuk fisik dan sulit untuk diedit.

Selain perbedaan kualitas informasi, Rusdi mengatakan bahwa kesalahan yang terdapat pada media daring bukan semata kesalahan jurnalis. Bagi Rusdi, masyarakat juga ikut berkontribusi pada produk jurnalis saat ini. Masyarakat sebagai pengunjung situs berita memiliki andil sebagai pembaca. Menurut Rusdi, semakin banyak jumlah pengunjung akan meningkatkan popularitas situs media tersebut. “Sistem ini menyebabkan tulisan dengan judul bombastis, yang memantik rasa penasaran, akan lebih banyak dikunjungi. Sistem tersebut mempengaruhi orientasi media dalam menciptakan konten,” ucap Rusdi.

Rusdi menambahkan bahwa penyedia informasi sekarang bukan hanya melalui jurnalis. “Masyarakat dari berbagai latar belakang ikut meramaikan arus informasi yang ada sehingga menuntut jurnalis untuk mampu menyalurkan berita yang benar-benar valid,” terang Rusdi.  Haryanto menimpali bahwa peran jurnalis kemudian dibutuhkan bukan hanya sebagai penyalur informasi melainkan juga sebagai verifikator informasi yang tersebar di masyarakat.

Dalam menyikapi ketidakakuratan berita, Haryanto berharap masyarakat mampu memastikan kebenaran informasi sebelum menyebarluaskannya guna meminimalisir tersebarnya berita yang tidak benar di masyarakat luas. Ia menerangkan, hal tersebut dapat dilakukan melalui pemeriksaan akurasi berita. “Perlu pengecekan kembali informasi yang sudah dihadirkan, dan periksa keberimbangan beritanya,” jelas Haryanto. [Hasya Nindita, Lukas Rainhard]

etikakilasmediamodernpers
0
Facebook Twitter Google + Pinterest

Artikel Lainnya

Aksi Solidaritas Suara Ibu Indonesia Soroti Kekerasan Negara...

Solidaritas Serikat Buruh Taru Martani Berujung Kemenangan dalam...

IWD Jogja 2026 Soroti Penindasan Perempuan Kelas Pekerja...

Diskusi LSF Ungkap Kekerasan Aparat terhadap Perempuan dalam...

Aksi Solidaritas untuk Arianto Tawakal Dibalas Kekerasan Ormas...

Forum Kamisan Daring Perluas Jejaring Perlawanan Terhadap Pertambangan...

Berikan Komentar Batal Membalas

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Pos Terbaru

  • Aksi Solidaritas Suara Ibu Indonesia Soroti Kekerasan Negara dalam Penyiraman Air Keras terhadap Andrie Yunus

    Maret 17, 2026
  • Solidaritas Serikat Buruh Taru Martani Berujung Kemenangan dalam Aksi Mogok Kerja

    Maret 13, 2026
  • IWD Jogja 2026 Soroti Penindasan Perempuan Kelas Pekerja dan Kelompok Rentan

    Maret 11, 2026
  • Napas Panjang Relokasi Imbas Ambisi Proyek Sumbu Filosofi

    Maret 11, 2026
  • Diskusi LSF Ungkap Kekerasan Aparat terhadap Perempuan dalam Konflik Agraria PSN Banten

    Maret 7, 2026

Jurnal Balairung Vol. 2 No. 2 (2020)

Infografis

Moral Tanpa Tuhan

Sampah Kota Ditopang Swadaya Warga

Berebut Gunungkidul

Yu Par, Legenda Kantin bonbin

Menyambut Coming Out Age dengan Berubah Menjadi Panda

Hubungi Kami

Facebook Twitter Instagram Pinterest

Ads

Footer Logo
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • AWAK
  • KONTAK
  • KONTRIBUSI

©2022 BPPM BALAIRUNG UGM