Balairungpress
  • REDAKSI
    • KILAS
    • ALMAMATER
    • LAPORAN UTAMA
    • APRESIASI
    • WAWANCARA
  • NALAR
    • WAWASAN
    • KAJIAN
    • INSAN WAWASAN
  • REHAT
    • ARSIP
    • BUKU
    • FILM
    • OPINI
    • SASTRA
  • BINGKAI
    • ANALEKTA
    • INFOGRAFIS
    • KOMIK
    • PERISTIWA
    • SKETSA
  • PIPMI
    • Direktori
    • Suplemen
    • PUBLIKASI
  • ENEN
  • IDID
  • Menu Item
Newest post
Diskusi LSF Ungkap Kekerasan Aparat terhadap Perempuan dalam...
Apakah ada Hari Esok untuk Aku Meminum Obat
Gaboleh Pilih-Pilih Makanan
Aksi Solidaritas untuk Arianto Tawakal Dibalas Kekerasan Ormas...
Forum Kamisan Daring Perluas Jejaring Perlawanan Terhadap Pertambangan...
Pesantren Bumi Cendekia Bagikan Upaya Pencegahan Kekerasan Seksual...
Diskusi Buku “Pembangunan Untuk Siapa? Kisah Perempuan di...
LPM Himmah UII Ungkap Ketimpangan Pendidikan Dasar di...
Diskusi Perempuan Adat Kritik Jerat Paksaan Industri Ekstraktif
Muat Candaan Seksis, Buku Gadjah Mada Bercanda Karya...

Balairungpress

  • REDAKSI
    • KILAS
    • ALMAMATER
    • LAPORAN UTAMA
    • APRESIASI
    • WAWANCARA
  • NALAR
    • WAWASAN
    • KAJIAN
    • INSAN WAWASAN
  • REHAT
    • ARSIP
    • BUKU
    • FILM
    • OPINI
    • SASTRA
  • BINGKAI
    • ANALEKTA
    • INFOGRAFIS
    • KOMIK
    • PERISTIWA
    • SKETSA
  • PIPMI
    • Direktori
    • Suplemen
    • PUBLIKASI
  • ENEN
  • IDID
  • Menu Item
ALMAMATER

Mendefinisikan Korupsi, Membangunkan Mahasiswa

Maret 23, 2011

Rabu (23/3), seminar bertajuk “Mungkinkah Indonesia Bersih?: Perspektif Akademis, Gerakan Sosial, Birokrasi, dan Penegak Hukum Terhadap Korupsi” digelar di University Club UGM. Acara yang diadakan oleh Himpunan Mahasiswa Pascasarjana ini berfokus pada definisi korupsi secara mendetail. Selain itu, diharapkan juga dapat menjadi sentakan terhadap kesadaran peserta akan korupsi di sekitarnya. Seperti yang dikemukakan oleh Sumarni Bayu Anita, S.Sos, selaku panitia, “Harapan kami, mahasiswa tahu tentang apa itu korupsi secara detail, melalui empat sudut pandang pembicara yang berbeda, dan ditambah perspektif dari si peserta itu sendiri.”

Dedie A Rachim dari KPK, sebagai pembicara pertama, memberikan perspektif dari penegak hukum korupsi. Ia menyatakan, KPK sebagai lembaga pemberantas korupsi yang mandiri sangat membutuhkan peran serta masyarakat, khususnya mahasiswa, dalam hal pemberantasan korupsi. “Ketidaksempurnaan KPK, diharapkan dilengkapi oleh masyarakat, karena dalam pemberantasan korupsi, KPK tidak bisa sendirian,” papar Dedie.

Mewakili perspektif dari gerakan sosial, Dr. Aris Arif Mundayat dari SIDAK,  mendefinisikan korupsi sebagai penggunaan fasilitas publik untuk kepentingan pribadi. Ini dilatarbelakangi oleh penerapan hukum yang buruk, pemerintahan tidak transparan, dan hasrat melakukan rent-seeking di tingkat legislatif. Pernyataan tersebut diperkuat oleh Hifdzil Alim, SH, dari PUKAT, mewakili perspektif akademis, yakni, “Tiga besar kategori pelaku korupsi di Indonesia didominasi oleh anggota DPR.”

Sedangkan Walikota Yogyakarta, H. Herry Zudianto, mendeskripsikan korupsi melalui penuturannya, “Korupsi apapun, baik korupsi uang maupun jabatan, sebetulnya dimulai dari korupsi komitmen kita.” Ini merujuk pada komitmen terhadap kemerdekaan, yang belakangan ini sangat mudah dilupakan, terutama oleh mereka yang terlalu berpegang pada kekuasaan. “Partai memang yang mengusung saya, tapi hutang terbesar saya adalah kepada rakyat yang telah memberikan kepercayaannya terhadap saya,” tutur Herry menegaskan komitmennya.

Pada akhir acara, kesan positif peserta muncul dari Reni Febriasari, Mahasiswi jurusan Sosiologi 2008, “Saya ingin Indonesia bebas dari korupsi, tapi mungkin sulit kalau enggak dari kesadaran pribadi, pengennya masyarakat bisa sadar akan bahaya korupsi itu sendiri. Dan aku rasa itu bisa diwujudkan dengan seminar ini,” ujarnya. [Sonia]

HMPKorupsimahasiswaseminarugm
0
Facebook Twitter Google + Pinterest

Artikel Lainnya

Kicau Riuh Kampus Hijau UGM

SSPU Tetap Jalan, Aksi Tolak Uang Pangkal Hasilkan...

Habis SSPI, Terbitlah SSPU dalam Dialog Panas Mahasiswa...

Bebani Mahasiswa dengan Biaya Mahal, UGM Bersembunyi di...

Penerapan Uang Pangkal, Neoliberalisasi Berkedok Solusi

Pedagang Kaki Lima Stasiun Wates Digusur Tanpa Dasar...

Berikan Komentar Batal Membalas

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Pos Terbaru

  • Diskusi LSF Ungkap Kekerasan Aparat terhadap Perempuan dalam Konflik Agraria PSN Banten

    Maret 7, 2026
  • Apakah ada Hari Esok untuk Aku Meminum Obat

    Maret 1, 2026
  • Gaboleh Pilih-Pilih Makanan

    Maret 1, 2026
  • Aksi Solidaritas untuk Arianto Tawakal Dibalas Kekerasan Ormas DIY

    Maret 1, 2026
  • Forum Kamisan Daring Perluas Jejaring Perlawanan Terhadap Pertambangan Energi Hijau Panas Bumi

    Februari 16, 2026

Jurnal Balairung Vol. 2 No. 2 (2020)

Infografis

Moral Tanpa Tuhan

Sampah Kota Ditopang Swadaya Warga

Berebut Gunungkidul

Yu Par, Legenda Kantin bonbin

Menyambut Coming Out Age dengan Berubah Menjadi Panda

Hubungi Kami

Facebook Twitter Instagram Pinterest

Ads

Footer Logo
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • AWAK
  • KONTAK
  • KONTRIBUSI

©2022 BPPM BALAIRUNG UGM