Balairungpress
  • REDAKSI
    • KILAS
    • ALMAMATER
    • LAPORAN UTAMA
    • APRESIASI
    • WAWANCARA
  • NALAR
    • WAWASAN
    • KAJIAN
    • INSAN WAWASAN
  • REHAT
    • ARSIP
    • BUKU
    • FILM
    • OPINI
    • SASTRA
  • BINGKAI
    • ANALEKTA
    • INFOGRAFIS
    • KOMIK
    • PERISTIWA
    • SKETSA
  • PIPMI
    • Direktori
    • Suplemen
    • PUBLIKASI
  • Tentang Kami
    • KONTAK
    • Masthead
  • ENEN
  • IDID
Latest post
Kalyanamitra Ungkap Kekerasan Seksual dalam Pernikahan Masih Dinormalisasi
Pesangon Tidak Sesuai, Buruh MSV Studio Lanjutkan Gugatan
Kuliah Kerja Ngapusi!
Yang Mati dari Hukuman Mati
Buruh Pibee Group Menangkan Tuntutan Pelunasan Upah
Ruang Redaksi Belum Aman, AJI Ungkap Kekerasan terhadap...
Aksi Solidaritas Suara Ibu Indonesia Soroti Kekerasan Negara...
Solidaritas Serikat Buruh Taru Martani Berujung Kemenangan dalam...
IWD Jogja 2026 Soroti Penindasan Perempuan Kelas Pekerja...
Napas Panjang Relokasi Imbas Ambisi Proyek Sumbu Filosofi

Balairungpress

  • REDAKSI
    • KILAS
    • ALMAMATER
    • LAPORAN UTAMA
    • APRESIASI
    • WAWANCARA
  • NALAR
    • WAWASAN
    • KAJIAN
    • INSAN WAWASAN
  • REHAT
    • ARSIP
    • BUKU
    • FILM
    • OPINI
    • SASTRA
  • BINGKAI
    • ANALEKTA
    • INFOGRAFIS
    • KOMIK
    • PERISTIWA
    • SKETSA
  • PIPMI
    • Direktori
    • Suplemen
    • PUBLIKASI
  • Tentang Kami
    • KONTAK
    • Masthead
  • ENEN
  • IDID
ALMAMATER

Pengungsi Merapi Menyelematkan Diri ke UGM

November 5, 2010

Jumat(5/11), Gelanggang Mahasiswa UGM dipenuhi  oleh pengungsi. Riuh relawan mewarnai gedung yang biasa digunakan sebagai tempat kegiatan mahasiswa tersebut. 435 pengungsi dari Harjobinangun dan daerah sekitarnya mengungsi ke UGM setelah status aman Merapi ditetapkan menjadi 20 km dari puncak Merapi. Menurut catatan relawan Gelanggang Emergency Response (GER), pengungsi terdiri 206 orang dewasa, 73 orang lansia, 35 anak-anak, dan 19 orang balita. Namun jumlah tersebut meningkat seiring datangnya 333 pengungsi pagi tadi.

Jumat(5/11), Gelanggang Mahasiswa UGM dipenuhi  oleh pengungsi. Riuh relawan mewarnai gedung yang biasa digunakan sebagai tempat kegiatan mahasiswa tersebut. 435 pengungsi dari Harjobinangun dan daerah sekitarnya mengungsi ke UGM setelah status aman Merapi ditetapkan menjadi 20 km dari puncak Merapi. Menurut catatan relawan Gelanggang Emergency Response (GER), pengungsi terdiri 206 orang dewasa, 73 orang lansia, 35 anak-anak, dan 19 orang balita. Namun jumlah tersebut meningkat seiring datangnya 333 pengungsi pagi tadi. “Kini jumlah total pengungsi di Gelanggang 768 orang,” ungkap Larasati, Koordinator Posko GER, aktivis Mapagama. Mahasiswa jurusan Geografi 2006 ini menambahkan jika posko tambahan telah dibuka di Gedung Purna Budaya UGM. Jumlah tersebut, menurut Laras, masih akan meningkat. “Pengungsi bertambah, rata-rata pengungsi yang datang ke sini sebelumnya tinggal di rumah. Bukan di posko.”

Sementara itu daftar kebutuhan pengungsi masih tergolong belum terpenuhi. Logistik dasar seperti peralatan mandi, selimut, alat masak, dan konsumsi masih dibutuhkan. Posko bantuan logistik masih dibuka di UGM. Walau demikian, mahasiswa yang mendaftar menjadi relawan semakin bertambah. Saat ini tercatat lebih dari 200 orang relawan yang mendaftar. “Bagi yang ingin menjadi relawan, dan memberikan bantuan logistik, langsung saja datang ke Gelanggang. Saat ini kami benar-benar membutuhkan bantuan logistik,” kata Laras.

Kesehatan pengungsi tempaknya mulai perlu diperhatikan. 24 pengungsi saat ini dirawat di ruang kesehatan Gelanggang. “Rata-rata lansia, keluhannya pusing, sakit mata, dan sesak nafas,” tutur relawan yang menjaga ruang kesehatan. Walau demikian, penanganan penyakit perngungsi di Gelanggang Mahasiswa tergolong cepat karena telah tersedia dokter. Selain itu suplai obat juga tergolong cukup.

Di sisi belahan UGM yang lain, relawan lain yang tergabung dalam Disaster Emergency Response Unit (DERU) juga menampung bantuan logistik. Unit yang dibentuk Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) UGM ini, bergerak di bidang distribusi logistik,assessment posko, distribusi dana dan trauma healing. Kini tercatat 100 orang  relawan tergabung dalam unit ini. “Ke depannya LPPM juga membuka program KKN terkait bencana Merapi ini,” ungkap Fikri Yuda Adam, koordinator relawan DERU, mahasiswa Kehutanan 2006.  [Gading]

 

Administrator

See author's posts

berita jogjajogja
0
Facebook Twitter Google + Pinterest

Artikel Lainnya

Kicau Riuh Kampus Hijau UGM

SSPU Tetap Jalan, Aksi Tolak Uang Pangkal Hasilkan...

Habis SSPI, Terbitlah SSPU dalam Dialog Panas Mahasiswa...

Bebani Mahasiswa dengan Biaya Mahal, UGM Bersembunyi di...

Penerapan Uang Pangkal, Neoliberalisasi Berkedok Solusi

Pedagang Kaki Lima Stasiun Wates Digusur Tanpa Dasar...

Berikan Komentar Batal Membalas

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Pos Terbaru

  • Kalyanamitra Ungkap Kekerasan Seksual dalam Pernikahan Masih Dinormalisasi

    April 27, 2026
  • Pesangon Tidak Sesuai, Buruh MSV Studio Lanjutkan Gugatan

    April 24, 2026
  • Kuliah Kerja Ngapusi!

    April 15, 2026
  • Yang Mati dari Hukuman Mati

    April 14, 2026
  • Buruh Pibee Group Menangkan Tuntutan Pelunasan Upah

    April 10, 2026

Jurnal Balairung Vol. 2 No. 2 (2020)

Infografis

Moral Tanpa Tuhan

Sampah Kota Ditopang Swadaya Warga

Berebut Gunungkidul

Yu Par, Legenda Kantin bonbin

Menyambut Coming Out Age dengan Berubah Menjadi Panda

Hubungi Kami

Facebook Twitter Instagram Pinterest

Ads

Footer Logo
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • AWAK
  • KONTAK
  • KONTRIBUSI

©2022 BPPM BALAIRUNG UGM