Balairungpress
  • REDAKSI
    • KILAS
    • ALMAMATER
    • LAPORAN UTAMA
    • APRESIASI
    • WAWANCARA
  • NALAR
    • WAWASAN
    • KAJIAN
    • INSAN WAWASAN
  • REHAT
    • ARSIP
    • BUKU
    • FILM
    • OPINI
    • SASTRA
  • BINGKAI
    • ANALEKTA
    • INFOGRAFIS
    • KOMIK
    • PERISTIWA
    • SKETSA
  • PIPMI
    • Direktori
    • Suplemen
    • PUBLIKASI
  • Tentang Kami
    • KONTAK
    • Masthead
  • ENEN
  • IDID
Latest post
Kalyanamitra Ungkap Kekerasan Seksual dalam Pernikahan Masih Dinormalisasi
Pesangon Tidak Sesuai, Buruh MSV Studio Lanjutkan Gugatan
Kuliah Kerja Ngapusi!
Yang Mati dari Hukuman Mati
Buruh Pibee Group Menangkan Tuntutan Pelunasan Upah
Ruang Redaksi Belum Aman, AJI Ungkap Kekerasan terhadap...
Aksi Solidaritas Suara Ibu Indonesia Soroti Kekerasan Negara...
Solidaritas Serikat Buruh Taru Martani Berujung Kemenangan dalam...
IWD Jogja 2026 Soroti Penindasan Perempuan Kelas Pekerja...
Napas Panjang Relokasi Imbas Ambisi Proyek Sumbu Filosofi

Balairungpress

  • REDAKSI
    • KILAS
    • ALMAMATER
    • LAPORAN UTAMA
    • APRESIASI
    • WAWANCARA
  • NALAR
    • WAWASAN
    • KAJIAN
    • INSAN WAWASAN
  • REHAT
    • ARSIP
    • BUKU
    • FILM
    • OPINI
    • SASTRA
  • BINGKAI
    • ANALEKTA
    • INFOGRAFIS
    • KOMIK
    • PERISTIWA
    • SKETSA
  • PIPMI
    • Direktori
    • Suplemen
    • PUBLIKASI
  • Tentang Kami
    • KONTAK
    • Masthead
  • ENEN
  • IDID
KABARKILAS

Tolak RUU Pendidikan Tinggi, BEM KM Beraksi

Maret 29, 2012
istimewa

istimewa

Selasa (27/3) pukul 8.30 WIB, BEM KM UGM menggelar aksi teatrikal di Bundaran UGM. Aksi ini terkait penolakan atas substansi dalam draft Rancangan Undang-Undang Pendidikan Tinggi (RUU PT) yang dihasilkan per 22 Februari 2012 lalu oleh DPR-RI.

Aksi dimulai dengan orasi dari perwakilan BEM KM UGM, kemudian disusul dengan orasi dari perwakilan BEM KM UNY yang turut berpartisipasi dalam aksi ini. Beberapa spanduk bertuliskan, “Selamatkan Pendidikan, Hapus RUU PT”, “Anti Komersial, Anti RUU PT” juga turut melengkapi aksi ini. Peserta aksi tak hanya berorasi dan melantunkan lagu Darah Juang. Sebuah drama teatrikal berjudul “Menjual Pendidikan” juga dipersembahkan oleh BEM KM UGM. Drama teatrikal ini merupakan gambaran bentuk tolakan atas substansi RUU PT yang rencananya akan dibahas secara intens oleh DPR-RI dalam Bulan Maret ini.

Rancangan Undang-Undang Pendidikan Tinggi menjadi bahasan Badan Legislatif (Baleg) DPR-RI terkait Pendidikan Tinggi di Indonesia pasca pembatalan Undang-Undang Badan Hukum Pendidikan pada tahun 2010 lalu. Hasilnya, draft  RUU PT ini telah tersusun pada Bulan Februari lalu. Merujuk pada draft tersebut, BEM KM UGM mengadakan kajian bersama Heri Santoso, S.Fil, M.Hum dari Pusat Studi Pancasila. Kajian bersama ini menemukan beberapa permasalahan substansial dalam RUU PT tersebut.

Ahmad Rizky Mardhatillah Umar selaku Kepala Departemen Kajian Strategis & Kebijakan BEM KM UGM, mengemukakan kajian bersama tersebut temukan kejanggalan pada pasal 77 yaitu, pemerintah melakukan pemilahan perguruan tinggi menjadi tiga jenis: otonom, semi-otonom, dan otonom terbatas. Selain itu, pasal 80, PTN yang berstatus otonom menerima mandat pelaksanaan pendidikan tinggi dengan wewenang mengelola dana secara mandiri, serta mendirikan badan usaha dan mengembangkan dana abadi. Konsep otonomisasi perguruan tinggi ini dikhawatirkan memuat “liberalisasi” dalam pembiayaan.

Pada pasal 90 dalam hal pemenuhan hak mahasiswa, pemerintah memiliki pilihan untuk memberikan dan/atau mengusahakan pinjaman dana kepada mahasiswa. Pinjaman dana kepada mahasiswa ini diberikan tanpa bunga atau dengan bunga (ayat 3) dan dilunasi selepas lulus kuliah atau mendapatkan pekerjaan. Klausul ini dianggap melegitimasi kapitalisme pendidikan yang melihat pendidikan bukan sebagai tanggung jawab negara, tetapi dalam kerangka profit. Hal tersebut jelas bertentangan dengan UUD 1945 pasal 31 ayat (2), yang menyatakan pendidikan adalah hak setiap warga negara.

Guna menyikapi beberapa substansi bermasalah dalam RUU PT tersebut, Senin (26/3) malam lalu diadakan diskusi dan konsolidasi bersama perwakilan beberapa organisasi mahasiswa seluruh Yogyakarta di Sekretariat BEM KM UGM. Kemudian sebagai bentuk konkret hasil konsolidasi tersebut, aksi teatrikal ini menjadi salah satu langkah yang dilakukan BEM KM UGM dalam mengawal isu pembahasan RUU PT. Ivan Nashara selaku Humas BEM KM UGM juga menambahkan jika aksi ini masih akan berlanjut dengan bentuk propaganda yang lain. “Aksi ini sebagai pengingat media, selanjutnya masih ada RDP (Rapat Dengar Pendapat) dan propaganda-propaganda lain yang akan kita jalankan,” tegas Ivan. [Marissa Kuncaraning Probo]

 

Administrator

See author's posts

BPPM Balairungkomersialisasi kampuspers mahasiswaruu perguruan tinggiruu ptugm
0
Facebook Twitter Google + Pinterest

Artikel Lainnya

Kalyanamitra Ungkap Kekerasan Seksual dalam Pernikahan Masih Dinormalisasi

Pesangon Tidak Sesuai, Buruh MSV Studio Lanjutkan Gugatan

Buruh Pibee Group Menangkan Tuntutan Pelunasan Upah

Ruang Redaksi Belum Aman, AJI Ungkap Kekerasan terhadap...

Aksi Solidaritas Suara Ibu Indonesia Soroti Kekerasan Negara...

Solidaritas Serikat Buruh Taru Martani Berujung Kemenangan dalam...

Berikan Komentar Batal Membalas

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Pos Terbaru

  • Kalyanamitra Ungkap Kekerasan Seksual dalam Pernikahan Masih Dinormalisasi

    April 27, 2026
  • Pesangon Tidak Sesuai, Buruh MSV Studio Lanjutkan Gugatan

    April 24, 2026
  • Kuliah Kerja Ngapusi!

    April 15, 2026
  • Yang Mati dari Hukuman Mati

    April 14, 2026
  • Buruh Pibee Group Menangkan Tuntutan Pelunasan Upah

    April 10, 2026

Jurnal Balairung Vol. 2 No. 2 (2020)

Infografis

Moral Tanpa Tuhan

Sampah Kota Ditopang Swadaya Warga

Berebut Gunungkidul

Yu Par, Legenda Kantin bonbin

Menyambut Coming Out Age dengan Berubah Menjadi Panda

Hubungi Kami

Facebook Twitter Instagram Pinterest

Ads

Footer Logo
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • AWAK
  • KONTAK
  • KONTRIBUSI

©2022 BPPM BALAIRUNG UGM