Balairungpress
  • REDAKSI
    • KILAS
    • ALMAMATER
    • LAPORAN UTAMA
    • APRESIASI
    • WAWANCARA
  • NALAR
    • WAWASAN
    • KAJIAN
    • INSAN WAWASAN
  • REHAT
    • ARSIP
    • BUKU
    • FILM
    • OPINI
    • SASTRA
  • BINGKAI
    • ANALEKTA
    • INFOGRAFIS
    • KOMIK
    • PERISTIWA
    • SKETSA
  • PIPMI
    • Direktori
    • Suplemen
    • PUBLIKASI
  • ENEN
  • IDID
  • Menu Item
Newest post
Diskusi LSF Ungkap Kekerasan Aparat terhadap Perempuan dalam...
Apakah ada Hari Esok untuk Aku Meminum Obat
Gaboleh Pilih-Pilih Makanan
Aksi Solidaritas untuk Arianto Tawakal Dibalas Kekerasan Ormas...
Forum Kamisan Daring Perluas Jejaring Perlawanan Terhadap Pertambangan...
Pesantren Bumi Cendekia Bagikan Upaya Pencegahan Kekerasan Seksual...
Diskusi Buku “Pembangunan Untuk Siapa? Kisah Perempuan di...
LPM Himmah UII Ungkap Ketimpangan Pendidikan Dasar di...
Diskusi Perempuan Adat Kritik Jerat Paksaan Industri Ekstraktif
Muat Candaan Seksis, Buku Gadjah Mada Bercanda Karya...

Balairungpress

  • REDAKSI
    • KILAS
    • ALMAMATER
    • LAPORAN UTAMA
    • APRESIASI
    • WAWANCARA
  • NALAR
    • WAWASAN
    • KAJIAN
    • INSAN WAWASAN
  • REHAT
    • ARSIP
    • BUKU
    • FILM
    • OPINI
    • SASTRA
  • BINGKAI
    • ANALEKTA
    • INFOGRAFIS
    • KOMIK
    • PERISTIWA
    • SKETSA
  • PIPMI
    • Direktori
    • Suplemen
    • PUBLIKASI
  • ENEN
  • IDID
  • Menu Item
ALMAMATER

Stasiun Tugu dan Lempuyangan Direnovasi

Agustus 19, 2010

Sejak Mei lalu, Stasiun Tugu dan Lempuyangan kompak direnovasi. Renovasi tersebut fokus pada peninggian peron. Di stasiun Tugu Yogyakarta, peron di jalur 1, 2, dan 6 ditinggikan sampai 1 meter. Sedangkan jalur empat hanya ditinggikan kurang-lebih 40 sentimeter. Di stasiun Lempuyangan, hanya jalur 2 dan dan 3 yang ditinggikan sampai 1 meter. Sedang jalur 1, 5, dan 6 ditinggikan 40 sentimeter. Menurut Eko Budianto, Humas Daerah Operasional (Daop) VI Yogyakarta, renovasi kedua stasiun dimaksudkan agar masyarakat pengguna jasa kereta api semakin nyaman. “Ini semata-mata demi peningkatan pelayanan,” tegasnya.

Sebelum peron di kedua stasiun ditinggikan, jarak dari lantai peron ke pintu kereta cukup tinggi. Naik-turun kereta pun jadi susah. “Kasihan orang yang sudah tua dan perempuan yang pakai rok,” ujar Eko. Hal ini membuat pihak stasiun harus menyediakan tangga untuk membantu penumpang naik-turun kereta. “Nah, setelah peron ditinggikan tidak perlu pakai tangga lagi,” kata Eko.

Namun proses renovasi ini membuat stasiun jadi kurang kondusif. “Otomatis,” kata Miftahul Huda, calon penumpang Madiun Jaya, saat ditanya apakah terganggu dengan proses renovasi. Ia terganggu suara bising dan banyaknya debu yang mengepul di stasiun Tugu Yogyakarta. Pihak stasiun bukannya tidak menyadari hal ini. Jumirin, Kepala Stasiun Tugu Yogyakarta, menyatakan bahwa kondisi yang terganggu akibat renovasi adalah hal yang wajar. “Kan ke depannya demi kenyamanan penumpang juga,” ujarnya.

Selain kenyamanan calon penumpang yang terganggu, kemanan para pekerja renovasi juga menjadi perhatian pihak stasiun. “Keamanan, kelancaran, dan kenyamanan stasiun selama renovasi memang sudah tugas kami,” tutur Agus, Kepala Stasiun Lempuyangan. Untuk keamanan para pekerja renovasi, stasiun lempuyangan mempekerjakan tiga train watcher. “Jadi kalau ada kereta datang, train watcher akan memperingatkan para pekerja,” papar Agus.

Stasiun Tugu Yogyakarta dipadati kurang-lebih 5 ribu calon penumpang setiap harinya, sedang stasiun Lempuyangan disesaki lebih dari 3 ribu calon penumpang. Pada momen-momen tertentu calon penumpang di kedua ini melonjak. “Makanya sekarang sedang dikebut agar sebelum memasuki masa mudik Lebaran renovasi sudah rampung,” pungkas Jumirin.[Azhar]

keretalempuyanganrenovasistasiuntuguyogyakarta
0
Facebook Twitter Google + Pinterest

Artikel Lainnya

Kicau Riuh Kampus Hijau UGM

SSPU Tetap Jalan, Aksi Tolak Uang Pangkal Hasilkan...

Habis SSPI, Terbitlah SSPU dalam Dialog Panas Mahasiswa...

Bebani Mahasiswa dengan Biaya Mahal, UGM Bersembunyi di...

Penerapan Uang Pangkal, Neoliberalisasi Berkedok Solusi

Pedagang Kaki Lima Stasiun Wates Digusur Tanpa Dasar...

Berikan Komentar Batal Membalas

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Pos Terbaru

  • Diskusi LSF Ungkap Kekerasan Aparat terhadap Perempuan dalam Konflik Agraria PSN Banten

    Maret 7, 2026
  • Apakah ada Hari Esok untuk Aku Meminum Obat

    Maret 1, 2026
  • Gaboleh Pilih-Pilih Makanan

    Maret 1, 2026
  • Aksi Solidaritas untuk Arianto Tawakal Dibalas Kekerasan Ormas DIY

    Maret 1, 2026
  • Forum Kamisan Daring Perluas Jejaring Perlawanan Terhadap Pertambangan Energi Hijau Panas Bumi

    Februari 16, 2026

Jurnal Balairung Vol. 2 No. 2 (2020)

Infografis

Moral Tanpa Tuhan

Sampah Kota Ditopang Swadaya Warga

Berebut Gunungkidul

Yu Par, Legenda Kantin bonbin

Menyambut Coming Out Age dengan Berubah Menjadi Panda

Hubungi Kami

Facebook Twitter Instagram Pinterest

Ads

Footer Logo
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • AWAK
  • KONTAK
  • KONTRIBUSI

©2022 BPPM BALAIRUNG UGM