Balairungpress
  • REDAKSI
    • KILAS
    • ALMAMATER
    • LAPORAN UTAMA
    • APRESIASI
    • WAWANCARA
  • NALAR
    • WAWASAN
    • KAJIAN
    • INSAN WAWASAN
  • REHAT
    • ARSIP
    • BUKU
    • FILM
    • OPINI
    • SASTRA
  • BINGKAI
    • ANALEKTA
    • INFOGRAFIS
    • KOMIK
    • PERISTIWA
    • SKETSA
  • PIPMI
    • Direktori
    • Suplemen
    • PUBLIKASI
  • Tentang Kami
    • KONTAK
    • Masthead
  • ENEN
  • IDID
Latest post
Kuliah Kerja Ngapusi!
Yang Mati dari Hukuman Mati
Buruh Pibee Group Menangkan Tuntutan Pelunasan Upah
Ruang Redaksi Belum Aman, AJI Ungkap Kekerasan terhadap...
Aksi Solidaritas Suara Ibu Indonesia Soroti Kekerasan Negara...
Solidaritas Serikat Buruh Taru Martani Berujung Kemenangan dalam...
IWD Jogja 2026 Soroti Penindasan Perempuan Kelas Pekerja...
Napas Panjang Relokasi Imbas Ambisi Proyek Sumbu Filosofi
Diskusi LSF Ungkap Kekerasan Aparat terhadap Perempuan dalam...
Apakah ada Hari Esok untuk Aku Meminum Obat

Balairungpress

  • REDAKSI
    • KILAS
    • ALMAMATER
    • LAPORAN UTAMA
    • APRESIASI
    • WAWANCARA
  • NALAR
    • WAWASAN
    • KAJIAN
    • INSAN WAWASAN
  • REHAT
    • ARSIP
    • BUKU
    • FILM
    • OPINI
    • SASTRA
  • BINGKAI
    • ANALEKTA
    • INFOGRAFIS
    • KOMIK
    • PERISTIWA
    • SKETSA
  • PIPMI
    • Direktori
    • Suplemen
    • PUBLIKASI
  • Tentang Kami
    • KONTAK
    • Masthead
  • ENEN
  • IDID
KABAR

Eclipse Symphony: Perhelatan Mini GMCO

Maret 6, 2012

Ada yang berbeda di Jalan Sagan No. 3 Yogyakarta pada Jumat malam (2/3). Alunan melodi terdengar dari auditorium kecil Lembaga Pendidikan Indonesia Perancis (LIP) Yogyakarta.  Ruangan tersebut disulap menjadi panggung perhelatan konser mini ketiga Gadjah Mada Chamber Orchestra (GMCO) Universitas Gadjah Mada yang diadakan secara rutin tiap tahunnya.

Tema yang diusung pada konser mini malam itu ialah Eclipse Symphony. Panitia memiliki alasan tersendiri mengapa memilihEclipse Symphony sebagai tema perhelatan konser GMCO kali ini. “Eclipse memilki arti gerhana yang merupakan fenomena langka dan mudah terkenang di hati masyarakat,” ungkap Vella Sekar Arianti selaku ketua pantia. Ia berharap konser GMCO kali ini layaknya gerhana yang akan terkenang selalu di hati para pemirsanya.

Gadjah Mada Chamber Orchestra dalam konser mini kali ini, memadukan antara musik klasik dengan musik modern. Sebagai persembahan pertama, GMCO menyajikan tiga buah lagu sekaligus yang dikomposeri oleh Yosef Adicita, mahasiswa Jurusan Filsafat 2008. Berikutnya disusul dengan beberapa penampilan kolaborasi lain yang menambah perhatian penonton pada konser malam itu.

Repertoar atau daftar lagu yang dimainkan dalam konser ini berjumlah 16 buah lagu yang merupakan kombinasi antara music klasik dan modern. Musik modern yang dimainkan diantaranya “Nearer, My God”, sebuah lagu religius umum yang juga menjadi salah satusoundtrack dalam film Titanic serta “Dilema” yang dipopulerkan oleh Cherry Belle. GMCO juga berkolaborasi dengan Paduan Suara Mahasiswa UGM dalam membawakan lagu “Yang Terbaik Bagimu” yang dipopulerkan oleh Ada Band bersama Gita Gutawa.

Penonton datang dari berbagai kalangan, mahasiswa, pecinta musik instrumental serta keluarga dari pemain orkestra. Hal itu terlihat sejak panitia mempublikasikan acara ini, dua ratus tiket yang disediakan panitia terjual habis hanya dalam tempo satu hari. Konser miniyang digelar oleh angkatan ke-4 GMCO ini dibuka pada pukul 19.10 WIB. Konser orkestra yang biasanya terkesan formal dikemas menjadi lebih santai dan menarik.

Semakin malam acara berlangsung, antusiasme penonton justru semakin bertambah. Berbagai komentar positif datang dari para pemirsa yang menyaksikan perhelatan mini ini. Salah satunya dari Ruth Amelia, seorang mahasiswa Fakultas Teknik 2011. Ia  berharap agar GMCO serta UKM-UKM Seni lainnya lebih sering untuk menggelar pentas seni layaknya konser malam itu. “Selain sebagai wadah untuk mengasah potensi mahasiswa dalam bermusik juga menjadi hiburan bagi para mahasiswa yang menyaksikannya,” tambahnya.

Puput Pramuditya, mahasiswa ISI Jurusan Musik Penciptaan 2008 selaku penata lagu mengaku takjub atas penampilan mereka yang secara akademis tidak mempelajari musik namun bisa tampil dengan maksimal. Panitia pun mengaku puas atas terselenggaranya konser ini. “Antusiasme penonton melebihi yang kami harapkan, apalagi untuk mempersiapkan konser kali ini tergolong singkat,“ ujar Yosef Adicita selaku komponis sekaligus penata aransement GMCO. “Panitia baru dibentuk pada bulan Januari lalu. Jadwal latihan juga terpotong liburan semester. Jadi latihan intensif hanya dua minggu terakhir ini, saat kita sudah mulai kuliah,” tambah ketua panitia, Vella.

Sebagai penutup perhelatan mini ini, GMCO mempersembahkan satu lagu tambahan yang diminta secara langsung oleh penonton. Lagu bergenre ceria menjadi penutup manis pentas musik malam itu. Satu persatu penonton meninggalkan auditorium, terlihat beberapa kerabat serta teman dari pemain orchestra sibuk berfoto bersama untuk mengabadikan moment saat itu. [Danny Izza, Farah Dinna Pratiwi, Marisa Kuncaraning Probo]

 

Administrator

See author's posts

balairungBPPM Balairunggmcopers mahasiswa balairungugm
0
Facebook Twitter Google + Pinterest

Artikel Lainnya

Peringatan Hari Perempuan Sedunia 2022 Tuntut Bebaskan Perempuan...

Tuntut Audiensi dan Pencabutan IPL, Aksi untuk Wadas...

Penyintas Kekerasan Tuntut Keadilan Lewat Karya Tulis

Di Balik Kampanye Antitembakau, Industri Farmasi Monopoli Nikotin

Pelarangan Senjata Nuklir Kian Mendesak di Tengah Konflik...

Survei LSI: Masyarakat dan Partai Politik Kompak Menolak...

Berikan Komentar Batal Membalas

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Pos Terbaru

  • Kuliah Kerja Ngapusi!

    April 15, 2026
  • Yang Mati dari Hukuman Mati

    April 14, 2026
  • Buruh Pibee Group Menangkan Tuntutan Pelunasan Upah

    April 10, 2026
  • Ruang Redaksi Belum Aman, AJI Ungkap Kekerasan terhadap Jurnalis Perempuan

    April 9, 2026
  • Aksi Solidaritas Suara Ibu Indonesia Soroti Kekerasan Negara dalam Penyiraman Air Keras terhadap Andrie Yunus

    Maret 17, 2026

Jurnal Balairung Vol. 2 No. 2 (2020)

Infografis

Moral Tanpa Tuhan

Sampah Kota Ditopang Swadaya Warga

Berebut Gunungkidul

Yu Par, Legenda Kantin bonbin

Menyambut Coming Out Age dengan Berubah Menjadi Panda

Hubungi Kami

Facebook Twitter Instagram Pinterest

Ads

Footer Logo
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • AWAK
  • KONTAK
  • KONTRIBUSI

©2022 BPPM BALAIRUNG UGM