Balairungpress
  • REDAKSI
    • KILAS
    • ALMAMATER
    • LAPORAN UTAMA
    • APRESIASI
    • WAWANCARA
  • NALAR
    • WAWASAN
    • KAJIAN
    • INSAN WAWASAN
  • REHAT
    • ARSIP
    • BUKU
    • FILM
    • OPINI
    • SASTRA
  • BINGKAI
    • ANALEKTA
    • INFOGRAFIS
    • KOMIK
    • PERISTIWA
    • SKETSA
  • PIPMI
    • Direktori
    • Suplemen
    • PUBLIKASI
  • ENEN
  • IDID
  • Menu Item
Latest post
Katrin Bandel: Konstruksi Gender dan Perempuan dalam Wacana...
Kiamat Kecil di Timbulsloko
Berat Sebelah Kuasa Poligami
Difabel
APATIS Soroti Lonjakan Biaya Pendidikan, Serukan Mahasiswa Terus...
Perempuan Tagih Janji Puan Sahkan RUU PPRT
Rajam Norma Hetero Melintang Zaman
balpress
balpress
Pesan Teror dan Intimidasi Menghiasi Aksi #KawalPutusanMK di...

Balairungpress

  • REDAKSI
    • KILAS
    • ALMAMATER
    • LAPORAN UTAMA
    • APRESIASI
    • WAWANCARA
  • NALAR
    • WAWASAN
    • KAJIAN
    • INSAN WAWASAN
  • REHAT
    • ARSIP
    • BUKU
    • FILM
    • OPINI
    • SASTRA
  • BINGKAI
    • ANALEKTA
    • INFOGRAFIS
    • KOMIK
    • PERISTIWA
    • SKETSA
  • PIPMI
    • Direktori
    • Suplemen
    • PUBLIKASI
  • ENEN
  • IDID
  • Menu Item
KABARKILAS

Asuransi dan Perekonomian yang Hampir Mati

Maret 9, 2013
©Arifanny F.

©Arifanny F.

Kamis (7/3) pagi, orang-orang tampak berdatangan ke Gedung I Fakultas Hukum (FH) UGM. Mereka hendak mengikuti seminar Asuransi Sosial bertajuk “Peluang dan Tantangan Sebagai Sistem Jaminan Sosial”. Seminar ini merupakan rangkaian acara besar bertemakan Insurance Goes To Campus (IGTS) yang diselenggarakan oleh Industri Perasuransian Indonesia (IPI). Hadir sebagai pembicara, Drs. Frans Wiyono, AAIK, dr. Veronica Margi Susilowati, M. Kes, AAK, dan Frans Lamury, ANZIIF.

Membuka seminar, Sulastriyono, Wakil Dekan Bidang Penelitian dan Pengabdian Masyarakat FH UGM, mengatakan, “keadaan industri asuransi saat ini sedang terjadi ketidaksepahaman antara pemerintah, masyarakat, dan para ahli hukum,” paparnya kepada para hadirin. Menurutnya hal demikian tidak boleh terjadi karena ketiga elemen tersebut seharusnya saling bersinergi untuk menghadapi tantangan globalisasi.

Selanjutnya Dr. Anthonius Antonli, ketua IGTC, menjelaskan bahwa saat ini pengetahuan dan kesadaran masyarakat untuk berasuransi masih minim. Akibatnya, berdasarkan data Kementerian Keuangan, persentase perbandingan premi dengan produk domestik bruto Indonesia berada pada angka 2%. Angka itu masih sedikit jika dibandingkan dengan negara maju seperti Amerika yang berada di angka 10%. “Kita akan memasuki persaingan non- senjata, kita harus mencari cara agar kita bisa memimpin perekonomian di era globalisasi ini,” jelasnya.

Akibat minimnya pengetahuan dan kesadaran tersebut, masyarakat Indonesia menjadi “enggan” bekerja di industri asuransi. Padahal industri asuransi saat ini sedang mengalami perkembangan yang sangat pesat. “Ke depannya kalau kita tidak mengedukasi masyarakat, peluang ini dikhawatirkan akan diambil oleh pihak asing sampai dengan staff,” ungkap Anthonius.

Lebih lanjut Anthonius berharap para akademisi nantinya dapat menyampaikan ilmu yang diperoleh melalui penyuluhan kepada masyarakat. Mengingat sekolah yang berfokus pada pendidikan asuransi sangat sedikit, maka seminar ini dapat memberikan kesadaran pentingnya pendidikan asuransi. “Saat ini hanya ada tiga sekolah dengan fokus kajian asuransi.  Ketiga sekolah itupun berlokasi di Jakarta,” tandasnya. [Arifanny Faizal]

 

0
Facebook Twitter Google + Pinterest

Artikel Lainnya

SEJAGAD, Serikat Pekerja Kampus Pertama di Indonesia, Resmi Didirikan

IWD Jogja 2026 Soroti Penindasan Perempuan Kelas Pekerja...

Diskusi LSF Ungkap Kekerasan Aparat terhadap Perempuan dalam...

Aksi Solidaritas untuk Arianto Tawakal Dibalas Kekerasan Ormas...

Forum Kamisan Daring Perluas Jejaring Perlawanan Terhadap Pertambangan...

Pesantren Bumi Cendekia Bagikan Upaya Pencegahan Kekerasan Seksual...

Berikan Komentar Batal Membalas

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Pos Terbaru

  • Katrin Bandel: Konstruksi Gender dan Perempuan dalam Wacana Pascakolonial

    Maret 12, 2026
  • Kiamat Kecil di Timbulsloko

    Maret 12, 2026
  • Berat Sebelah Kuasa Poligami

    Maret 12, 2026
  • Difabel

    Maret 12, 2026
  • APATIS Soroti Lonjakan Biaya Pendidikan, Serukan Mahasiswa Terus “Berisik”

    Maret 12, 2026

Jurnal Balairung Vol. 2 No. 2 (2020)

Infografis

Sepah Pemerintah Ditadah Bank Sampah

Sampah Kota Ditopang Swadaya Warga

Moral Tanpa Tuhan

Sampah Kota Ditopang Swadaya Warga

Berebut Gunungkidul

Hubungi Kami

Facebook Twitter Instagram Pinterest

Ads

Footer Logo
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • AWAK
  • KONTAK
  • KONTRIBUSI

©2022 BPPM BALAIRUNG UGM