Balairungpress
  • REDAKSI
    • KILAS
    • ALMAMATER
    • LAPORAN UTAMA
    • APRESIASI
    • WAWANCARA
  • NALAR
    • WAWASAN
    • KAJIAN
    • INSAN WAWASAN
  • REHAT
    • ARSIP
    • BUKU
    • FILM
    • OPINI
    • SASTRA
  • BINGKAI
    • ANALEKTA
    • INFOGRAFIS
    • KOMIK
    • PERISTIWA
    • SKETSA
  • PIPMI
    • Direktori
    • Suplemen
    • PUBLIKASI
  • Tentang Kami
    • Masterhead
  • ENEN
  • IDID
Latest post
Aksi Solidaritas Suara Ibu Indonesia Soroti Kekerasan Negara...
Solidaritas Serikat Buruh Taru Martani Berujung Kemenangan dalam...
IWD Jogja 2026 Soroti Penindasan Perempuan Kelas Pekerja...
Napas Panjang Relokasi Imbas Ambisi Proyek Sumbu Filosofi
Diskusi LSF Ungkap Kekerasan Aparat terhadap Perempuan dalam...
Apakah ada Hari Esok untuk Aku Meminum Obat
Gaboleh Pilih-Pilih Makanan
Aksi Solidaritas untuk Arianto Tawakal Dibalas Kekerasan Ormas...
Forum Kamisan Daring Perluas Jejaring Perlawanan Terhadap Pertambangan...
Pesantren Bumi Cendekia Bagikan Upaya Pencegahan Kekerasan Seksual...

Balairungpress

  • REDAKSI
    • KILAS
    • ALMAMATER
    • LAPORAN UTAMA
    • APRESIASI
    • WAWANCARA
  • NALAR
    • WAWASAN
    • KAJIAN
    • INSAN WAWASAN
  • REHAT
    • ARSIP
    • BUKU
    • FILM
    • OPINI
    • SASTRA
  • BINGKAI
    • ANALEKTA
    • INFOGRAFIS
    • KOMIK
    • PERISTIWA
    • SKETSA
  • PIPMI
    • Direktori
    • Suplemen
    • PUBLIKASI
  • Tentang Kami
    • Masterhead
  • ENEN
  • IDID
KONTRIBUSISASTRA

Puisi-puisi Nurul Anisa

Januari 31, 2018

©Istimewa

Gara-Gara Semesta Sembelit

Para cukong berdansa
Di bubungan sumur-sumur licin
Menganaki banyak kilang api

Dari mana arah binasa mereinkarnasi perang
Dengan peluh petani-petani tak berharta
Meratapi kubur panen yang gagal

Meski seribu kematian
Mengetuk-ngetuk wajah
Kelaparan lebih hebat
Buat manusia jadi gusar

Sejak saat itu
Perang dijadikan firman

 

Pada Seorang Anak yang Menagih Pulang Kepada Ibunya yang Mati di Negeri Orang

Kapan kita pulang, Bu
Pulang pada hari-hari seperti biasa
Bisakah kita menang, Bu
Atau cukupkah sabar menjadikan kita menang
Kata tetangga, ikhlaskan saja
Andai mereka jadi kita, Bu

Bu, tanah airku di air matamu
Tak cukup tempat bagi kita, Bu
Nurani telah menelantarkan sejauh ini

Mau sampai kapan, Bu?
Dewa-dewa sedang tidur pulas
Negara sedang cuti dari penderitaan kita

Bu
Pulanglah
Untuk lebaran kali ini saja
Bawakan aku baju baru
Walau lebaran juga telah grusu
Beranjak lalu begitu saja

Nurul Anisa
Lahir di Pati, 25 Februari 1997. Saat ini sedang menyelesaikan kuliahnya di Prodi Sastra Indonesia UGM. Kritik dan saran atas karya dapat disampaikan melalui [email protected]

 

Foto dari michael.wrigren via VisualHunt.com / CC BY-SA

IbuNurulpetanipuisi
0
Facebook Twitter Google + Pinterest

Artikel Lainnya

Ruang-Ruang Untuk Kami dan Puisi-Puisi Lainnya

Rumah Api

Jejak Tan dan Puisi-Puisi Lainnya

Kota Kata

Cita-Cita Karima

Surat Pengadilan

Berikan Komentar Batal Membalas

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Pos Terbaru

  • Aksi Solidaritas Suara Ibu Indonesia Soroti Kekerasan Negara dalam Penyiraman Air Keras terhadap Andrie Yunus

    Maret 17, 2026
  • Solidaritas Serikat Buruh Taru Martani Berujung Kemenangan dalam Aksi Mogok Kerja

    Maret 13, 2026
  • IWD Jogja 2026 Soroti Penindasan Perempuan Kelas Pekerja dan Kelompok Rentan

    Maret 11, 2026
  • Napas Panjang Relokasi Imbas Ambisi Proyek Sumbu Filosofi

    Maret 11, 2026
  • Diskusi LSF Ungkap Kekerasan Aparat terhadap Perempuan dalam Konflik Agraria PSN Banten

    Maret 7, 2026

Jurnal Balairung Vol. 2 No. 2 (2020)

Infografis

Moral Tanpa Tuhan

Sampah Kota Ditopang Swadaya Warga

Berebut Gunungkidul

Yu Par, Legenda Kantin bonbin

Menyambut Coming Out Age dengan Berubah Menjadi Panda

Hubungi Kami

Facebook Twitter Instagram Pinterest

Ads

Footer Logo
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • AWAK
  • KONTAK
  • KONTRIBUSI

©2022 BPPM BALAIRUNG UGM