Balairungpress
  • REDAKSI
    • KILAS
    • ALMAMATER
    • LAPORAN UTAMA
    • APRESIASI
    • WAWANCARA
  • NALAR
    • WAWASAN
    • KAJIAN
    • INSAN WAWASAN
  • REHAT
    • ARSIP
    • BUKU
    • FILM
    • OPINI
    • SASTRA
  • BINGKAI
    • ANALEKTA
    • INFOGRAFIS
    • KOMIK
    • PERISTIWA
    • SKETSA
  • PIPMI
    • Direktori
    • Suplemen
    • PUBLIKASI
  • ENEN
  • IDID
Latest post
Aksi Solidaritas Suara Ibu Indonesia Soroti Kekerasan Negara...
Solidaritas Serikat Buruh Taru Martani Berujung Kemenangan dalam...
IWD Jogja 2026 Soroti Penindasan Perempuan Kelas Pekerja...
Napas Panjang Relokasi Imbas Ambisi Proyek Sumbu Filosofi
Diskusi LSF Ungkap Kekerasan Aparat terhadap Perempuan dalam...
Apakah ada Hari Esok untuk Aku Meminum Obat
Gaboleh Pilih-Pilih Makanan
Aksi Solidaritas untuk Arianto Tawakal Dibalas Kekerasan Ormas...
Forum Kamisan Daring Perluas Jejaring Perlawanan Terhadap Pertambangan...
Pesantren Bumi Cendekia Bagikan Upaya Pencegahan Kekerasan Seksual...

Balairungpress

  • REDAKSI
    • KILAS
    • ALMAMATER
    • LAPORAN UTAMA
    • APRESIASI
    • WAWANCARA
  • NALAR
    • WAWASAN
    • KAJIAN
    • INSAN WAWASAN
  • REHAT
    • ARSIP
    • BUKU
    • FILM
    • OPINI
    • SASTRA
  • BINGKAI
    • ANALEKTA
    • INFOGRAFIS
    • KOMIK
    • PERISTIWA
    • SKETSA
  • PIPMI
    • Direktori
    • Suplemen
    • PUBLIKASI
  • ENEN
  • IDID
KABARKILAS

Kekerasan Massa Warnai Revolusi Indonesia

Februari 15, 2014
©Aliftya.bal

©Aliftya.bal

“Kekerasan massa adalah bagian penting dari sejarah revolusi,” kata Dr. Abdul Wahid, Kamis (13/2). Ia menyampaikan hal tersebut dalam seminar bertema ‘Kekerasan Massa pada Masa Revolusi di Indonesia, 1945-1950’ di Fakultas Ilmu Budaya UGM. Ia kemudian menerangkan bahwa kekerasan massa berupa pemakaian kekuatan untuk membahayakan publik itu berkembang pesat pada masa revolusi.

Wahid menjelaskan bahwa maraknya kekerasan massa pada masa revolusi disebabkan oleh banyaknya konflik seperti peperangan. “Pada masa itu terjadi banyak peperangan, salah satunya perang antara Jepang dan Sekutu,” terangnya. Selain itu, proklamasi kemerdekaan dan pemberontakan para komunis juga turut membuat situasi politik Indonesia tidak stabil. Ia menyimpulkan, “Ketiga kejadian tersebut membuat kekerasan massa tidak terhindarkan.”

Pembicara dari KITLV Leiden, Dr. Harry Poeze, memaparkan bahwa secara umum kekerasan massa terdiri dari beberapa bentuk. Salah satunya adalah kekerasan internal. Ia menjelaskan bahwa kekerasan internal dilakukan rakyat untuk menggulingkan pemerintahannya sendiri. “Contoh pelaku kekerasan internal adalah Partai Komunis Indonesia (PKI),” rujuknya pada peristiwa G30S yang menelan banyak korban jiwa.

Selain kekerasan internal, menurut Wahid, bentuk lain dari kekerasan massa adalah kekerasan ‘bersiap’ di Pulau Jawa. Ia menerangkan bahwa kegiatan berupa teror dan pembunuhan yang dilakukan kelompok paramiliter Indonesia terhadap penduduk Eropa itu telah menelan ribuan korban jiwa. “Selain itu, terdapat puluhan ribu korban menghilang,” tambahnya.

Wahid melanjutkan bahwa kekerasan bersiap mirip dengan genosida. “Namun, genosida membutuhkan peran negara, sedangkan kekerasan bersiap tidak,” tambahnya. Ia menjelaskan bahwa genosida adalah pembantaian suatu suku bangsa atau kelompok. “Berdasarkan banyaknya jumlah korban, genosida dapat dikategorikan sebagai kekerasan massa,” pungkasnya.

Pembahasan mengenai kekerasan massa memancing komentar dari peserta seminar. “Kekerasan massa merupakan topik yang unik dan segar,” kata Iqbal Rizaldin, mahasiswa Jurusan Ilmu Sejarah 2009. Ia berharap agar wawasan dari seminar tersebut tak hanya diserap oleh kalangan akademisi, tetapi juga masyarakat umum. [Ratu Pandan Wangi, Budi Triwibowo Yuli Widhiyato]

 

 

fibIndonesiakekerasan massarevolusisejarah
0
Facebook Twitter Google + Pinterest

Artikel Lainnya

Aksi Solidaritas Suara Ibu Indonesia Soroti Kekerasan Negara...

Solidaritas Serikat Buruh Taru Martani Berujung Kemenangan dalam...

IWD Jogja 2026 Soroti Penindasan Perempuan Kelas Pekerja...

Diskusi LSF Ungkap Kekerasan Aparat terhadap Perempuan dalam...

Aksi Solidaritas untuk Arianto Tawakal Dibalas Kekerasan Ormas...

Forum Kamisan Daring Perluas Jejaring Perlawanan Terhadap Pertambangan...

Berikan Komentar Batal Membalas

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Pos Terbaru

  • Aksi Solidaritas Suara Ibu Indonesia Soroti Kekerasan Negara dalam Penyiraman Air Keras terhadap Andrie Yunus

    Maret 17, 2026
  • Solidaritas Serikat Buruh Taru Martani Berujung Kemenangan dalam Aksi Mogok Kerja

    Maret 13, 2026
  • IWD Jogja 2026 Soroti Penindasan Perempuan Kelas Pekerja dan Kelompok Rentan

    Maret 11, 2026
  • Napas Panjang Relokasi Imbas Ambisi Proyek Sumbu Filosofi

    Maret 11, 2026
  • Diskusi LSF Ungkap Kekerasan Aparat terhadap Perempuan dalam Konflik Agraria PSN Banten

    Maret 7, 2026

Jurnal Balairung Vol. 2 No. 2 (2020)

Infografis

Moral Tanpa Tuhan

Sampah Kota Ditopang Swadaya Warga

Berebut Gunungkidul

Yu Par, Legenda Kantin bonbin

Menyambut Coming Out Age dengan Berubah Menjadi Panda

Hubungi Kami

Facebook Twitter Instagram Pinterest

Ads

Footer Logo
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • AWAK
  • KONTAK
  • KONTRIBUSI

©2022 BPPM BALAIRUNG UGM