Balairungpress
  • REDAKSI
    • KILAS
    • ALMAMATER
    • LAPORAN UTAMA
    • APRESIASI
    • INSAN WAWASAN
  • NALAR
    • WAWASAN
    • KAJIAN
  • REHAT
    • ARSIP
    • BUKU
    • FILM
    • OPINI
    • SASTRA
  • BINGKAI
    • ANALEKTA
    • INFOGRAFIS
    • KOMIK
    • PERISTIWA
    • SKETSA
  • PIPMI
    • Direktori
    • Suplemen
    • PUBLIKASI
  • ENEN
  • IDID
Newest post
Pesantren Bumi Cendekia Bagikan Upaya Pencegahan Kekerasan Seksual...
Diskusi Buku “Pembangunan Untuk Siapa? Kisah Perempuan di...
LPM Himmah UII Ungkap Ketimpangan Pendidikan Dasar di...
Diskusi Perempuan Adat Kritik Jerat Paksaan Industri Ekstraktif
Muat Candaan Seksis, Buku Gadjah Mada Bercanda Karya...
Tilik Relasi Kolonial di Papua dalam Diskusi Papua...
Diskusi Pendidikan dan Demokrasi, Ungkap Gagalnya Pendidikan dalam...
Kota Batik yang Tenggelam
Titah AW: Jurnalisme Bisa Jadi Kanal Pengetahuan Lokal
Membumikan Ilmu Bumi

Balairungpress

  • REDAKSI
    • KILAS
    • ALMAMATER
    • LAPORAN UTAMA
    • APRESIASI
    • INSAN WAWASAN
  • NALAR
    • WAWASAN
    • KAJIAN
  • REHAT
    • ARSIP
    • BUKU
    • FILM
    • OPINI
    • SASTRA
  • BINGKAI
    • ANALEKTA
    • INFOGRAFIS
    • KOMIK
    • PERISTIWA
    • SKETSA
  • PIPMI
    • Direktori
    • Suplemen
    • PUBLIKASI
  • ENEN
  • IDID
DIALEKTIKA

KPK Bangun Kesadaran Antikorupsi Lewat Dialog

Desember 3, 2011

Rabu malam (30/11), Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengadakan dialog kebudayaan di Pendapa Taman Siswa bertajuk “Negara Hukum, Manusia Akhlak. ” KPK menghadirkan Busyro Muqoddas selaku Ketua KPK dan Chandra M. Hamzah, Wakil Ketua KPK.

Narasumber yang diundang dalam dialog malam tersebut antara lain Wakil Jaksa Agung Dharmono, Kepala Badan Resese dan Kriminal (Kabareskrim) Polri Komjen Polisi Sutarman, dan Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UGM, Pratikno. KPK juga mengajak budayawan dan pemuka agama seperti Emha Ainun Nadjib atau yang lebih dikenal dengan Cak Nun, Romo Shindu, Kang Sobary, dan Sudjiwo Tedjo untuk turut menyumbangkan pikiran.

Malam itu Cak Nun bertindak sebagai moderator dialog. Sebagai pembuka, ia memaparkan pandangannya mengenai Islam. “Islam seharusnya membawa rasa aman dan kenyamanan bagi umat manusia di seluruh dunia, baik aman harta, nyawa, maupun martabat,” tutur Cak Nun.

Pembicara pertama adalah Busyro Muqoddas yang menekankan mengenai pentingnya peranan rakyat dalam pemberantasan korupsi. “Rakyat harus diberdayakan. Jangan mengandalkan pada penegak hukum saja. Sinergi antara rakyat dan pemerintah mutlak diperlukan,” tegas Busyro.

Sesi kedua diisi oleh Romo Sindhu yang menyoroti korupsi sebagai suatu tindak kejahatan berat. “Korupsi bukan hanya kejahatan menilap uang, tapi kejahatan terhadap kemanusiaan,” ujar Romo Sindhu yang disambut sorak-sorai penonton.

Kabareskrim Komjen Polisi Sutarman, di sesi selanjutnya menegaskan bahwa korupsi bukanlah budaya. “Manusia menjadi korup karena sudah keblinger, menjadikan uang dan jabatan menjadi tujuan hidup. Padahal sejatinya, jabatan adalah amanah, bukanlah target,” kata Sutarman.

Ketika sesi tanya jawab dibuka, antusiasme penonton terlihat besar, terbukti dari banyaknya penanya.  Pertanyaan berkisar dari tindakan preventif untuk mengurangi korupsi hingga metode hukuman seorang koruptor. “Seorang koruptor seharusnya layak untuk diberi hukuman mati,” pendapat seorang pengunjung.

Dialog terus berlangsung hingga tengah malam, dilanjutkan dengan sesi informal yang baru  akan selesai dini hari. Banyak penonton yang masih bertahan hingga acara usai, menunjukkan besarnya antusiasme masyarakat. “Sepertinya memang KPK harus lebih banyak mengadakan acara semacam ini di kota-kota lain,” ungkap Busyro. [Choirunnisa, Muhammad Ramdani]

Busyro MuqoddasCak NunChandra HamzahKPKShindunataSudjiwo Tedjo
0
Facebook Twitter Google + Pinterest

Artikel Lainnya

Pemilihan Pengurus Baru KATGAMA 2015

Tokoh Nasional Ajak Lawan Korupsi

Tindak Kekerasan Berkedok Perbedaan

UUK Diprediksi Tidak Panjang Umur

Bahas Perubahan Iklim, Gandeng Masyarakat Dunia

Panggung Bebas, Seni dalam Komunitas Berbeda

Berikan Komentar Batal Membalas

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Pos Terbaru

  • Pesantren Bumi Cendekia Bagikan Upaya Pencegahan Kekerasan Seksual di Pesantren Lewat Diskusi “Memutus Mata Rantai Kekerasan Seksual di Pesantren”

    Januari 28, 2026
  • Diskusi Buku “Pembangunan Untuk Siapa? Kisah Perempuan di Kampung Kami” Soroti Dampak Pembangunan Bagi Ruang Hidup Perempuan

    Desember 25, 2025
  • LPM Himmah UII Ungkap Ketimpangan Pendidikan Dasar di DIY melalui Pameran “Melihat Sekolahku”

    Desember 18, 2025
  • Diskusi Perempuan Adat Kritik Jerat Paksaan Industri Ekstraktif

    Desember 10, 2025
  • Muat Candaan Seksis, Buku Gadjah Mada Bercanda Karya Heri Santoso Tuai Kritik Mahasiswa

    Desember 5, 2025

Jurnal Balairung Vol. 2 No. 2 (2020)

Infografis

Moral Tanpa Tuhan

Sampah Kota Ditopang Swadaya Warga

Berebut Gunungkidul

Yu Par, Legenda Kantin bonbin

Menyambut Coming Out Age dengan Berubah Menjadi Panda

Hubungi Kami

Facebook Twitter Instagram Pinterest

Ads

Footer Logo
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • AWAK
  • KONTAK
  • KONTRIBUSI

©2022 BPPM BALAIRUNG UGM