Balairungpress
  • REDAKSI
    • KILAS
    • ALMAMATER
    • LAPORAN UTAMA
    • APRESIASI
    • INSAN WAWASAN
  • NALAR
    • WAWASAN
    • KAJIAN
  • REHAT
    • ARSIP
    • BUKU
    • FILM
    • OPINI
    • SASTRA
  • BINGKAI
    • ANALEKTA
    • INFOGRAFIS
    • KOMIK
    • PERISTIWA
    • SKETSA
  • PIPMI
    • Direktori
    • Suplemen
    • PUBLIKASI
  • ENEN
  • IDID
Newest post
Pesantren Bumi Cendekia Bagikan Upaya Pencegahan Kekerasan Seksual...
Diskusi Buku “Pembangunan Untuk Siapa? Kisah Perempuan di...
LPM Himmah UII Ungkap Ketimpangan Pendidikan Dasar di...
Diskusi Perempuan Adat Kritik Jerat Paksaan Industri Ekstraktif
Muat Candaan Seksis, Buku Gadjah Mada Bercanda Karya...
Tilik Relasi Kolonial di Papua dalam Diskusi Papua...
Diskusi Pendidikan dan Demokrasi, Ungkap Gagalnya Pendidikan dalam...
Kota Batik yang Tenggelam
Titah AW: Jurnalisme Bisa Jadi Kanal Pengetahuan Lokal
Membumikan Ilmu Bumi

Balairungpress

  • REDAKSI
    • KILAS
    • ALMAMATER
    • LAPORAN UTAMA
    • APRESIASI
    • INSAN WAWASAN
  • NALAR
    • WAWASAN
    • KAJIAN
  • REHAT
    • ARSIP
    • BUKU
    • FILM
    • OPINI
    • SASTRA
  • BINGKAI
    • ANALEKTA
    • INFOGRAFIS
    • KOMIK
    • PERISTIWA
    • SKETSA
  • PIPMI
    • Direktori
    • Suplemen
    • PUBLIKASI
  • ENEN
  • IDID
KABARKILAS

Kampanye Isu Populasi Melalui Fotrogafi

Juni 18, 2011

Kamis (16/6), National Geographic Indonesia (NGI), lembaga jurnalistik yang menaruh perhatian pada isu-isu alam beserta isinya, bekerja sama dengan Unit Fotografi (UFO) UGM menggelar sharing moment, sebuah presentasi karya fotografi, bertajuk “Hidup di Pinggang Merapi”. Eventyang berlangsung di Auditorium Fakultas Teknologi Pertanian UGM ini merupakan rangkaian dari FotoKita Award 2011, sebuah kontes foto yang digelar NGI. NGI berharap rangkaian acara ini dapat menumbuhkan kesadaran masyarakat akan jumlah populasi penduduk dunia yang semakin meningkat. “Tahun 2011 ini populasi penduduk dunia akan berjumlah tujuh miliar. Agar isunya tidak menjadi liputan biasa, kita adakan event ini,” jelas Purwo Subagiyo, Digital Strategist NGI.

Hadir Firman Firdaus, Editor NGI, sebagai pembicara. Ia menjelaskan perihal tema “Tujuh Miliar Manusia” yang diangkat dalam rangkaian acara tersebut. Menurutnya dengan semakin bertambahnya populasi manusia, akan timbul banyak permasalahan. Mulai dari masalah kurangnya air bersih, hingga masalah padatnya penduduk. “Kita harus menyadari adanya hal ini,” tegasnya.

Sesuai dengan judulnya, dalam acara ditampilkan foto-foto yang berkaitan dengan tema populasi dalam hubungannya dengan bencana Merapi. Foto-foto tersebut adalah hasil karya Dwi Oblo, fotografer lepas sekaligus kontributor NGI dan Reuters, sebuah agen berita global di London. Sembari menampilkan hasil bidikan apiknya di layar proyektor, ia memaparkan cerita di balik proses pengambilan gambar. Misalnya, ia menuturkan usahanya memanjat sebuah menara pemancar untuk memotret perumahan warga yang terendam lahar dingin di Kali Putih.

Melalui hasil jepretannya, foto yang ditampilkan Oblo seakan bercerita tentang kehidupan warga yang terkena dampak letusan gunung Merapi. Beberapa fotonya menggambarkan kehidupan warga yang tinggal di dome dan hunian sementara. Tidak melulu soal kesulitan hidup yang dialami penyintas, ia juga menampilkan orang-orang yang masih memiliki semangat berkesenian di tengah segala keterbatasan. Di kampung Jumoyo, ia menangkap momen ketika para pengungsi menggelar pentas seni Jatilan. “Mereka seperti berkata, kita itu memang kena bencana, tapi enggak sedih-sedih amat lah,” ujar Oblo.

Peserta mengikuti acara dengan antusias. Hal ini terlihat dengan banyaknya peserta yang mengacungkan tangan untuk mengajukan pertanyaan. Dwi Andi Rohmatika, mahasiswa Akuntansi UGM 2007, salah satu dari sekitar 100 peserta yang hadir, berpendapat bahwa acara tersebut sayang untuk dilewatkan. “Acara ini menambah khasanah pengetahuan di bidang fotografi,” ujarnya. [Fitriani Mamonto, Shandy Wilo]

FotokitaNGIPopulasiSharing Momentufougm
0
Facebook Twitter Google + Pinterest

Artikel Lainnya

Pesantren Bumi Cendekia Bagikan Upaya Pencegahan Kekerasan Seksual...

Diskusi Buku “Pembangunan Untuk Siapa? Kisah Perempuan di...

LPM Himmah UII Ungkap Ketimpangan Pendidikan Dasar di...

Diskusi Perempuan Adat Kritik Jerat Paksaan Industri Ekstraktif

Muat Candaan Seksis, Buku Gadjah Mada Bercanda Karya...

Tilik Relasi Kolonial di Papua dalam Diskusi Papua...

Berikan Komentar Batal Membalas

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Pos Terbaru

  • Pesantren Bumi Cendekia Bagikan Upaya Pencegahan Kekerasan Seksual di Pesantren Lewat Diskusi “Memutus Mata Rantai Kekerasan Seksual di Pesantren”

    Januari 28, 2026
  • Diskusi Buku “Pembangunan Untuk Siapa? Kisah Perempuan di Kampung Kami” Soroti Dampak Pembangunan Bagi Ruang Hidup Perempuan

    Desember 25, 2025
  • LPM Himmah UII Ungkap Ketimpangan Pendidikan Dasar di DIY melalui Pameran “Melihat Sekolahku”

    Desember 18, 2025
  • Diskusi Perempuan Adat Kritik Jerat Paksaan Industri Ekstraktif

    Desember 10, 2025
  • Muat Candaan Seksis, Buku Gadjah Mada Bercanda Karya Heri Santoso Tuai Kritik Mahasiswa

    Desember 5, 2025

Jurnal Balairung Vol. 2 No. 2 (2020)

Infografis

Moral Tanpa Tuhan

Sampah Kota Ditopang Swadaya Warga

Berebut Gunungkidul

Yu Par, Legenda Kantin bonbin

Menyambut Coming Out Age dengan Berubah Menjadi Panda

Hubungi Kami

Facebook Twitter Instagram Pinterest

Ads

Footer Logo
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • AWAK
  • KONTAK
  • KONTRIBUSI

©2022 BPPM BALAIRUNG UGM