Balairungpress
  • REDAKSI
    • KILAS
    • ALMAMATER
    • LAPORAN UTAMA
    • APRESIASI
    • INSAN WAWASAN
  • NALAR
    • WAWASAN
    • KAJIAN
  • REHAT
    • ARSIP
    • BUKU
    • FILM
    • OPINI
    • SASTRA
  • BINGKAI
    • ANALEKTA
    • INFOGRAFIS
    • KOMIK
    • PERISTIWA
    • SKETSA
  • PIPMI
    • Direktori
    • Suplemen
    • PUBLIKASI
  • ENEN
  • IDID
Newest post
Diskusi Buku “Pembangunan Untuk Siapa? Kisah Perempuan di...
LPM Himmah UII Ungkap Ketimpangan Pendidikan Dasar di...
Diskusi Perempuan Adat Kritik Jerat Paksaan Industri Ekstraktif
Muat Candaan Seksis, Buku Gadjah Mada Bercanda Karya...
Tilik Relasi Kolonial di Papua dalam Diskusi Papua...
Diskusi Pendidikan dan Demokrasi, Ungkap Gagalnya Pendidikan dalam...
Kota Batik yang Tenggelam
Titah AW: Jurnalisme Bisa Jadi Kanal Pengetahuan Lokal
Membumikan Ilmu Bumi
Kuasa Kolonial Atas Pangan Lokal

Balairungpress

  • REDAKSI
    • KILAS
    • ALMAMATER
    • LAPORAN UTAMA
    • APRESIASI
    • INSAN WAWASAN
  • NALAR
    • WAWASAN
    • KAJIAN
  • REHAT
    • ARSIP
    • BUKU
    • FILM
    • OPINI
    • SASTRA
  • BINGKAI
    • ANALEKTA
    • INFOGRAFIS
    • KOMIK
    • PERISTIWA
    • SKETSA
  • PIPMI
    • Direktori
    • Suplemen
    • PUBLIKASI
  • ENEN
  • IDID
KABARKILAS

Teater Gadjah Mada Juarai Festival Nasional

April 27, 2011

Teater Gadjah Mada (TGM) kembali mengukir prestasi di Festival Teater Mahasiswa Nasional, Sabtu (23/4).“Alhamdulillah, kami berhasil menyabet sembilan gelar dari sepuluh kategori yang diperebutkan,” tegas Adi Rahmadi, mahasiswa jurusan Pembangunan Sosial dan Kesejahteraan, selaku sutradara sekaligus ketua rombongan. Hal ini juga mengukuhkan TGM sebagai juara umum dalam festival tersebut, mengalahkan sembilan rombongan teater lainnya.

Kategori yang mampu dimenangkan adalah sutradara, aktor, aktor pendukung, aktris, aktris pendukung, tata cahaya, penata setting, kostum, make up dan kostum, penulis naskah, dan grup terbaik. “Hanya penata musik terbaik yang belum kami menangkan,” papar Adi.

Adi sendiri berhasil menggondol gelar sutradara terbaik. Sedangkan aktor terbaik diraih Tatag Waruju Wikan Priyangga, mahasiswa jurusan Kartografi dan Pengindraan Jauh. Adapun Vera Prifatamasari, mahasiswa jurusan Filsafat memperoleh gelar aktris, penata make up, dan kostum terbaik. Untuk kategori aktor dan aktris pendukung terbaik diraih M. Hifzzi Khoir, mahasiswa jurusan Sastra Asia Barat dan Happyta Queenamilza Oktaviyasmine, mahasiswa jurusan Ilmu Komunikasi.

Sementara itu, penulis naskah terbaik berhasil diraih Erlina Rakhmawati, mahasiswa jurusan Ilmu Komunikasi. Kategori penata cahaya terbaik diraih Firdaus Tegar Firmanto, mahasiswa jurusan Sastra Indonesia. Selain itu, penata setting dan artistik terbaik diraih Ismail, mahasiswa jurusan Sosiologi, Taufiq Nur Rachman, mahasiswa jurusan Sejarah, dan Khamdan Primandaru, mahasiswa jurusan Manajemen Hutan.

Rombongan TGM yang diberi nama Festamasio ini berangkat ke Palembang sejak 15 April 2011 dan akan kembali ke Yogyakarta 26 April 2011. “Kami membawa sembilan pemain, tiga tim artistik, satu penata musik, dan satu penata cahaya” tutur Adi.

Festival teater mahasiswa nasional kali ini diselenggarakan teater Gabi ‘91 di Universitas Sriwijaya, Palembang. Rombongan peserta berasal dari universitas-universitas yang tersebar di seluruh Indonesia. Hasil tersebut menjadikan TGM menggotong pulang sebelas piala dan menjadi peringkat pertama dalam teater mahasiswa nasional. Sedangkan juara kedua diraih teater Lakon dari Bandung dan juara tiga berhasil diraih teater Fisi dari Medan. [Luthfi]

festival teater mahasiswa nasionalteaterteater gadjah madatgmugm
0
Facebook Twitter Google + Pinterest

Artikel Lainnya

Diskusi Buku “Pembangunan Untuk Siapa? Kisah Perempuan di...

LPM Himmah UII Ungkap Ketimpangan Pendidikan Dasar di...

Diskusi Perempuan Adat Kritik Jerat Paksaan Industri Ekstraktif

Muat Candaan Seksis, Buku Gadjah Mada Bercanda Karya...

Tilik Relasi Kolonial di Papua dalam Diskusi Papua...

Diskusi Pendidikan dan Demokrasi, Ungkap Gagalnya Pendidikan dalam...

Berikan Komentar Batal Membalas

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Pos Terbaru

  • Diskusi Buku “Pembangunan Untuk Siapa? Kisah Perempuan di Kampung Kami” Soroti Dampak Pembangunan Bagi Ruang Hidup Perempuan

    Desember 25, 2025
  • LPM Himmah UII Ungkap Ketimpangan Pendidikan Dasar di DIY melalui Pameran “Melihat Sekolahku”

    Desember 18, 2025
  • Diskusi Perempuan Adat Kritik Jerat Paksaan Industri Ekstraktif

    Desember 10, 2025
  • Muat Candaan Seksis, Buku Gadjah Mada Bercanda Karya Heri Santoso Tuai Kritik Mahasiswa

    Desember 5, 2025
  • Tilik Relasi Kolonial di Papua dalam Diskusi Papua Bukan Tanah Kosong

    November 24, 2025

Jurnal Balairung Vol. 2 No. 2 (2020)

Infografis

Moral Tanpa Tuhan

Sampah Kota Ditopang Swadaya Warga

Berebut Gunungkidul

Yu Par, Legenda Kantin bonbin

Menyambut Coming Out Age dengan Berubah Menjadi Panda

Hubungi Kami

Facebook Twitter Instagram Pinterest

Ads

Footer Logo
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • AWAK
  • KONTAK
  • KONTRIBUSI

©2022 BPPM BALAIRUNG UGM