Balairungpress
  • REDAKSI
    • KILAS
    • ALMAMATER
    • LAPORAN UTAMA
    • APRESIASI
    • INSAN WAWASAN
  • NALAR
    • WAWASAN
    • KAJIAN
  • REHAT
    • ARSIP
    • BUKU
    • FILM
    • OPINI
    • SASTRA
  • BINGKAI
    • ANALEKTA
    • INFOGRAFIS
    • KOMIK
    • PERISTIWA
    • SKETSA
  • PIPMI
    • Direktori
    • Suplemen
    • PUBLIKASI
  • ENEN
  • IDID
Newest post
Diskusi Buku “Pembangunan Untuk Siapa? Kisah Perempuan di...
LPM Himmah UII Ungkap Ketimpangan Pendidikan Dasar di...
Diskusi Perempuan Adat Kritik Jerat Paksaan Industri Ekstraktif
Muat Candaan Seksis, Buku Gadjah Mada Bercanda Karya...
Tilik Relasi Kolonial di Papua dalam Diskusi Papua...
Diskusi Pendidikan dan Demokrasi, Ungkap Gagalnya Pendidikan dalam...
Kota Batik yang Tenggelam
Titah AW: Jurnalisme Bisa Jadi Kanal Pengetahuan Lokal
Membumikan Ilmu Bumi
Kuasa Kolonial Atas Pangan Lokal

Balairungpress

  • REDAKSI
    • KILAS
    • ALMAMATER
    • LAPORAN UTAMA
    • APRESIASI
    • INSAN WAWASAN
  • NALAR
    • WAWASAN
    • KAJIAN
  • REHAT
    • ARSIP
    • BUKU
    • FILM
    • OPINI
    • SASTRA
  • BINGKAI
    • ANALEKTA
    • INFOGRAFIS
    • KOMIK
    • PERISTIWA
    • SKETSA
  • PIPMI
    • Direktori
    • Suplemen
    • PUBLIKASI
  • ENEN
  • IDID
KABARKILAS

Tolak KIK (Lagi)

Agustus 30, 2010

Senin (30/8) gelar unjuk rasa tolak kartu induk kendaraan (KIK) kembali dilakukan ratusan mahasiswa UGM yang tergabung dalam Gerakan Tolak Komersialisasi Kampus (GERTAK). Demonstrasi  kali ini dilakukan di Balairung, gedung rektorat sayap utara. Spanduk yang ditandatangani seluruh mahasiswa baru FIB dan sebagian mahasiswa lama dari FIB maupun FISIPOL diarak sebagai tanda penolakan.

Aksi GERTAK ini merupakan tindak lanjut dari aksi sebelumnya yang diadakan pada hari Sabtu (22/8). Setelah penandatanganan petisi penolakan KIK, aksi demo kembali dilanjutkan. Untuk mewujudkan aksinya lagi, GERTAK memerlukan waktu seminggu. “Dalam waktu seminggu, kami menyamakan persepsi terlebih dahulu,” ungkap Andi N, anggota GERTAK di bidang pengembangan. Penyamaan persepsi tersebut menjadi salah satu persiapan yang dilakukan.

Persiapan aksi demo dimulai di FIB dan FISIPOL. Massa dari FIB dan FISIPOL kemudian menggabungkan barisannya di depan Taman Fisipol.  Mereka  berjalan menuju gedung pusat sembari menyuarakan aspirasinya. Penolakan keras terhadap KIK terlontar dari mulut mereka. “Saya tidak terima dengan KIK, kalau masuk kampus saja bayar bagaimana dengan yang lain!” tutur Anggara N, mahasiswa Arkeologi 2010 yang mengikuti aksi demo. Meskipun sedikit riuh, namun aksi demo berjalan lancar tanpa adanya tindak kekerasan.

Aksi demonstrasi ini disikapi biasa-biasa saja oleh pihak rektorat. “Di era demokrasi, demonstrasi adalah yang wajar, ada aksi dan reaksi. Yang menjadi permasalahan dalam demonstrasi ini kan ketidakpahaman mahasiswa akan fungsi KIK,” papar Haryanto, selaku Direktur Kemahasiswaan UGM.

Permasalahan yang diangkat sebenarnya bukan sekadar KIK. “Masalahnya, dengan KIK pihak rektorat telah mengkomersialisasikan kampus. Dalam pembuatan kebijakan pun, mahasiswa tidak dilibatkan,” ujar Andi. Aksi demo kali ini mendapatkan respons dari pihak rektorat. Rektor sempat ke FIB untuk mengajak perwakilan GERTAK bernegosiasi. Namun, hal ini ditolak oleh GERTAK. “Kami hanya mau ada negosiasi dengan seluruh massa, tak hanya dengan perwakilan,” tegasnya. [Abud, Aip]

aksi demoarkeologifibfisipolgertakkikmahasiswatolakugm
0
Facebook Twitter Google + Pinterest

Artikel Lainnya

Diskusi Buku “Pembangunan Untuk Siapa? Kisah Perempuan di...

LPM Himmah UII Ungkap Ketimpangan Pendidikan Dasar di...

Diskusi Perempuan Adat Kritik Jerat Paksaan Industri Ekstraktif

Muat Candaan Seksis, Buku Gadjah Mada Bercanda Karya...

Tilik Relasi Kolonial di Papua dalam Diskusi Papua...

Diskusi Pendidikan dan Demokrasi, Ungkap Gagalnya Pendidikan dalam...

Berikan Komentar Batal Membalas

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Pos Terbaru

  • Diskusi Buku “Pembangunan Untuk Siapa? Kisah Perempuan di Kampung Kami” Soroti Dampak Pembangunan Bagi Ruang Hidup Perempuan

    Desember 25, 2025
  • LPM Himmah UII Ungkap Ketimpangan Pendidikan Dasar di DIY melalui Pameran “Melihat Sekolahku”

    Desember 18, 2025
  • Diskusi Perempuan Adat Kritik Jerat Paksaan Industri Ekstraktif

    Desember 10, 2025
  • Muat Candaan Seksis, Buku Gadjah Mada Bercanda Karya Heri Santoso Tuai Kritik Mahasiswa

    Desember 5, 2025
  • Tilik Relasi Kolonial di Papua dalam Diskusi Papua Bukan Tanah Kosong

    November 24, 2025

Jurnal Balairung Vol. 2 No. 2 (2020)

Infografis

Moral Tanpa Tuhan

Sampah Kota Ditopang Swadaya Warga

Berebut Gunungkidul

Yu Par, Legenda Kantin bonbin

Menyambut Coming Out Age dengan Berubah Menjadi Panda

Hubungi Kami

Facebook Twitter Instagram Pinterest

Ads

Footer Logo
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • AWAK
  • KONTAK
  • KONTRIBUSI

©2022 BPPM BALAIRUNG UGM