
“Tadinya aku pengin bilang aku butuh rumah. Tapi lantas kuganti dengan kalimat: setiap orang butuh tanah. Ingat: setiap orang!” – Wiji Thukul

“Tadinya aku pengin bilang aku butuh rumah. Tapi lantas kuganti dengan kalimat: setiap orang butuh tanah. Ingat: setiap orang!” – Wiji Thukul
“Akar dari penindasan lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT) sama dengan penindasan perempuan, yakni kapitalisme,” ucap Mahe. Ia menyampaikan itu saat memantik diskusi…
Pada tahun tahun 2013, seniman mural bernama Ismu Ismoyo dan Isrol menghasilkan karya  yang sarat akan makna. Terletak di tepi Jalan Ngadinegaran, Mantrijeron, Yogyakarta,…
“Di luar kita, orang-orang hanya akan mempertanyakan mengapa lampu itu bisa dimaling. Padahal, kita sendiri tidak tahu.” “Peristiwa kemalingan memang selalu aneh seperti ini,…
“Kita sedang membicarakan mau kemana industri pariwisata,” kata Pitra, salah satu pembicara pada diskusi “Pembangunan Pariwisata di Jogja Untuk Siapa?”, Selasa (28-2) sore. Dalam…
“Hampir di setiap tahapan pemilihan rektor, mahasiswa bisa terlibat,” ujar Subejo, SP., M.Sc., Ph.D., di ruang multimedia Gedung Pusat Universitas Gadjah Mada (UGM) pada…
“Dalam praktik untuk membebaskan perempuan dari penindasan dibutuhkan pemahaman landasan teoritis yang tepat,” ucap Mahen selaku moderator dalam diskusi bertajuk “Asal Usul Penindasan Perempuan”…
“Sekarang yang kita hadapi bukan perusahaan tambang atau kasus Kendeng, tetapi rezim pengetahuan,” tutur Hendra Tri Ardiyanto selaku penulis buku “Konflik Pembangunan Pabrik Semen…
“Apakah lukisan saat ini sudah benar-benar mati?” tanya Alia Swastika pada pembukaan pameran lukisan pada Selasa malam, (17-01) yang berjudul “When I think about…