Balairungpress
  • REDAKSI
    • KILAS
    • ALMAMATER
    • LAPORAN UTAMA
    • APRESIASI
    • WAWANCARA
  • NALAR
    • WAWASAN
    • KAJIAN
    • INSAN WAWASAN
  • REHAT
    • ARSIP
    • BUKU
    • FILM
    • OPINI
    • SASTRA
  • BINGKAI
    • ANALEKTA
    • INFOGRAFIS
    • KOMIK
    • PERISTIWA
    • SKETSA
  • PIPMI
    • Direktori
    • Suplemen
    • PUBLIKASI
  • Tentang Kami
    • KONTAK
    • Masthead
  • ENEN
  • IDID
Latest post
Kuliah Kerja Ngapusi!
Yang Mati dari Hukuman Mati
Buruh Pibee Group Menangkan Tuntutan Pelunasan Upah
Ruang Redaksi Belum Aman, AJI Ungkap Kekerasan terhadap...
Aksi Solidaritas Suara Ibu Indonesia Soroti Kekerasan Negara...
Solidaritas Serikat Buruh Taru Martani Berujung Kemenangan dalam...
IWD Jogja 2026 Soroti Penindasan Perempuan Kelas Pekerja...
Napas Panjang Relokasi Imbas Ambisi Proyek Sumbu Filosofi
Diskusi LSF Ungkap Kekerasan Aparat terhadap Perempuan dalam...
Apakah ada Hari Esok untuk Aku Meminum Obat

Balairungpress

  • REDAKSI
    • KILAS
    • ALMAMATER
    • LAPORAN UTAMA
    • APRESIASI
    • WAWANCARA
  • NALAR
    • WAWASAN
    • KAJIAN
    • INSAN WAWASAN
  • REHAT
    • ARSIP
    • BUKU
    • FILM
    • OPINI
    • SASTRA
  • BINGKAI
    • ANALEKTA
    • INFOGRAFIS
    • KOMIK
    • PERISTIWA
    • SKETSA
  • PIPMI
    • Direktori
    • Suplemen
    • PUBLIKASI
  • Tentang Kami
    • KONTAK
    • Masthead
  • ENEN
  • IDID
KILAS

Diskusi LSF Ungkap Kekerasan Aparat terhadap Perempuan dalam Konflik Agraria PSN Banten

Maret 7, 2026

©Sharleez/Bal

Menjelang International Women’s Day, Lingkar Studi Feminis (LSF) mengadakan diskusi daring yang bertajuk “Tubuh Tanah dan Kekuasaan dalam Perspektif Perempuan atas Konflik PSN di Banten”. Diskusi yang diselenggarakan pada Kamis, (05-03) ini menghadirkan tiga narasumber, yakni warga Padarincang, Uliyawati; Kepala Divisi Eksekutif Nasional (Eknas) Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI), Puspa Dewy; dan Eva Nurcahyani selaku koordinator LSF. Diskusi ini menyoroti teror dan intimidasi yang dialami warga setempat, terutama perempuan, saat menentang Proyek Strategis Nasional (PSN) berupa pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) yang dimulai sejak Februari 2025 di Padarincang, Banten.

Uliyawati atau yang akrab dipanggil Ita, menceritakan kronologi kriminalisasi yang dialami warga Padarincang bermula sejak penangkapan yang terjadi pada pertengahan malam Jumat, (7-02-2025). Gerombolan mobil lengkap dengan Korps Brigade Mobil (Brimob) yang bersenjata datang untuk menangkap beberapa orang warga. “Yang ditangkap pas malam itu ada dua orang dulu, Ustadz Cecep sama Pak Nana, dia berteriak-teriak minta tolong ke warga yang lain,” tutur Ita. Lebih lanjut, Ita mengungkap bahwa semenjak peristiwa penangkapan yang terjadi, banyak warga Padarincang yang enggan tinggal rumah.

Tidak hanya menyoroti kronologi penangkapan, Ita turut menceritakan tindak-tindak represif yang dilakukan aparat. Ia mengungkap kekerasan fisik maupun psikis kerap dialami warga. Menurut kesaksiannya, aparat melakukan kekerasan dan penangkapan kepada laki-laki melalui penodongan, pemitingan, hingga pemukulan menggunakan tongkat golf, pistol, dan borgol. Sementara itu, perempuan justru menghadapi intimidasi dan teror terus-menerus akibat adanya patroli dan pengawasan aparat. “Bukan teror yang di dalam [rumah-red] aja, di luar lebih parah. Ibu-ibunya selalu diteror. Siang, malam, selalu ada aparat, ada kepolisian yang lewat,” ujarnya.

Menanggapi represi yang diterima, Dewy menjelaskan bahwa perampasan tanah milik warga disebabkan oleh kebijakan pemerintah tentang Badan Bank Tanah. “[Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 48 Tahun 2025-red] yang baru keluar tentang penertiban kawasan terlantar dan tanah terlantar,” jelas Dewy mengenai kebijakan tersebut. Ia menerangkan, apabila tanah yang dimiliki oleh warga tidak dikelola, tanah tersebut akan disita oleh Badan Bank Tanah. Dewy lantas menyampaikan bahwa Badan Bank Tanah mengalokasikan tanah yang disita tersebut untuk mendukung investor dari PSN.

Selain itu, Eva turut menjelaskan bahwa hadirnya Undang-Undang TNI memberikan akses keterlibatan POLRI dan TNI dalam proyek-proyek strategis nasional.  “Ada dalil [KUHP dan UU Cipta Kerja-red] yang mempermudah warga yang kritis dan berani bersuara itu dikriminalisasi,” jelas Eva mengenai kebijakan lain. Menurut Eva, keterlibatan ini selanjutnya mengakibatkan tindakan represif dan intimidatif yang kerap dilakukan aparat kepada masyarakat. 

Eva juga menyoroti kebijakan-kebijakan pembangunan yang justru tidak berperspektif gender. Eva mengatakan bahwa perempuan adalah pihak yang paling terdampak dan paling rentan. Ia menjelaskan, perempuan mendapatkan dampak berlapis dari pembangunan yang dilakukan di Padarincang. “Banyak kepala keluarga kemudian adik, kakak yang juga ditangkap, yang dimana dia secara konteks ekonomi memang menopang ekonomi keluarga,” terang Eva. Menurutnya, hal ini mengakibatkan stabilitas ekonomi dibebankan kepada perempuan. 

Ia juga berpendapat bahwa tanah dan akses air yang digusur akan sangat berpengaruh pada perempuan. Sebab, secara anatomi, tubuh perempuan itu sangat bergantung pada air. “Kebutuhan-kebutuhan akses tanah, kemudian juga akses untuk dapur, kebutuhan rumah tangga. Itu kan juga jadi beban,” tutur Eva. 

Penulis: Aditya Fernando dan Auliya Oktavia Ramadhani
Penyunting: Dicky Dharma
Ilustrator: Sharleez Khayra

Redaksi

See author's posts

5
Facebook Twitter Google + Pinterest

Artikel Lainnya

Buruh Pibee Group Menangkan Tuntutan Pelunasan Upah

Ruang Redaksi Belum Aman, AJI Ungkap Kekerasan terhadap...

Aksi Solidaritas Suara Ibu Indonesia Soroti Kekerasan Negara...

Solidaritas Serikat Buruh Taru Martani Berujung Kemenangan dalam...

IWD Jogja 2026 Soroti Penindasan Perempuan Kelas Pekerja...

Aksi Solidaritas untuk Arianto Tawakal Dibalas Kekerasan Ormas...

Berikan Komentar Batal Membalas

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Pos Terbaru

  • Kuliah Kerja Ngapusi!

    April 15, 2026
  • Yang Mati dari Hukuman Mati

    April 14, 2026
  • Buruh Pibee Group Menangkan Tuntutan Pelunasan Upah

    April 10, 2026
  • Ruang Redaksi Belum Aman, AJI Ungkap Kekerasan terhadap Jurnalis Perempuan

    April 9, 2026
  • Aksi Solidaritas Suara Ibu Indonesia Soroti Kekerasan Negara dalam Penyiraman Air Keras terhadap Andrie Yunus

    Maret 17, 2026

Jurnal Balairung Vol. 2 No. 2 (2020)

Infografis

Moral Tanpa Tuhan

Sampah Kota Ditopang Swadaya Warga

Berebut Gunungkidul

Yu Par, Legenda Kantin bonbin

Menyambut Coming Out Age dengan Berubah Menjadi Panda

Hubungi Kami

Facebook Twitter Instagram Pinterest

Ads

Footer Logo
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • AWAK
  • KONTAK
  • KONTRIBUSI

©2022 BPPM BALAIRUNG UGM