Balairungpress
  • REDAKSI
    • KILAS
    • ALMAMATER
    • LAPORAN UTAMA
    • APRESIASI
    • WAWANCARA
  • NALAR
    • WAWASAN
    • KAJIAN
    • INSAN WAWASAN
  • REHAT
    • ARSIP
    • BUKU
    • FILM
    • OPINI
    • SASTRA
  • BINGKAI
    • ANALEKTA
    • INFOGRAFIS
    • KOMIK
    • PERISTIWA
    • SKETSA
  • PIPMI
    • Direktori
    • Suplemen
    • PUBLIKASI
  • ENEN
  • IDID
Latest post
Aksi Solidaritas Suara Ibu Indonesia Soroti Kekerasan Negara...
Solidaritas Serikat Buruh Taru Martani Berujung Kemenangan dalam...
IWD Jogja 2026 Soroti Penindasan Perempuan Kelas Pekerja...
Napas Panjang Relokasi Imbas Ambisi Proyek Sumbu Filosofi
Diskusi LSF Ungkap Kekerasan Aparat terhadap Perempuan dalam...
Apakah ada Hari Esok untuk Aku Meminum Obat
Gaboleh Pilih-Pilih Makanan
Aksi Solidaritas untuk Arianto Tawakal Dibalas Kekerasan Ormas...
Forum Kamisan Daring Perluas Jejaring Perlawanan Terhadap Pertambangan...
Pesantren Bumi Cendekia Bagikan Upaya Pencegahan Kekerasan Seksual...

Balairungpress

  • REDAKSI
    • KILAS
    • ALMAMATER
    • LAPORAN UTAMA
    • APRESIASI
    • WAWANCARA
  • NALAR
    • WAWASAN
    • KAJIAN
    • INSAN WAWASAN
  • REHAT
    • ARSIP
    • BUKU
    • FILM
    • OPINI
    • SASTRA
  • BINGKAI
    • ANALEKTA
    • INFOGRAFIS
    • KOMIK
    • PERISTIWA
    • SKETSA
  • PIPMI
    • Direktori
    • Suplemen
    • PUBLIKASI
  • ENEN
  • IDID
KILAS

LPM Himmah UII Ungkap Ketimpangan Pendidikan Dasar di DIY melalui Pameran “Melihat Sekolahku”

Desember 18, 2025

©Chuzaima/Bal

Pada Senin (15-12), Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Himmah melangsungkan pembukaan pameran fotografi jurnalistik bertajuk “Melihat Sekolahku”. Digelar di Universitas Islam Indonesia (UII), Yogyakarta, pameran ini berlangsung pada 15–19 Desember 2025. Pameran ini dibuka dengan penampilan teater yang mempertanyakan kesetaraan pendidikan di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan predikat “Kota Pendidikan” yang disandangnya. Sementara itu, foto yang dipamerkan menampilkan ketimpangan pendidikan di Yogyakarta, khususnya Sekolah Dasar (SD) yang kerap luput dari sorotan publik.

Menurut Abraham Kindi, ketua panitia pameran, objek pendidikan dasar dipilih karena termasuk fase krusial bagi perkembangan anak. Ia menambahkan bahwa pada jenjang ini anak bisa membaca, menghitung, dan membaca dunia untuk pertama kalinya. Di samping itu, bagi Agil Hafiz, penanggung jawab acara, predikat DIY sebagai “Kota Pendidikan” justru lebih sering dilekatkan pada perguruan tinggi dan geliat kehidupan mahasiswa. Padahal menurutnya, pendidikan tidak hanya soal kampus-kampus besar yang berdiri di pusat kota. “Kita mencoba [memberikan-red] sudut pandang lain dari kota pendidikan,” ujarnya.

Kindi mengatakan tim pameran LPM Himmah mendokumentasikan lima sekolah dasar yang tersebar di DIY beserta pesan yang ingin ditonjolkan di setiap fotonya. Kindi menjelaskan terdapat foto SDN Gunung Agung  yang memuat kendala akses akibat jalan di tengah hutan yang sulit dilalui, terutama saat turun hujan. Selain itu, terdapat foto SDN Ngenep yang memperlihatkan interaksi intens antara murid dengan lingkungan pasar sekitar. Berlawanan dengan SDN Gunung Agung dan SDN Ngenep, ada pula foto SDN Sosrowijayan yang memperlihatkan potret pendidikan di pusat kota dengan fasilitas lengkap dan memadai. “Beginilah realita di Yogyakarta. Ada kesenjangan yang terjadi di sini,” imbuh Kindi.

Kindi turut memaparkan temuan di lapangan mengenai penggusuran SDN Nglarang. Lewat foto poster demonstrasi penggusuran, ia menjelaskan warga sekolah kini terjebak birokrasi yang mempersulit pembangunan ulang SDN Nglarang. Ia menambahkan, praktik ini menggantungkan nasib murid-murid SDN Nglarang yang seharusnya mendapatkan fasilitas pendidikan pasti. Selain foto penggusuran SDN Nglarang,  terdapat pula foto SDN Jatimulyo yang memperlihatkan kondisi fasilitas pendidikan yang tidak layak. “Di SDN Jatimulyo itu sekolahnya terbengkalai dan banyak langit bolong, total dari seluruh sekolah itu ada lima siswa dan ada dua guru,” terangnya.

Meski begitu, Agil mengungkapkan bahwa kondisi sekolah yang serba terbatas tersebut mau tidak mau menjadi bagian dari keseharian yang tak diambil pusing. Hal serupa juga dijelaskan oleh Kindi dengan menyoroti adanya harapan polos yang masih terpancar dari para siswa. Realita ini turut diamini salah satu pengunjung pameran, Angga, yang mengaku tidak terlalu terkejut karena memiliki pengalaman serupa saat bersekolah dasar di desanya. “Memang seperti itulah di desa, akses mau ngapa-ngapain juga susah,” ujarnya.

Selain foto-foto mengenai ketimpangan akses dan fasilitas, pameran ini turut memuat foto distribusi Makan Bergizi Gratis (MBG) yang masih timpang. Tim liputan LPM Himmah mengungkapkan bahwa dari lima  sekolah yang didokumentasikan, hanya dua yang telah mendapatkan MBG, yakni SDN Sosrowijayan dan SDN Nglarang. Kita tidak menyalahkan apa-apa, kita hanya menampilkan [realita pendidikan-red],” pungkas Kindi.

Penulis: Chuzaima B.
Penyunting: Falinkha Varally
Fotografer: Chuzaima B. 

5
Facebook Twitter Google + Pinterest

Artikel Lainnya

Aksi Solidaritas Suara Ibu Indonesia Soroti Kekerasan Negara...

Solidaritas Serikat Buruh Taru Martani Berujung Kemenangan dalam...

IWD Jogja 2026 Soroti Penindasan Perempuan Kelas Pekerja...

Diskusi LSF Ungkap Kekerasan Aparat terhadap Perempuan dalam...

Aksi Solidaritas untuk Arianto Tawakal Dibalas Kekerasan Ormas...

Forum Kamisan Daring Perluas Jejaring Perlawanan Terhadap Pertambangan...

Berikan Komentar Batal Membalas

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Pos Terbaru

  • Aksi Solidaritas Suara Ibu Indonesia Soroti Kekerasan Negara dalam Penyiraman Air Keras terhadap Andrie Yunus

    Maret 17, 2026
  • Solidaritas Serikat Buruh Taru Martani Berujung Kemenangan dalam Aksi Mogok Kerja

    Maret 13, 2026
  • IWD Jogja 2026 Soroti Penindasan Perempuan Kelas Pekerja dan Kelompok Rentan

    Maret 11, 2026
  • Napas Panjang Relokasi Imbas Ambisi Proyek Sumbu Filosofi

    Maret 11, 2026
  • Diskusi LSF Ungkap Kekerasan Aparat terhadap Perempuan dalam Konflik Agraria PSN Banten

    Maret 7, 2026

Jurnal Balairung Vol. 2 No. 2 (2020)

Infografis

Moral Tanpa Tuhan

Sampah Kota Ditopang Swadaya Warga

Berebut Gunungkidul

Yu Par, Legenda Kantin bonbin

Menyambut Coming Out Age dengan Berubah Menjadi Panda

Hubungi Kami

Facebook Twitter Instagram Pinterest

Ads

Footer Logo
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • AWAK
  • KONTAK
  • KONTRIBUSI

©2022 BPPM BALAIRUNG UGM