Balairungpress
  • REDAKSI
    • KILAS
    • ALMAMATER
    • LAPORAN UTAMA
    • APRESIASI
    • INSAN WAWASAN
  • NALAR
    • WAWASAN
    • KAJIAN
  • REHAT
    • ARSIP
    • BUKU
    • FILM
    • OPINI
    • SASTRA
  • BINGKAI
    • ANALEKTA
    • INFOGRAFIS
    • KOMIK
    • PERISTIWA
    • SKETSA
  • PIPMI
    • Direktori
    • Suplemen
    • PUBLIKASI
  • ENEN
  • IDID
Newest post
Diskusi Buku ā€œPembangunan Untuk Siapa? Kisah Perempuan di...
LPM Himmah UII Ungkap Ketimpangan Pendidikan Dasar di...
Diskusi Perempuan Adat Kritik Jerat Paksaan Industri Ekstraktif
Muat Candaan Seksis, Buku Gadjah Mada Bercanda Karya...
Tilik Relasi Kolonial di Papua dalam Diskusi Papua...
Diskusi Pendidikan dan Demokrasi, Ungkap Gagalnya Pendidikan dalam...
Kota Batik yang Tenggelam
Titah AW: Jurnalisme Bisa Jadi Kanal Pengetahuan Lokal
Membumikan Ilmu Bumi
Kuasa Kolonial Atas Pangan Lokal

Balairungpress

  • REDAKSI
    • KILAS
    • ALMAMATER
    • LAPORAN UTAMA
    • APRESIASI
    • INSAN WAWASAN
  • NALAR
    • WAWASAN
    • KAJIAN
  • REHAT
    • ARSIP
    • BUKU
    • FILM
    • OPINI
    • SASTRA
  • BINGKAI
    • ANALEKTA
    • INFOGRAFIS
    • KOMIK
    • PERISTIWA
    • SKETSA
  • PIPMI
    • Direktori
    • Suplemen
    • PUBLIKASI
  • ENEN
  • IDID
KILAS

Membaca Orientasi Kebijakan Luar Negeri Jokowi

April 12, 2015
©Anggita.bal

©Anggita.bal

Senin (6/4), Pusat Studi Sosial Asia Tenggara (PSSAT) UGM bekerja sama dengan Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) mengadakan sebuah kuliah umum politik luar negeri. Kuliah umum bertajuk ā€˜Politik Luar Negeri Era Jokowi: Kebijakan dan Strategi’ ini diadakan di Perpustakaan Pusat Universitas Gadjah Mada (UGM) lantai dua. Dr. Darmansjah Djumala, M.A., Kepala Badan Pengkajian dan Pengembangan Kebijakan Kemenlu diundang sebagai pembicara dalam kuliah tersebut.
Tujuan diselenggarakannya kuliah ini adalah untuk mengajak masyarakat agar lebih cermat dalam melihat kebijakan luar negeri Jokowi. Sosialisasi kebijakan tersebut dinilai penting mengingat ada perbedaan yang cukup signifikan antara kebijakan Jokowi dengan kebijakan presiden sebelumnya. ā€œKita melihat kebijakan luar negeri Jokowi ini cenderung radikal, bahkan sedikit kontroversial,ā€ jelas Dian Nurlaili, koordinator acara kuliah umum.
Dalam kuliah yang disampaikan, Dr. Djumala membuat komparasi antara kebijakan luar negeri Jokowi dan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Perbandingan didasarkan pada empat indikator, yakni operasional, orientasi, pendekatan dan isu prioritas. Dari segi orientasi, SBY lebih mengedepankan internasionalisme. Kebijakan luar negeri SBY bersifat moderat dan lebih fokus menangani isu politik dan demokrasi. Sementara itu, Jokowi menjadikan kepentingan masyarakat sebagai orientasi utama. ā€œKebijakan Jokowi lebih memprioritaskan isu ekonomi kerakyatan dibandingkan isu politik,ā€ ujar Dr. Djumala.
Dalam merumuskan kebijakan luar negerinya, Jokowi berpegang pada prinsip Trisakti. Prinsip ini memiliki tiga pilar, yakni kedaulatan dalam politik, berdikari ekonomi dan kepribadian dalam kebudayaan. Pilar kedaulatan politik berkaitan dengan kemandirian menghadapi intervensi pihak asing dalam perumusan dan implementasi kebijakan. Sementara itu, pilar berdikari ekonomi dijadikan landasan bagi kebijakan luar negeri Jokowi yang berorientasi pada kepentingan masyarakat. Dalam bidang budaya, Jokowi mengutamakan kepentingan budaya strategis, yakni promosi nilai budaya dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Kebijakan luar negeri Jokowi ini mempengaruhi sikap Indonesia terhadap isu-isu global. Isu-isu yang tidak secara langsung dan nyata berdampak pada Indonesia tidak lagi berada pada prioritas utama. Pun demikian, dengan mengutamakan kebutuhan dalam negeri, kebijakan luar negeri akan dirumuskan sesuai kebutuhan sehingga lebih tepat sasaran. ā€œMemang kebijakan luar negeri seperti ini terkesan egois, tapi memang itu yang dibutuhkan untuk memenuhi kepentingan nasional,ā€ ujar Dr. Djumala. [Anggita Triastiwi]

jokowikebijakan luar negerikuliahpssat
0
Facebook Twitter Google + Pinterest

Artikel Lainnya

Diskusi Buku ā€œPembangunan Untuk Siapa? Kisah Perempuan di...

LPM Himmah UII Ungkap Ketimpangan Pendidikan Dasar di...

Diskusi Perempuan Adat Kritik Jerat Paksaan Industri Ekstraktif

Muat Candaan Seksis, Buku Gadjah Mada Bercanda Karya...

Tilik Relasi Kolonial di Papua dalam Diskusi Papua...

Diskusi Pendidikan dan Demokrasi, Ungkap Gagalnya Pendidikan dalam...

Berikan Komentar Batal Membalas

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Pos Terbaru

  • Diskusi Buku ā€œPembangunan Untuk Siapa? Kisah Perempuan di Kampung Kamiā€ Soroti Dampak Pembangunan Bagi Ruang Hidup Perempuan

    Desember 25, 2025
  • LPM Himmah UII Ungkap Ketimpangan Pendidikan Dasar di DIY melalui Pameran ā€œMelihat Sekolahkuā€

    Desember 18, 2025
  • Diskusi Perempuan Adat Kritik Jerat Paksaan Industri Ekstraktif

    Desember 10, 2025
  • Muat Candaan Seksis, Buku Gadjah Mada Bercanda Karya Heri Santoso Tuai Kritik Mahasiswa

    Desember 5, 2025
  • Tilik Relasi Kolonial di Papua dalam Diskusi Papua Bukan Tanah Kosong

    November 24, 2025

Jurnal Balairung Vol. 2 No. 2 (2020)

Infografis

Moral Tanpa Tuhan

Sampah Kota Ditopang Swadaya Warga

Berebut Gunungkidul

Yu Par, Legenda Kantin bonbin

Menyambut Coming Out Age dengan Berubah Menjadi Panda

Hubungi Kami

Facebook Twitter Instagram Pinterest

Ads

Footer Logo
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • AWAK
  • KONTAK
  • KONTRIBUSI

©2022 BPPM BALAIRUNG UGM