Balairungpress
  • REDAKSI
    • KILAS
    • ALMAMATER
    • LAPORAN UTAMA
    • APRESIASI
    • INSAN WAWASAN
  • NALAR
    • WAWASAN
    • KAJIAN
  • REHAT
    • ARSIP
    • BUKU
    • FILM
    • OPINI
    • SASTRA
  • BINGKAI
    • ANALEKTA
    • INFOGRAFIS
    • KOMIK
    • PERISTIWA
    • SKETSA
  • PIPMI
    • Direktori
    • Suplemen
    • PUBLIKASI
  • ENEN
  • IDID
Newest post
Diskusi Buku “Pembangunan Untuk Siapa? Kisah Perempuan di...
LPM Himmah UII Ungkap Ketimpangan Pendidikan Dasar di...
Diskusi Perempuan Adat Kritik Jerat Paksaan Industri Ekstraktif
Muat Candaan Seksis, Buku Gadjah Mada Bercanda Karya...
Tilik Relasi Kolonial di Papua dalam Diskusi Papua...
Diskusi Pendidikan dan Demokrasi, Ungkap Gagalnya Pendidikan dalam...
Kota Batik yang Tenggelam
Titah AW: Jurnalisme Bisa Jadi Kanal Pengetahuan Lokal
Membumikan Ilmu Bumi
Kuasa Kolonial Atas Pangan Lokal

Balairungpress

  • REDAKSI
    • KILAS
    • ALMAMATER
    • LAPORAN UTAMA
    • APRESIASI
    • INSAN WAWASAN
  • NALAR
    • WAWASAN
    • KAJIAN
  • REHAT
    • ARSIP
    • BUKU
    • FILM
    • OPINI
    • SASTRA
  • BINGKAI
    • ANALEKTA
    • INFOGRAFIS
    • KOMIK
    • PERISTIWA
    • SKETSA
  • PIPMI
    • Direktori
    • Suplemen
    • PUBLIKASI
  • ENEN
  • IDID
KABARKILAS

UGM Tuan Rumah ASEAN Youth Cultural Forum

Mei 24, 2011

Tahun ini, UGM  menjadi tuan rumah  The Ninth ASEAN Youth Cultural Forum. Acara diselenggarakan dari tanggal 23-27 Mei 2011 dan berpusat di Gedung Purna Budaya. Tema yang diusung pada tahun ini adalah“Art : Identity and Diversity in Unity”. Tujuannya untuk mengenalkan budaya antar negara di Asia Tenggara, dan menyatukannya menjadi sebuah keindahan.

Acara yang diketuai oleh Rio Rini tersebut diikuti oleh seluruh negara ASEAN, kecuali Myanmar yang berhalangan mengirimkan delegasinya . Delegasi yang dikirim merupakan mahasiswa dari berbagai universitas. Universitas yang terdaftar dalam forum ini sebanyak 23, namun hanya 15 universitas yang bisa hadir. Total peserta dari 15 universitas sendiri sebanyak 90 mahasiswa. Setiap delegasi dari universitas didampingi oleh satu dosen pembimbing. Tahun ini UGM mengirimkan sembilan delegasi serta satu dosen pembimbing.

The Ninth ASEAN Youth Cultural Forum berlangsung selama 4 hari. Acara berisi pengenalan budaya dari Indonesia, diskusi, workshop, kunjungan ke desa wisata serta ASEAN Rainbow yang menjadi puncak acara. Pada ASEAN Rainbow, seluruh peserta akan dilatih bersama-sama untuk menciptakan sebuah pertunjukan. “Ibaratnya pelangi, kebudayaan yang berbeda tersebut akan disatukan hingga membentuk sebuah keindahan,” ujar Rio dalam konferensi persnya.

Djoko Moerdiyanto, selaku sekertaris eksekutif acara, mengaku senang ditunjuknya kembali UGM sebagai tuan rumah. “Indonesia menjadi the year of ASEAN pada bulan Mei lalu,” jelas Djoko. Artinya tahun ini banyak tokoh Indonesia yang mencapai level internasional, khususnya Asia Tenggara. Ini menjadi dasar pemilihan Indonesia sebagai tuan rumah acara. Sedangkan dipilihnya UGM menjadi penyelenggara merupakan keputusan rapat anggota BOT (semacam majelis wali amanat). Di Indonesia sebenarnya terdapat empat universitas yang terdaftar menjadi anggota tetap acara ini, yaitu UI, UGM, ITB dan Unair. “Namun keputusan akhir, UGM yang menjadi penyelenggara,” jelas Djoko.

ASEAN Youth Cultural Forum diharapkan mampu  memberikan pengaruh positif, khususnya untuk UGM sendiri. Acara ini juga dapat menjadi ajang pengembangan visi dan misi universitas seperti yang diungkapkan Djoko. [Linna]

ASEAN youthugm
0
Facebook Twitter Google + Pinterest

Artikel Lainnya

Diskusi Buku “Pembangunan Untuk Siapa? Kisah Perempuan di...

LPM Himmah UII Ungkap Ketimpangan Pendidikan Dasar di...

Diskusi Perempuan Adat Kritik Jerat Paksaan Industri Ekstraktif

Muat Candaan Seksis, Buku Gadjah Mada Bercanda Karya...

Tilik Relasi Kolonial di Papua dalam Diskusi Papua...

Diskusi Pendidikan dan Demokrasi, Ungkap Gagalnya Pendidikan dalam...

Berikan Komentar Batal Membalas

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Pos Terbaru

  • Diskusi Buku “Pembangunan Untuk Siapa? Kisah Perempuan di Kampung Kami” Soroti Dampak Pembangunan Bagi Ruang Hidup Perempuan

    Desember 25, 2025
  • LPM Himmah UII Ungkap Ketimpangan Pendidikan Dasar di DIY melalui Pameran “Melihat Sekolahku”

    Desember 18, 2025
  • Diskusi Perempuan Adat Kritik Jerat Paksaan Industri Ekstraktif

    Desember 10, 2025
  • Muat Candaan Seksis, Buku Gadjah Mada Bercanda Karya Heri Santoso Tuai Kritik Mahasiswa

    Desember 5, 2025
  • Tilik Relasi Kolonial di Papua dalam Diskusi Papua Bukan Tanah Kosong

    November 24, 2025

Jurnal Balairung Vol. 2 No. 2 (2020)

Infografis

Moral Tanpa Tuhan

Sampah Kota Ditopang Swadaya Warga

Berebut Gunungkidul

Yu Par, Legenda Kantin bonbin

Menyambut Coming Out Age dengan Berubah Menjadi Panda

Hubungi Kami

Facebook Twitter Instagram Pinterest

Ads

Footer Logo
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • AWAK
  • KONTAK
  • KONTRIBUSI

©2022 BPPM BALAIRUNG UGM