Balairungpress
  • REDAKSI
    • KILAS
    • ALMAMATER
    • LAPORAN UTAMA
    • APRESIASI
    • WAWANCARA
  • NALAR
    • WAWASAN
    • KAJIAN
    • INSAN WAWASAN
  • REHAT
    • ARSIP
    • BUKU
    • FILM
    • OPINI
    • SASTRA
  • BINGKAI
    • ANALEKTA
    • INFOGRAFIS
    • KOMIK
    • PERISTIWA
    • SKETSA
  • PIPMI
    • Direktori
    • Suplemen
    • PUBLIKASI
  • Tentang Kami
    • Masterhead
  • ENEN
  • IDID
Latest post
Aksi Solidaritas Suara Ibu Indonesia Soroti Kekerasan Negara...
Solidaritas Serikat Buruh Taru Martani Berujung Kemenangan dalam...
IWD Jogja 2026 Soroti Penindasan Perempuan Kelas Pekerja...
Napas Panjang Relokasi Imbas Ambisi Proyek Sumbu Filosofi
Diskusi LSF Ungkap Kekerasan Aparat terhadap Perempuan dalam...
Apakah ada Hari Esok untuk Aku Meminum Obat
Gaboleh Pilih-Pilih Makanan
Aksi Solidaritas untuk Arianto Tawakal Dibalas Kekerasan Ormas...
Forum Kamisan Daring Perluas Jejaring Perlawanan Terhadap Pertambangan...
Pesantren Bumi Cendekia Bagikan Upaya Pencegahan Kekerasan Seksual...

Balairungpress

  • REDAKSI
    • KILAS
    • ALMAMATER
    • LAPORAN UTAMA
    • APRESIASI
    • WAWANCARA
  • NALAR
    • WAWASAN
    • KAJIAN
    • INSAN WAWASAN
  • REHAT
    • ARSIP
    • BUKU
    • FILM
    • OPINI
    • SASTRA
  • BINGKAI
    • ANALEKTA
    • INFOGRAFIS
    • KOMIK
    • PERISTIWA
    • SKETSA
  • PIPMI
    • Direktori
    • Suplemen
    • PUBLIKASI
  • Tentang Kami
    • Masterhead
  • ENEN
  • IDID
KABARKILAS

Memutus Rantai Terorisme Indonesia

April 21, 2011

Rabu siang (20/4), bertempat di ruang BU 104 FISIPOL UGM, Intitute of International Studies (IIS) mengadakan jumpa pers terkait kasus Bom Cirebon. IIS adalah organisasi yang memiliki fokus terhadap terorisme dan radikalisme. Dr. Eric Hiariej, M. Phill dan Titik Firawati, M.A hadir sebagai pembicara.

Eric menjelaskan tiga poin penting tentang kasus Bom Cirebon yang terbilang sebagai kasus skala kecil. Pertama, kekhawatiran bahwa kita memasuki spiral terorism. Spiral terorism ini muncul dalam teror skala kecil yang hanya menciptakan serangan ditengah-tengah ketentraman masyarakat.

Kedua, pergerakan teroris selalu diidentikkan dengan kelompok-kelompok radikal yang gerakannya bisa diprediksikan. Lebih lanjut, ia menjelaskan, ada orang-orang dalam kelompok teroris yang digerakkan untuk melakukan bom bunuh diri atau biasa disebut foot soldier.

Kebanyakan pelaku bom bunuh diri bukan berasal dari kelompok radikal, atau yang disebutnya sebagai “radikal kemarin sore”. Di masyarakat, sikap radikal memiliki konotasi negatif dan sering dikaitkan dengan terorisme. “Padahal, tidak semua orang radikal itu teroris,” tegas Eric.

Ketiga, pemberitaan media yang berlebihan dan aparatus keamanan yang kurang siap menghadapi serangan dalam  skala kecil. Selama ini, aparatus keamanan hanya disiapkan untuk serangan teroris dalam skala besar.

Pembicara kedua, Titik Firawati, M.A mengungkapkan, sikap radikal itu wajar, tidak merugikan masyarakat lain, seperti kekerasan. Tindakan ini mendorong pemerintah membentuk tim Datasemen Khusus 88 untuk menanggulangi terorisme. Namun, selama ini hanya Densus 88 yang diandalkan tanpa pemahaman latar belakang mendalam terhadap suatu kasus.

Titik berpendapat, pemerintah seharusnya memiliki basis riset untuk menangani terorisme. Nantinya, data itu digunakan sebagai acuan untuk memberantas berkembangnya terorisme. Gerakan ini berkembang dengan adanya proses rekrutmen pelaku.

Rekrutmen ini terutama ditujukan bagi pemeluk agama Islam yang lemah secara ekonomi. Prosesnya dengan berusaha menanamkan kebencian pada kelompok agama lain. “Untuk menyudahi kasus-kasus terorisme, rantai rekrutmen ini harus segera dipotong,” tandasnya.[Bebeth, Rara]

0
Facebook Twitter Google + Pinterest

Artikel Lainnya

Aksi Solidaritas Suara Ibu Indonesia Soroti Kekerasan Negara...

Solidaritas Serikat Buruh Taru Martani Berujung Kemenangan dalam...

IWD Jogja 2026 Soroti Penindasan Perempuan Kelas Pekerja...

Diskusi LSF Ungkap Kekerasan Aparat terhadap Perempuan dalam...

Aksi Solidaritas untuk Arianto Tawakal Dibalas Kekerasan Ormas...

Forum Kamisan Daring Perluas Jejaring Perlawanan Terhadap Pertambangan...

Berikan Komentar Batal Membalas

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Pos Terbaru

  • Aksi Solidaritas Suara Ibu Indonesia Soroti Kekerasan Negara dalam Penyiraman Air Keras terhadap Andrie Yunus

    Maret 17, 2026
  • Solidaritas Serikat Buruh Taru Martani Berujung Kemenangan dalam Aksi Mogok Kerja

    Maret 13, 2026
  • IWD Jogja 2026 Soroti Penindasan Perempuan Kelas Pekerja dan Kelompok Rentan

    Maret 11, 2026
  • Napas Panjang Relokasi Imbas Ambisi Proyek Sumbu Filosofi

    Maret 11, 2026
  • Diskusi LSF Ungkap Kekerasan Aparat terhadap Perempuan dalam Konflik Agraria PSN Banten

    Maret 7, 2026

Jurnal Balairung Vol. 2 No. 2 (2020)

Infografis

Moral Tanpa Tuhan

Sampah Kota Ditopang Swadaya Warga

Berebut Gunungkidul

Yu Par, Legenda Kantin bonbin

Menyambut Coming Out Age dengan Berubah Menjadi Panda

Hubungi Kami

Facebook Twitter Instagram Pinterest

Ads

Footer Logo
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • AWAK
  • KONTAK
  • KONTRIBUSI

©2022 BPPM BALAIRUNG UGM