Balairungpress
  • REDAKSI
    • KILAS
    • ALMAMATER
    • LAPORAN UTAMA
    • APRESIASI
    • INSAN WAWASAN
  • NALAR
    • WAWASAN
    • KAJIAN
  • REHAT
    • ARSIP
    • BUKU
    • FILM
    • OPINI
    • SASTRA
  • BINGKAI
    • ANALEKTA
    • INFOGRAFIS
    • KOMIK
    • PERISTIWA
    • SKETSA
  • PIPMI
    • Direktori
    • Suplemen
    • PUBLIKASI
  • ENEN
  • IDID
Newest post
Tilik Relasi Kolonial di Papua dalam Diskusi Papua...
Diskusi Pendidikan dan Demokrasi, Ungkap Gagalnya Pendidikan dalam...
Kota Batik yang Tenggelam
Titah AW: Jurnalisme Bisa Jadi Kanal Pengetahuan Lokal
Membumikan Ilmu Bumi
Kuasa Kolonial Atas Pangan Lokal
Anis Farikhatin: Guru Kesehatan Reproduksi Butuh Dukungan, Bukan...
Tangan Tak Terlihat di Balik Gerakan Rakyat
Tantangan Konservasi dan Pelestarian Lingkungan dalam Diskusi Ekspedisi...
LBH Yogyakarta Ungkap Intimidasi Aparat Pasca-Aksi Agustus di...

Balairungpress

  • REDAKSI
    • KILAS
    • ALMAMATER
    • LAPORAN UTAMA
    • APRESIASI
    • INSAN WAWASAN
  • NALAR
    • WAWASAN
    • KAJIAN
  • REHAT
    • ARSIP
    • BUKU
    • FILM
    • OPINI
    • SASTRA
  • BINGKAI
    • ANALEKTA
    • INFOGRAFIS
    • KOMIK
    • PERISTIWA
    • SKETSA
  • PIPMI
    • Direktori
    • Suplemen
    • PUBLIKASI
  • ENEN
  • IDID
KABAR

Romantisme Sinema dan Kuliner Eropa

Desember 6, 2011

Senin (5/12), ada yang berbeda pada Panggung Terbuka Fakultas Ilmu Budaya (FIB) UGM. Banyak stand berdiri di Panggung Terbuka FIB; bendera Italia, Prancis, dan Spanyol menjadi hiasan di sepanjang jalan. Mahasiswa-mahasiswa berpakaian hijau dengan bendera Italia terlukis di pipinya berlalu-lalang di sekitar panggung, sibuk mempromosikan masakan-masakan Italia. Itulah sekilas gambaran acara CUI-CINE yang diselenggarakan mahasiswa Jurusan Sastra Prancis FIB.

Ia merupakan acara tahunan yang diselenggarakan mahasiswa Sastra Prancis FIB sebagai sarana pengenalan budaya Eropa. “Panitia menyebar seribu poster untuk publikasi acara ini,” ujar Wida, panitia sekaligus mahasiswi Sastra Perancis’10. Kendati persiapan hanya selama dua bulan, acara ini cukup mendapat perhatian.

CUI-CINE merupakan gabungan dari acara bertema masakan dan sinema.  Acara yang ditawarkan adalah demo masak, pemutaran film Eropa, stand makanan Eropa, dan photo booth. Pemutaran Film Eropa dijadwalkan berlangsung dari pukul 15.00 hingga 17.00. Film yang diputar pada hari Senin adalah Pane e Tulipani, untuk hari Selasa Les Choristes dan hari Rabu Pajaros de Papel. Pemutaran film ini gratis, bertempat di Ruang 404 Gedung Margono Djojohardikusumo FIB. Di photo booth disewakan gaun khas Eropa abad pertengahan. Lokasi foto diatur a la Eropa dengan furnitur dan latar belakang bercorak Barat.

Acara tersebut berlangsung sejak 5 Desember hingga 7 Desember dengan tiga ragam tema. Untuk tanggal 5 Desember, mereka memakai tema Italia, 6 Desember bertema Prancis, dan 7 Desember bertema Spanyol. Pada hari pertama, masakan yang didemokan adalah Fettucini Carbonara a la Italia. Seorang Chef berkebangsaan Mongol yang lama tinggal di Perancis bernama Orkom menjadi pemandu demo masak kali ini. Ia dengan sigap mengolah spaghetti,fetuccini, daun basil, dan daging sapi. “Fettucini yang asli berbahan dasar babi, namun kali ini diganti daging sapi dengan alasan perbedaan kultur,” tutur Chef Orkom dalam bahasa Perancis.

Tepat di depan panggung, beberapa meja disusun untuk menjajakan makanan Italia. Meja itu  penuh dikerumuni pengunjung.  Lasagna, Macedonia di Frutti, Bruschetta, dan Rosa Limdapat dinikmati pengunjung dengan harga tidak lebih dari Rp 6000. Panitia menerapkan sistemvoucher untuk stand makanan ini. “Makanan yang disediakan enak dan relatif murah,” ungkap Arum, mahasiswa Teknik Informatika Universitas Islam Negeri yang ikut menikmati acara ini.

Pada acara puncak, akan ditampilkan tari Flamenco dan Salsa, parade kostum Eropa, kabaret,live performance dari Everyday, 1st Setup Crew, serta band-band lainnya.

[Dian Puspita, Dianty Widyowati]

 

CUI-CINEfib ugmpengenalan budaya Eropa
0
Facebook Twitter Google + Pinterest

Artikel Lainnya

Peringatan Hari Perempuan Sedunia 2022 Tuntut Bebaskan Perempuan...

Tuntut Audiensi dan Pencabutan IPL, Aksi untuk Wadas...

Penyintas Kekerasan Tuntut Keadilan Lewat Karya Tulis

Di Balik Kampanye Antitembakau, Industri Farmasi Monopoli Nikotin

Pelarangan Senjata Nuklir Kian Mendesak di Tengah Konflik...

Survei LSI: Masyarakat dan Partai Politik Kompak Menolak...

Berikan Komentar Batal Membalas

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Pos Terbaru

  • Tilik Relasi Kolonial di Papua dalam Diskusi Papua Bukan Tanah Kosong

    November 24, 2025
  • Diskusi Pendidikan dan Demokrasi, Ungkap Gagalnya Pendidikan dalam Sikapi Diskriminasi

    November 24, 2025
  • Kota Batik yang Tenggelam

    November 21, 2025
  • Titah AW: Jurnalisme Bisa Jadi Kanal Pengetahuan Lokal

    November 21, 2025
  • Membumikan Ilmu Bumi

    November 21, 2025

Jurnal Balairung Vol. 2 No. 2 (2020)

Infografis

Moral Tanpa Tuhan

Sampah Kota Ditopang Swadaya Warga

Berebut Gunungkidul

Yu Par, Legenda Kantin bonbin

Menyambut Coming Out Age dengan Berubah Menjadi Panda

Hubungi Kami

Facebook Twitter Instagram Pinterest

Ads

Footer Logo
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • AWAK
  • KONTAK
  • KONTRIBUSI

©2022 BPPM BALAIRUNG UGM