Balairungpress
  • REDAKSI
    • KILAS
    • ALMAMATER
    • LAPORAN UTAMA
    • APRESIASI
    • WAWANCARA
  • NALAR
    • WAWASAN
    • KAJIAN
    • INSAN WAWASAN
  • REHAT
    • ARSIP
    • BUKU
    • FILM
    • OPINI
    • SASTRA
  • BINGKAI
    • ANALEKTA
    • INFOGRAFIS
    • KOMIK
    • PERISTIWA
    • SKETSA
  • PIPMI
    • Direktori
    • Suplemen
    • PUBLIKASI
  • Tentang Kami
    • Masterhead
  • ENEN
  • IDID
Latest post
Aksi Solidaritas Suara Ibu Indonesia Soroti Kekerasan Negara...
Solidaritas Serikat Buruh Taru Martani Berujung Kemenangan dalam...
IWD Jogja 2026 Soroti Penindasan Perempuan Kelas Pekerja...
Napas Panjang Relokasi Imbas Ambisi Proyek Sumbu Filosofi
Diskusi LSF Ungkap Kekerasan Aparat terhadap Perempuan dalam...
Apakah ada Hari Esok untuk Aku Meminum Obat
Gaboleh Pilih-Pilih Makanan
Aksi Solidaritas untuk Arianto Tawakal Dibalas Kekerasan Ormas...
Forum Kamisan Daring Perluas Jejaring Perlawanan Terhadap Pertambangan...
Pesantren Bumi Cendekia Bagikan Upaya Pencegahan Kekerasan Seksual...

Balairungpress

  • REDAKSI
    • KILAS
    • ALMAMATER
    • LAPORAN UTAMA
    • APRESIASI
    • WAWANCARA
  • NALAR
    • WAWASAN
    • KAJIAN
    • INSAN WAWASAN
  • REHAT
    • ARSIP
    • BUKU
    • FILM
    • OPINI
    • SASTRA
  • BINGKAI
    • ANALEKTA
    • INFOGRAFIS
    • KOMIK
    • PERISTIWA
    • SKETSA
  • PIPMI
    • Direktori
    • Suplemen
    • PUBLIKASI
  • Tentang Kami
    • Masterhead
  • ENEN
  • IDID
KABARKILAS

GASIBU: Gamelan Dalam Bingkai Konser Amal

Desember 14, 2012
Pemukul saron dari grup karawitan sedang memainkan intro lagu Suwe Ora Jamu pada acara Gasibu (12/12). ©Lilang Laras Jiwo

Pemukul saron dari grup karawitan sedang memainkan intro lagu Suwe Ora Jamu pada acara Gasibu (12/12). ©Lilang Laras Jiwo

 

Rabu, (12/12), Fakultas Ilmu Budaya (FIB) UGM mengadakan konser gamelan yang bertemakan Gamelan, Kebudayaanku, Kebanggaanku. Konser yang bernama GASIBU (Gamelan Fakultas Ilmu Budaya)  ini bertempat di Panggung terbuka FIB UGM. Konser ini diadakan oleh Departemen Sosial Masyarakat (SOSMAS), Lembaga Eksekutif Mahasiswa (LEM) FIB UGM.  Acara yang diagendakan dimulai pukul 18.30 – 21.30 ini sempat mundur karena menunggu pengunjung duduk di tempat yang sudah disediakan panitia.

Selain konser gamelan, acara ini juga mengadakan amal buku yang akan disumbangkan ke daerah Bacan, Maluku. Buku-buku yang terkumpul akan diserahkan kepada pengajar muda yang menjadi relawan Indonesia Mengajar disana. Inisiatif mengumpulkan buku bacaan ini berawal dari keprihatinan salah satu mahasiswa yang melakukan KKN di Maluku terkait kurangnya media belajar. Hal inilah yang menggerakkan panitia untuk melakukan konser amal ini. “Jadi, kami dari Departemen SOSMAS ingin mengapresiasi seni sekaligus peduli terhadap media belajar yang kurang di Maluku,” papar Jaka Aris Eko Wibawa, Sastra Inggris ’10, selaku penanggung jawab dan steering comitee konser amal GASIBU.

Konser ini dipersiapkan sejak tiga bulan yang lalu oleh panitia yang tergabung dalam Departemen SOSMAS, LEM FIB UGM. Menurut Jaka, konser ini sempat mengalami kendala pada sumber daya manusia dan dana. “Acara ini adalah konser gamelan pertama, jadi para sponsor belum melihat potensi dari acara ini,” kata Jaka.

Meskipun dengan dana minim, panitia optimis bisa membuat pengunjung bangga dengan budaya lokal. Selain amal, konser ini bertujuan mengajak generasi muda untuk memiliki perspektif lain dalam memandang budaya lokal khususnya gamelan. “Biasanya gamelan kan membosankan, tetapi konser ini beda. Karena memadukan gamelan dengan seni lain seperti tarian atau puisi,” terang Jaka.

Grup yang mengisi acara ini adalah Sanggar SENTRO (Antropologi), GAMASUTRA (Sastra Nusantara), dan PRASASTI (Sastra Inggris). Penampilan pertama dibuka oleh sanggar SENTRO dengan lagu Suwe Ora Jamu. Dilanjutkan dengan pembacaan puisi oleh salah satu sinden putri. Kemudian penampilan ditutup dengan tarian kuda lumping yang dipadukan dengan joget ala “Gangnam Style”.

Penampilan dari Sanggar SENTRO ini terbukti menarik pengunjung yang datang, salah satunya Mohamad Izudin, Bahasa Korea ‘09. “Acaranya bagus karena bertujuan agar anak muda tertarik pada gamelan,” ujar pria yang akrab disapa Udin ini. Ia menambahkan, konsep panggung gamelan ini mirip dengan Jogja Gamelan Festival (JGF), hanya saja penonton yang datang tidak sebanyak JGF. “Penonton sedikit, mungkin karena hanya sedikit mahasiswa yang tertarik dengan kebudayaan lokal” kata Udin. [Desinta W. K., Fikri Fawaid]

0
Facebook Twitter Google + Pinterest

Artikel Lainnya

Aksi Solidaritas Suara Ibu Indonesia Soroti Kekerasan Negara...

Solidaritas Serikat Buruh Taru Martani Berujung Kemenangan dalam...

IWD Jogja 2026 Soroti Penindasan Perempuan Kelas Pekerja...

Diskusi LSF Ungkap Kekerasan Aparat terhadap Perempuan dalam...

Aksi Solidaritas untuk Arianto Tawakal Dibalas Kekerasan Ormas...

Forum Kamisan Daring Perluas Jejaring Perlawanan Terhadap Pertambangan...

Berikan Komentar Batal Membalas

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Pos Terbaru

  • Aksi Solidaritas Suara Ibu Indonesia Soroti Kekerasan Negara dalam Penyiraman Air Keras terhadap Andrie Yunus

    Maret 17, 2026
  • Solidaritas Serikat Buruh Taru Martani Berujung Kemenangan dalam Aksi Mogok Kerja

    Maret 13, 2026
  • IWD Jogja 2026 Soroti Penindasan Perempuan Kelas Pekerja dan Kelompok Rentan

    Maret 11, 2026
  • Napas Panjang Relokasi Imbas Ambisi Proyek Sumbu Filosofi

    Maret 11, 2026
  • Diskusi LSF Ungkap Kekerasan Aparat terhadap Perempuan dalam Konflik Agraria PSN Banten

    Maret 7, 2026

Jurnal Balairung Vol. 2 No. 2 (2020)

Infografis

Moral Tanpa Tuhan

Sampah Kota Ditopang Swadaya Warga

Berebut Gunungkidul

Yu Par, Legenda Kantin bonbin

Menyambut Coming Out Age dengan Berubah Menjadi Panda

Hubungi Kami

Facebook Twitter Instagram Pinterest

Ads

Footer Logo
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • AWAK
  • KONTAK
  • KONTRIBUSI

©2022 BPPM BALAIRUNG UGM