Balairungpress
  • REDAKSI
    • KILAS
    • ALMAMATER
    • LAPORAN UTAMA
    • APRESIASI
    • INSAN WAWASAN
  • NALAR
    • WAWASAN
    • KAJIAN
  • REHAT
    • ARSIP
    • BUKU
    • FILM
    • OPINI
    • SASTRA
  • BINGKAI
    • ANALEKTA
    • INFOGRAFIS
    • KOMIK
    • PERISTIWA
    • SKETSA
  • PIPMI
    • Direktori
    • Suplemen
    • PUBLIKASI
  • ENEN
  • IDID
Newest post
Pesantren Bumi Cendekia Bagikan Upaya Pencegahan Kekerasan Seksual...
Diskusi Buku ā€œPembangunan Untuk Siapa? Kisah Perempuan di...
LPM Himmah UII Ungkap Ketimpangan Pendidikan Dasar di...
Diskusi Perempuan Adat Kritik Jerat Paksaan Industri Ekstraktif
Muat Candaan Seksis, Buku Gadjah Mada Bercanda Karya...
Tilik Relasi Kolonial di Papua dalam Diskusi Papua...
Diskusi Pendidikan dan Demokrasi, Ungkap Gagalnya Pendidikan dalam...
Kota Batik yang Tenggelam
Titah AW: Jurnalisme Bisa Jadi Kanal Pengetahuan Lokal
Membumikan Ilmu Bumi

Balairungpress

  • REDAKSI
    • KILAS
    • ALMAMATER
    • LAPORAN UTAMA
    • APRESIASI
    • INSAN WAWASAN
  • NALAR
    • WAWASAN
    • KAJIAN
  • REHAT
    • ARSIP
    • BUKU
    • FILM
    • OPINI
    • SASTRA
  • BINGKAI
    • ANALEKTA
    • INFOGRAFIS
    • KOMIK
    • PERISTIWA
    • SKETSA
  • PIPMI
    • Direktori
    • Suplemen
    • PUBLIKASI
  • ENEN
  • IDID
KABARPERISTIWA

Relief Sejarah Karya Puluhan Seniman Ramaikan Sewindu UUK DIY

September 23, 2020

©Thalia/Bal

Undang-Undang Keistimewaan (UUK) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) genap sewindu pada hari Senin, 31 Agustus 2020. Keistimewaan DIY telah memberikan dampak positif bagi kehidupan maupun penghidupan masyarakat, terutama dalam perkembangan budaya hingga pariwisata. Eksistensi dari budaya di Yogyakarta, sejatinya tidak kemudian mati karena pandemi COVID-19. Lewat pameran dengan judul ā€œPameran Seni Rupa Sewindu Undang-Undang Keistimewaan DIYā€, para seniman menunjukkan bahwa kesenian akan tetap bertahan dan mampu menyesuaikan situasi yang ada.

Pakar keistimewaan Yogyakarta, Dr. Haryadi Baskoro., MA., M.Hum, memilih patung garapan Yusman yang menyangkut sejarah Keistimewaan DIY pada garda depan. Tak hanya patung garapan Yusman, puluhan pelukis hingga maestro turut berpartisipasi menunjukkan karya-karya terbaiknya, seperti Joko Pekik, Nasirun, hingga Tino Sidin. Sebelas potongan relief di depan pintu masuk pameran menampilkan kisah perjuangan Panglima Besar Jenderal Sudirman mempertahankan keutuhan Yogyakarta. Salah satu diorama pada lantai dua, didapati patung monumental antara Presiden Soekarno dan Jenderal Sudirman.

Lampiran surat maupun kabar berita turut mewarnai relief perjuangan sebelum pintu masuk. Terdapat pula foto pertemuan Presiden Soekarno dan Sri Sultan Hamengkubuwono IX menjadi simbol lahirnya kesepakatan bergabungnya Yogyakarta dengan NKRI yang menjadi dasar keistimewaan DIY. Pembukaan pameran dilaksanakan pada tanggal 31 Agustus 2020 oleh Sri Sultan Hamengkubuwono X dan pameran akan digelar hingga tanggal 30 September 2020 di Gedung Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah DIY. Berlangsungnya pameran tak luput dari acara diskusi hingga pentas seni dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan.

Penulis: Thalia Mutiara Fikri
Penyunting: Deatry Kharisma Karim

 

Haryadi BaskoroJoko PekikNasirunPameran Seni Rupa Sewindu Undang-Undang Keistimewaan DIYTino SidinUUK DIYYusman
0
Facebook Twitter Google + Pinterest

Artikel Lainnya

Peringatan Hari Perempuan Sedunia 2022 Tuntut Bebaskan Perempuan...

Tuntut Audiensi dan Pencabutan IPL, Aksi untuk Wadas...

Penyintas Kekerasan Tuntut Keadilan Lewat Karya Tulis

Di Balik Kampanye Antitembakau, Industri Farmasi Monopoli Nikotin

Pelarangan Senjata Nuklir Kian Mendesak di Tengah Konflik...

Survei LSI: Masyarakat dan Partai Politik Kompak Menolak...

Berikan Komentar Batal Membalas

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Pos Terbaru

  • Pesantren Bumi Cendekia Bagikan Upaya Pencegahan Kekerasan Seksual di Pesantren Lewat Diskusi “Memutus Mata Rantai Kekerasan Seksual di Pesantren”

    Januari 28, 2026
  • Diskusi Buku ā€œPembangunan Untuk Siapa? Kisah Perempuan di Kampung Kamiā€ Soroti Dampak Pembangunan Bagi Ruang Hidup Perempuan

    Desember 25, 2025
  • LPM Himmah UII Ungkap Ketimpangan Pendidikan Dasar di DIY melalui Pameran ā€œMelihat Sekolahkuā€

    Desember 18, 2025
  • Diskusi Perempuan Adat Kritik Jerat Paksaan Industri Ekstraktif

    Desember 10, 2025
  • Muat Candaan Seksis, Buku Gadjah Mada Bercanda Karya Heri Santoso Tuai Kritik Mahasiswa

    Desember 5, 2025

Jurnal Balairung Vol. 2 No. 2 (2020)

Infografis

Moral Tanpa Tuhan

Sampah Kota Ditopang Swadaya Warga

Berebut Gunungkidul

Yu Par, Legenda Kantin bonbin

Menyambut Coming Out Age dengan Berubah Menjadi Panda

Hubungi Kami

Facebook Twitter Instagram Pinterest

Ads

Footer Logo
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • AWAK
  • KONTAK
  • KONTRIBUSI

©2022 BPPM BALAIRUNG UGM