Balairungpress
  • REDAKSI
    • KILAS
    • ALMAMATER
    • LAPORAN UTAMA
    • APRESIASI
    • INSAN WAWASAN
  • NALAR
    • WAWASAN
    • KAJIAN
  • REHAT
    • ARSIP
    • BUKU
    • FILM
    • OPINI
    • SASTRA
  • BINGKAI
    • ANALEKTA
    • INFOGRAFIS
    • KOMIK
    • PERISTIWA
    • SKETSA
  • PIPMI
    • Direktori
    • Suplemen
    • PUBLIKASI
  • ENEN
  • IDID
Newest post
Diskusi Buku “Pembangunan Untuk Siapa? Kisah Perempuan di...
LPM Himmah UII Ungkap Ketimpangan Pendidikan Dasar di...
Diskusi Perempuan Adat Kritik Jerat Paksaan Industri Ekstraktif
Muat Candaan Seksis, Buku Gadjah Mada Bercanda Karya...
Tilik Relasi Kolonial di Papua dalam Diskusi Papua...
Diskusi Pendidikan dan Demokrasi, Ungkap Gagalnya Pendidikan dalam...
Kota Batik yang Tenggelam
Titah AW: Jurnalisme Bisa Jadi Kanal Pengetahuan Lokal
Membumikan Ilmu Bumi
Kuasa Kolonial Atas Pangan Lokal

Balairungpress

  • REDAKSI
    • KILAS
    • ALMAMATER
    • LAPORAN UTAMA
    • APRESIASI
    • INSAN WAWASAN
  • NALAR
    • WAWASAN
    • KAJIAN
  • REHAT
    • ARSIP
    • BUKU
    • FILM
    • OPINI
    • SASTRA
  • BINGKAI
    • ANALEKTA
    • INFOGRAFIS
    • KOMIK
    • PERISTIWA
    • SKETSA
  • PIPMI
    • Direktori
    • Suplemen
    • PUBLIKASI
  • ENEN
  • IDID
KILAS

Konser Musik Tutup Rangkaian Acara Forestweek 2016

Desember 6, 2016
©Rosa. Bal

©Rosa. Bal

Tepuk tangan dan teriakan riuh menggema kala satu persatu personil Hivi naik ke panggung. Band yang baru merilis single bertajuk Pelangi ini menjadi salah satu pengisi acara konser Forestweek 2016. Bertempat di Aula Pusat Kebudayaan Koesnadi Hardjasoemantri (4/12),  konser yang menjadi penutup rangkaian acara Forestweek 2016 ini juga turut dimeriahkan oleh Sereal dan Frau.

Acara Forestweek pertama ini mengusung tema “Forest For Nature, Forest For Culture, Forest For Future”. Acara yang dihelat oleh Keluarga Mahasiswa Fakultas Kehutanan ini dimulai dengan lomba fotografi, poster dan esai sejak 10-15 November. Lomba tersebut mengangkat permasalahan mengenai pentingnya hutan bagi masa depan yang dibuka untuk umum. Lalu dilanjutkan dengan kompetisi festival band tingkat Yogyakarta dan juga sepeda santai pada tanggal 27 November.

Rangkaian kemudian dilanjutkan dengan Talk show bertajuk “Strategi dan Inovasi dalam Mewujudkan Kesadaran akan Pentingnya Hutan dan Dampaknya di Masa Depan” pada 29 November. Panitia mendapuk Ramon Y Tungka dan Medira Kamil, dua pemandu acara televisi yang bertajuk tentang alam ini sebagai pembicara. Tak hanya itu, panitia juga turut menggelar acara “Penanaman dan Pendidikan Lingkungan” yang berlokasi di Wanagama, Gunung Kidul. Terakhir, acara Forestweek 2016 ditutup dengan konser sebagai puncak acara.

Konser ini juga sekaligus sebagai ajang kampanye tentang pentingnya arti lingkungan dan hutan. “Pengisi acara malam ini memang tidak berlatar belakang lingkungan. Tapi kami pihak panitia meminta pengisi acara juga menyampaikan pentingnya arti lingkungan disetiap jeda lagu mereka. Biar memberi contoh buat penonton.” Terang Wiekotamtama, ketua acara Forestweek 2016.

Acara konser dibuka dengan penampilan pemenang lomba festival band dan band dari Komunitas Seni Kehutanan. Kemudian dilanjut dengan penampilan Sereal dan Frau yang diikuti oleh pemutaran video tentang lingkungan berdurasi tiga menitan. Video yang berisi tentang kondisi hutan dan lingkungan Indonsia ini, sekaligus menjadi pengantar penampilan Hivi.

Sebagai bintang tamu utama, Hivi menyanyikan sembilan lagu. Diantaranya lagu Indahnya Dirimu, Curi-Curi, Mata ke Hati, Orang ke Tiga, Sama-sama Tahu,Pelangi dan tak ketinggalan lagu Siapkah Kau ‘Tuk Jatuh Cinta Lagi sebagai penutupnya. Selain itu, panitia juga membagikan bibit pohon pada penonton selepas konser selesai.

Ditemui di belakang panggung, personil Hivi mengaku cukup terkejut mendapat tawaran mengisi acara di Fakultas Kehutanan. “Kaget aja ternyata acara ini dari Fakultas kehutanan, kami apresiasi sekali sih, semoga acara selanjutnya bisa melibatkan musisi musisi lainnya, lokal maupun interlokal, melibatkan berbagai komunitas dan makin bermanfaat.” Ucap Febrian Nindyo, salah satu personil Hivi. Tera salah satu penonton juga berharap kedepannya acara serupa akan diadakan kembali “Kalau bisa lokasinya lebih luas lagi, biar kerasa konsernya” terang mahasiswi Teknologi Pendidikan Universitas Negeri Yogyakarta ini. [Rosalina Woro Subektie]

acaramusikPentas
0
Facebook Twitter Google + Pinterest

Artikel Lainnya

Diskusi Buku “Pembangunan Untuk Siapa? Kisah Perempuan di...

LPM Himmah UII Ungkap Ketimpangan Pendidikan Dasar di...

Diskusi Perempuan Adat Kritik Jerat Paksaan Industri Ekstraktif

Muat Candaan Seksis, Buku Gadjah Mada Bercanda Karya...

Tilik Relasi Kolonial di Papua dalam Diskusi Papua...

Diskusi Pendidikan dan Demokrasi, Ungkap Gagalnya Pendidikan dalam...

Berikan Komentar Batal Membalas

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Pos Terbaru

  • Diskusi Buku “Pembangunan Untuk Siapa? Kisah Perempuan di Kampung Kami” Soroti Dampak Pembangunan Bagi Ruang Hidup Perempuan

    Desember 25, 2025
  • LPM Himmah UII Ungkap Ketimpangan Pendidikan Dasar di DIY melalui Pameran “Melihat Sekolahku”

    Desember 18, 2025
  • Diskusi Perempuan Adat Kritik Jerat Paksaan Industri Ekstraktif

    Desember 10, 2025
  • Muat Candaan Seksis, Buku Gadjah Mada Bercanda Karya Heri Santoso Tuai Kritik Mahasiswa

    Desember 5, 2025
  • Tilik Relasi Kolonial di Papua dalam Diskusi Papua Bukan Tanah Kosong

    November 24, 2025

Jurnal Balairung Vol. 2 No. 2 (2020)

Infografis

Moral Tanpa Tuhan

Sampah Kota Ditopang Swadaya Warga

Berebut Gunungkidul

Yu Par, Legenda Kantin bonbin

Menyambut Coming Out Age dengan Berubah Menjadi Panda

Hubungi Kami

Facebook Twitter Instagram Pinterest

Ads

Footer Logo
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • AWAK
  • KONTAK
  • KONTRIBUSI

©2022 BPPM BALAIRUNG UGM