Balairungpress
  • REDAKSI
    • KILAS
    • ALMAMATER
    • LAPORAN UTAMA
    • APRESIASI
    • WAWANCARA
  • NALAR
    • WAWASAN
    • KAJIAN
    • INSAN WAWASAN
  • REHAT
    • ARSIP
    • BUKU
    • FILM
    • OPINI
    • SASTRA
  • BINGKAI
    • ANALEKTA
    • INFOGRAFIS
    • KOMIK
    • PERISTIWA
    • SKETSA
  • PIPMI
    • Direktori
    • Suplemen
    • PUBLIKASI
  • Tentang Kami
    • KONTAK
    • Masthead
  • ENEN
  • IDID
Latest post
Buruh Pibee Group Menangkan Tuntutan Pelunasan Upah
Ruang Redaksi Belum Aman, AJI Ungkap Kekerasan terhadap...
Aksi Solidaritas Suara Ibu Indonesia Soroti Kekerasan Negara...
Solidaritas Serikat Buruh Taru Martani Berujung Kemenangan dalam...
IWD Jogja 2026 Soroti Penindasan Perempuan Kelas Pekerja...
Napas Panjang Relokasi Imbas Ambisi Proyek Sumbu Filosofi
Diskusi LSF Ungkap Kekerasan Aparat terhadap Perempuan dalam...
Apakah ada Hari Esok untuk Aku Meminum Obat
Gaboleh Pilih-Pilih Makanan
Aksi Solidaritas untuk Arianto Tawakal Dibalas Kekerasan Ormas...

Balairungpress

  • REDAKSI
    • KILAS
    • ALMAMATER
    • LAPORAN UTAMA
    • APRESIASI
    • WAWANCARA
  • NALAR
    • WAWASAN
    • KAJIAN
    • INSAN WAWASAN
  • REHAT
    • ARSIP
    • BUKU
    • FILM
    • OPINI
    • SASTRA
  • BINGKAI
    • ANALEKTA
    • INFOGRAFIS
    • KOMIK
    • PERISTIWA
    • SKETSA
  • PIPMI
    • Direktori
    • Suplemen
    • PUBLIKASI
  • Tentang Kami
    • KONTAK
    • Masthead
  • ENEN
  • IDID
KILAS

Pemilihan Dekan Fakultas Hukum UGM Berujung Aksi

September 16, 2016
©Puput.bal

©Kurnia Putri Utomo.bal

“Turut Berduka Cita Atas Kematian Demokrasi Di UGM Civitas Akademika Fakultas Hukum UGM”. Begitulah tulisan yang terpampang pada karangan bunga saat puluhan Dosen Fakultas Hukum (FH) melakukan aksi di Balairung Rektorat Universitas Gadjah Mada (UGM), Kamis (15/09). Aksi tersebut bertujuan memberikan aspirasi kepada pihak Rektorat terkait hasil pemilihan Dekan FH UGM 2016-2021. Di tempat yang sama, ratusan mahasiswa yang mengatasnamakan diri sebagai Aliansi Mahasiswa Independen Peduli Hukum juga turut melakukan aksi. Berbeda dengan para dosen, tujuan aksi mahasiswa untuk mempertanyakan transparansi dan mekanisme sanggahan.

Aksi ini merupakan lanjutan dari aksi mimbar bebas yang dilakukan oleh Dosen FH UGM di FH UGM, Selasa (13/09). Mereka tidak meyetujui hasil seleksi pemilihan Dekan FH UGM tahun 2016-2021 yang dikeluarkan oleh tim seleksi (timsel) Rektorat UGM. Melalui penilaian kemampuan dan kepatutan panitia seleksi (pansel) dari pihak FH UGM, terpilih Prof. Dr. Sigit Riyanto, S.H., LL.M. sebagai Dekan FH UGM mengungguli kandidat lain, Linda Yanti Sulistiawati, SH, MSc, PhD. Namun setelah hasilnya diserahkan kepada pihak Rektorat, timsel Rektorat UGM justru memenangkan Linda Yanti, PhD.

Hasrul Halili, S.H., M.A., selaku perwakilan Dosen FH UGM menyatakan, tidak ada demokrasi dalam proses seleksi pemilihan Dekan yang dilakukan oleh timsel Rektorat UGM. Hasrul menambahkan bahwa terdapat beberapa alasan dosen-dosen FH UGM tetap mendukung Prof. Sigit sebagai Ketua Dekan terpilih. “Pada hasil seleksi di tingkat fakultas, terdapat 60 dosen atau 60 persen dari total dosen yang membubuhkan tanda tangan dukungan terhadap Prof. Sigit,” ujarnya. Kemudian Hasrul menambahkan bahwa dari 8 dari 11 departemen di FH UGM mengusulkan Prof. Sigit sebagai calon Dekan.

Selanjutnya Hasrul membeberkan hasil nilai uji kelayakan pansel FH UGM yang menunjukkan Prof. Sigit mencapai nilai 95,1 % sedangkan calon lain mendapat nilai 81,8 %. Hal tersebut menurut Hasrul juga diperkuat berdasarkan pemeringkatan di senat FH yang menunjukkan Prof. Sigit mendapat nilai 3389, sedangkan calon lain hanya mendapat nilai 3120. Namun, Hasrul menambahkan bahwa timsel Rektorat justru memberi nilai Prof. Sigit 88,66 sementara calon lain mendapat nilai 90,72. “Jabatan Dekan tentu membutuhkan kualitas serta kuantitas yang unggul dan Prof. Sigit sendiri terbukti telah memenuhi hal tersebut, “ ujar dosen yang mengajar hukum ligitasi tersebut.

Berbeda dengan pihak dosen, aliansi mahasiswa menyikapi persoalan tersebut dengan tidak memihak ke pihak manapun. Abdul Adhim Azzuhri, selaku koordinator lapangan aksi mengatakan bahwa terdapat tiga tuntutan dari mahasiswa. Menurut Abdul, mahasiswa menuntut transparansi nilai dari pansel dan timsel terkait hasil pemilihan tersebut  agar mudah dipahami bagi mahasiswa. Lalu Mahasiswa Ilmu Hukum’14 tersebut juga mempertanyakan kejelasan terkait Peraturan Rektor Nomor 12 tahun 2016 pasal 20A mengenai sanggahan. “Terminologi serta mekanisme sanggahan dalam peraturan tersebut tidak diatur lengkap juga terkait proporsi nilai antara pansel dan timsel tidak diatur secara jelas,” tambahnya. Terakhir, Ia mengatakan bahwa mahasiswa meminta kondisi FH UGM tetap kondusif.

Menanggapi tuntutan kedua aksi tersebut, Prof. dr. Iwan Dwiprahasto, M.Med.Sc., Ph.D., selaku Wakil Rektor Bidang Akademisi dan Kemahasiswaan menyatakan bahwa proses seleksi masih berjalan. “Proses pemilihan Dekan masih terkait sanggahan,” imbuhnya. Prof. Iwan yang mewakili Rektor juga menambahkan bahwa semua aspirasi pasti diterima terkait seleksi pemilihan Dekan.

Zainal Arifin Mochtar, selaku kuasa hukum Prof. Sigit, mengharapkan aspirasi yang telah disampaikan dapat didengar oleh Rektor. “Semoga Rektor dapat melihat seleksi penerimaan ini dengan jernih,” imbuh Zainal. Ia menambahkan apabila hasil seleksi memenangkan calon lainnya, sebagai kuasa hukum Prof. Sigit , hal tersebut akan dibicarakan dengan Prof. Sigit terkait kemungkinan menempuh kasus ini melalui jalur hukum. “Kami akan terus berjuang untuk memperbaiki demokrasi yang ada di UGM,” tambah Dosen FH UGM tersebut.

Sedangkan dari pihak aliansi mahasiswa, Abdul mengatakan bahwa mahasiswa akan terus mengawal kasus ini. Abdul juga menambahkan ketidakhadiran Rektor sangat disayangkan oleh para mahasiswa. “Kami akan terus mengupayakan untuk bertemu dengan Ibu Rektor dan mendiskusikan masalah ini,” ujarnya.[Farhan Isnaen]

aksidekandemokrasidemokratisdosenhukummahasiswarektoratugm
0
Facebook Twitter Google + Pinterest

Artikel Lainnya

Buruh Pibee Group Menangkan Tuntutan Pelunasan Upah

Ruang Redaksi Belum Aman, AJI Ungkap Kekerasan terhadap...

Aksi Solidaritas Suara Ibu Indonesia Soroti Kekerasan Negara...

Solidaritas Serikat Buruh Taru Martani Berujung Kemenangan dalam...

IWD Jogja 2026 Soroti Penindasan Perempuan Kelas Pekerja...

Diskusi LSF Ungkap Kekerasan Aparat terhadap Perempuan dalam...

Berikan Komentar Batal Membalas

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Pos Terbaru

  • Buruh Pibee Group Menangkan Tuntutan Pelunasan Upah

    April 10, 2026
  • Ruang Redaksi Belum Aman, AJI Ungkap Kekerasan terhadap Jurnalis Perempuan

    April 9, 2026
  • Aksi Solidaritas Suara Ibu Indonesia Soroti Kekerasan Negara dalam Penyiraman Air Keras terhadap Andrie Yunus

    Maret 17, 2026
  • Solidaritas Serikat Buruh Taru Martani Berujung Kemenangan dalam Aksi Mogok Kerja

    Maret 13, 2026
  • IWD Jogja 2026 Soroti Penindasan Perempuan Kelas Pekerja dan Kelompok Rentan

    Maret 11, 2026

Jurnal Balairung Vol. 2 No. 2 (2020)

Infografis

Moral Tanpa Tuhan

Sampah Kota Ditopang Swadaya Warga

Berebut Gunungkidul

Yu Par, Legenda Kantin bonbin

Menyambut Coming Out Age dengan Berubah Menjadi Panda

Hubungi Kami

Facebook Twitter Instagram Pinterest

Ads

Footer Logo
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • AWAK
  • KONTAK
  • KONTRIBUSI

©2022 BPPM BALAIRUNG UGM