Balairungpress
  • REDAKSI
    • KILAS
    • ALMAMATER
    • LAPORAN UTAMA
    • APRESIASI
    • INSAN WAWASAN
  • NALAR
    • WAWASAN
    • KAJIAN
  • REHAT
    • ARSIP
    • BUKU
    • FILM
    • OPINI
    • SASTRA
  • BINGKAI
    • ANALEKTA
    • INFOGRAFIS
    • KOMIK
    • PERISTIWA
    • SKETSA
  • PIPMI
    • Direktori
    • Suplemen
    • PUBLIKASI
  • ENEN
  • IDID
Newest post
Diskusi Buku “Pembangunan Untuk Siapa? Kisah Perempuan di...
LPM Himmah UII Ungkap Ketimpangan Pendidikan Dasar di...
Diskusi Perempuan Adat Kritik Jerat Paksaan Industri Ekstraktif
Muat Candaan Seksis, Buku Gadjah Mada Bercanda Karya...
Tilik Relasi Kolonial di Papua dalam Diskusi Papua...
Diskusi Pendidikan dan Demokrasi, Ungkap Gagalnya Pendidikan dalam...
Kota Batik yang Tenggelam
Titah AW: Jurnalisme Bisa Jadi Kanal Pengetahuan Lokal
Membumikan Ilmu Bumi
Kuasa Kolonial Atas Pangan Lokal

Balairungpress

  • REDAKSI
    • KILAS
    • ALMAMATER
    • LAPORAN UTAMA
    • APRESIASI
    • INSAN WAWASAN
  • NALAR
    • WAWASAN
    • KAJIAN
  • REHAT
    • ARSIP
    • BUKU
    • FILM
    • OPINI
    • SASTRA
  • BINGKAI
    • ANALEKTA
    • INFOGRAFIS
    • KOMIK
    • PERISTIWA
    • SKETSA
  • PIPMI
    • Direktori
    • Suplemen
    • PUBLIKASI
  • ENEN
  • IDID
KABARKILAS

Gaungkan Semangat Inovasi lewat Transformaking

September 7, 2015

 

©tya.bal

©tya.bal

Kamis (3/9) lalu, Pertemuan Internasional Transformative Making (Transformaking) Indonesia 2015 akhirnya dibuka. Acara ini merupakan kegiatan tahunan yang diinisiasi Culture, Arts, & Technology Empowerment Community (CATEC) dan House of Natural Fiber Foundation (HONF). Bertempat di Ndalem Wironegaran, ketiga penggagas Transformaking, yakni KPH Wironegoro, Ilham Habibie serta Vincencius Christiawan,  menyampaikan tujuan acara ini.

Salah satu pendiri CATEC, Ilham Habibie, menerangkan bahwa Transformaking menjadi tempat berkumpulnya para inovator kreatif yang berangkat dari masalah sosial di lingkungannya. Transformaking berasal dari kata transformative dan making yang berarti adanya perubahan dari sebuah ciptaan baru. “Dengan memamerkan inovasi-inovasi baru, acara ini diharapkan mampu menginspirasi sebuah perubahan di masyarakat,” tutur Ilham mantap.

Transformaking akan berlangsung dari tanggal 14-16 September 2015. Rangkaian kegiatan acara ini akan diselenggarakan di beberapa lokasi seperti Jogja National Museum, HONFablab, v.u.f.o.c, Bumi Pemuda Rahayu, Yakkum Rehabilitation Centre dan Bajaroyo, Yogyakarta Salah satu agenda besar acara ini adalah simposium internasional yang berlangsung tanggal 15-16 September 2015. Dalam simposium ini, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan, Kepala Badan ekonomi Kreatif Triawan Munaf serta Gubernur DIY Sultan Hamengkubuwono X turut diundang sebagai pembicara.

“Simposium bertujuan untuk menjadi platform diskusi, pertukaran ide, dan proses belajar yang berhubungan dengan transformative making,” jelas Ilham. Nantinya, simposium akan dihadiri inovator lokal dan mancanegara. Masing-masing dari mereka mempresentasikan temuannya serta menjelaskan latar belakang temuan tersebut.

Inovasi yang dipamerkan dalam simposium dikategorikan menjadi delapan bidang. Di antaranya adalah bidang pertanian, teknologi, pendidikan serta energi. “Kebanyakan temuan berangkat dari masalah yang sifatnya lokal, sehingga acara ini penting juga untuk menyadarkan kita masalah sosial apa yang ada di sekitar kita,” ujar Argha salah satu anggota HONF. Menurut Venza, founder HONF, masalah sosial ini terjadi karena peran pemerintah yang masih kurang. “Ketika pemerintah tak mampu mengatasi masalah rakyat, maka rakyat akan membentuk gerakan grassroot yang kreatif untuk mengatasi masalahnya sendiri,” ujar Venza.

Gerakan grassroot ini diharapkan berinovasi untuk melahirkan sebuah solusi dari masalah sosial di sekitarnya. Hal inilah yang menurut Ilham membuat inovasi berbeda dengan invensi. Menurutnya, invensi hanyalah sebuah penemuan baru tanpa memikirkan apakah akan bermanfaat untuk menyelesaikan masalah masyarakat. Sebab itu, rangkaian acara Transformaking diadakan untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk memecahkan masalahnya.

Guna menumbuhkan semangat menemukan solusi, kegiatan transformasi terbuka untuk seluruh kalangan dan dapat dinikmaati tanpa mengeluarkan biaya. Dengan menyentuh seluruh lapisan masyarakat, Ilham berharap muncul sikap kritis yang esensial untuk menjaga dan sekaligus memurnikan pergerakan masyarakat. “Acara ini tidak ingin mencarikan solusi, namun menginspirasi masyarakat untuk menemukan solusinya sendiri,” pungkas Ilham.[Ganesh Cintika Putri,Nuresti Tristya Astarina]

 

 

inovasipendidikansimposiumteknologiyogyakarta
0
Facebook Twitter Google + Pinterest

Artikel Lainnya

Diskusi Buku “Pembangunan Untuk Siapa? Kisah Perempuan di...

LPM Himmah UII Ungkap Ketimpangan Pendidikan Dasar di...

Diskusi Perempuan Adat Kritik Jerat Paksaan Industri Ekstraktif

Muat Candaan Seksis, Buku Gadjah Mada Bercanda Karya...

Tilik Relasi Kolonial di Papua dalam Diskusi Papua...

Diskusi Pendidikan dan Demokrasi, Ungkap Gagalnya Pendidikan dalam...

Berikan Komentar Batal Membalas

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Pos Terbaru

  • Diskusi Buku “Pembangunan Untuk Siapa? Kisah Perempuan di Kampung Kami” Soroti Dampak Pembangunan Bagi Ruang Hidup Perempuan

    Desember 25, 2025
  • LPM Himmah UII Ungkap Ketimpangan Pendidikan Dasar di DIY melalui Pameran “Melihat Sekolahku”

    Desember 18, 2025
  • Diskusi Perempuan Adat Kritik Jerat Paksaan Industri Ekstraktif

    Desember 10, 2025
  • Muat Candaan Seksis, Buku Gadjah Mada Bercanda Karya Heri Santoso Tuai Kritik Mahasiswa

    Desember 5, 2025
  • Tilik Relasi Kolonial di Papua dalam Diskusi Papua Bukan Tanah Kosong

    November 24, 2025

Jurnal Balairung Vol. 2 No. 2 (2020)

Infografis

Moral Tanpa Tuhan

Sampah Kota Ditopang Swadaya Warga

Berebut Gunungkidul

Yu Par, Legenda Kantin bonbin

Menyambut Coming Out Age dengan Berubah Menjadi Panda

Hubungi Kami

Facebook Twitter Instagram Pinterest

Ads

Footer Logo
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • AWAK
  • KONTAK
  • KONTRIBUSI

©2022 BPPM BALAIRUNG UGM