Balairungpress
  • REDAKSI
    • KILAS
    • ALMAMATER
    • LAPORAN UTAMA
    • APRESIASI
    • INSAN WAWASAN
  • NALAR
    • WAWASAN
    • KAJIAN
  • REHAT
    • ARSIP
    • BUKU
    • FILM
    • OPINI
    • SASTRA
  • BINGKAI
    • ANALEKTA
    • INFOGRAFIS
    • KOMIK
    • PERISTIWA
    • SKETSA
  • PIPMI
    • Direktori
    • Suplemen
    • PUBLIKASI
  • ENEN
  • IDID
Newest post
Tilik Relasi Kolonial di Papua dalam Diskusi Papua...
Diskusi Pendidikan dan Demokrasi, Ungkap Gagalnya Pendidikan dalam...
Kota Batik yang Tenggelam
Titah AW: Jurnalisme Bisa Jadi Kanal Pengetahuan Lokal
Membumikan Ilmu Bumi
Kuasa Kolonial Atas Pangan Lokal
Anis Farikhatin: Guru Kesehatan Reproduksi Butuh Dukungan, Bukan...
Tangan Tak Terlihat di Balik Gerakan Rakyat
Tantangan Konservasi dan Pelestarian Lingkungan dalam Diskusi Ekspedisi...
LBH Yogyakarta Ungkap Intimidasi Aparat Pasca-Aksi Agustus di...

Balairungpress

  • REDAKSI
    • KILAS
    • ALMAMATER
    • LAPORAN UTAMA
    • APRESIASI
    • INSAN WAWASAN
  • NALAR
    • WAWASAN
    • KAJIAN
  • REHAT
    • ARSIP
    • BUKU
    • FILM
    • OPINI
    • SASTRA
  • BINGKAI
    • ANALEKTA
    • INFOGRAFIS
    • KOMIK
    • PERISTIWA
    • SKETSA
  • PIPMI
    • Direktori
    • Suplemen
    • PUBLIKASI
  • ENEN
  • IDID
KABARKILAS

Dema Fakultas Pertanian Gelar Lokakarya Mahasiswa

Maret 10, 2014

©Yesika.bal

Lokakarya Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada digelar Minggu (9/3), bertempat di Gedung A1 Fakultas Pertanian UGM. Acara tersebut dihadiri Dewan Mahasiswa Fakultas Pertanian (DEMA FPN), Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ), dan Badan Semi Independen (BSI) se-Fakultas Pertanian UGM.Menurut Restu Tri Prasetyo, Ketua DEMA FPN 2014, lokakarya ini diadakan untuk menyatukan dan mengakomodasi program kerja lembaga-lembaga yang ada di Fakultas Pertanian. “Tujuannya untuk menyinergiskan program, terutama terkait timeline agar tidak terjadi bentrok tanggal dan rebutan massa mengingat lembaga di Fakultas Pertanian ini banyak sekali,” tegas Restu.

Acara yang dibuka pukul 08.00 WIB ini diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Hymne Gadjah Mada, dilanjutkan dengan sambutan dari Sekjend DEMA FPN 2014. Setelah itu, dimulailah presentasi program kerja dari DEMA FPN berlanjut ke pemaparan program kerja dari perwakilan setiap lembaga. Dalam sesi ini, setiap lembaga juga mengenalkan stuktur keorganisasiannya kepada peserta lokakarya.

Setelah sesi presentasi, departemen yang memiliki fungsi sama di masing-masing lembaga berkumpul bersama. Di akhir acara dilakukan pemaparan dari hasil perkumpulan tersebut. Misalnya, dalam konsolidasi antarlembaga pada departemen keilmuan disepakati lima butir kesepakatan. Kesepakatan itu antara lain akan diagendakan belajar bersama dengan HMJ, pembentukan fasilitator PKM, diskusi bersama terkait masalah pertanian, pembuatan forum di Facebook, dan menggiatkan kegiatan HMJ dengan BSI.

Seminggu setelah acara ini akan diadakan pertemuan antarketua lembaga yang ada di Fakultas Pertanian. Tujuannya agar ada kepastian dan keberlajutan atas kesepakatan-kesepakatan yang telah terjadi tersebut. “Evaluasi yang dilakukan lokakarya tahun kemarin kurang ada follow up. Kesepakatan-kesepakatan yang telah terjadikemudian terbengkalai,” tambah Restu.

Sebenarnya, lokakarya ini bukan kali pertama diadakan di Fakultas Pertanian. Tahun kemarin lokakarya serupa juga digelar. Namun, perbedaanya tahun ini lokakarya terbuka untuk seluruh mahasiswa.Hal ini dimaksudkan agar setiap lembaga juga mengenal anggota-anggota lembaga lain. Menurut Restu, kegiatan ini disambut positif oleh mahasiswa-mahasiswa di Fakultas Pertanian. “Kita menargetkan peserta lokakarya sejumlah 120 orang sudah tercapai, terbukti dengan penuhnya kursi yang disediakan panitia,” ujarnya.

Sependapat dengan Restu, Irvan Nur Kristianto, peserta lokakarya Fakultas Pertanian, juga menyambut baik diadakannya lokakarya ini. Meskipun ia merasa persiapan panitia kurang, tetapi secara keseluruhan acara ini cukup baik. Irvan berharap dengan acara seperti ini lembaga di Fakultas Pertanian semakin saling mengenal. “Antarlembaga harus saling mendukung untuk kesuksesan program kerja masing-masing,” tegasnya. [Ervina Lutfikasari, Joko Budi Santoso]

DemaDema PertanianFakultas Pertanianlokakaryamahasiswa
0
Facebook Twitter Google + Pinterest

Artikel Lainnya

Tilik Relasi Kolonial di Papua dalam Diskusi Papua...

Diskusi Pendidikan dan Demokrasi, Ungkap Gagalnya Pendidikan dalam...

Tantangan Konservasi dan Pelestarian Lingkungan dalam Diskusi Ekspedisi...

LBH Yogyakarta Ungkap Intimidasi Aparat Pasca-Aksi Agustus di...

Diskusi dan Perilisan Zine Maba Sangaji Basuara, Tilik...

Diskusi Buku dan Budaya, Soroti Peran Sastra Melawan...

Berikan Komentar Batal Membalas

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Pos Terbaru

  • Tilik Relasi Kolonial di Papua dalam Diskusi Papua Bukan Tanah Kosong

    November 24, 2025
  • Diskusi Pendidikan dan Demokrasi, Ungkap Gagalnya Pendidikan dalam Sikapi Diskriminasi

    November 24, 2025
  • Kota Batik yang Tenggelam

    November 21, 2025
  • Titah AW: Jurnalisme Bisa Jadi Kanal Pengetahuan Lokal

    November 21, 2025
  • Membumikan Ilmu Bumi

    November 21, 2025

Jurnal Balairung Vol. 2 No. 2 (2020)

Infografis

Moral Tanpa Tuhan

Sampah Kota Ditopang Swadaya Warga

Berebut Gunungkidul

Yu Par, Legenda Kantin bonbin

Menyambut Coming Out Age dengan Berubah Menjadi Panda

Hubungi Kami

Facebook Twitter Instagram Pinterest

Ads

Footer Logo
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • AWAK
  • KONTAK
  • KONTRIBUSI

©2022 BPPM BALAIRUNG UGM