Balairungpress
  • REDAKSI
    • KILAS
    • ALMAMATER
    • LAPORAN UTAMA
    • APRESIASI
    • INSAN WAWASAN
  • NALAR
    • WAWASAN
    • KAJIAN
  • REHAT
    • ARSIP
    • BUKU
    • FILM
    • OPINI
    • SASTRA
  • BINGKAI
    • ANALEKTA
    • INFOGRAFIS
    • KOMIK
    • PERISTIWA
    • SKETSA
  • PIPMI
    • Direktori
    • Suplemen
    • PUBLIKASI
  • ENEN
  • IDID
Newest post
Pesantren Bumi Cendekia Bagikan Upaya Pencegahan Kekerasan Seksual...
Diskusi Buku “Pembangunan Untuk Siapa? Kisah Perempuan di...
LPM Himmah UII Ungkap Ketimpangan Pendidikan Dasar di...
Diskusi Perempuan Adat Kritik Jerat Paksaan Industri Ekstraktif
Muat Candaan Seksis, Buku Gadjah Mada Bercanda Karya...
Tilik Relasi Kolonial di Papua dalam Diskusi Papua...
Diskusi Pendidikan dan Demokrasi, Ungkap Gagalnya Pendidikan dalam...
Kota Batik yang Tenggelam
Titah AW: Jurnalisme Bisa Jadi Kanal Pengetahuan Lokal
Membumikan Ilmu Bumi

Balairungpress

  • REDAKSI
    • KILAS
    • ALMAMATER
    • LAPORAN UTAMA
    • APRESIASI
    • INSAN WAWASAN
  • NALAR
    • WAWASAN
    • KAJIAN
  • REHAT
    • ARSIP
    • BUKU
    • FILM
    • OPINI
    • SASTRA
  • BINGKAI
    • ANALEKTA
    • INFOGRAFIS
    • KOMIK
    • PERISTIWA
    • SKETSA
  • PIPMI
    • Direktori
    • Suplemen
    • PUBLIKASI
  • ENEN
  • IDID
KABARKILAS

Sneakers Ala Himakom

Mei 22, 2011

Seni dan Kreasi (Sneakers) merupakan acara rutin tahunan yang didedikasikan untuk memperingati hari ulang tahun Himpunan Mahasiswa Ilmu Komputer (Himakom).Namun ada pemandangan yang berbeda dari Sneakers ke-13 ini. “Sneakers kali ini berusaha memasukkan unsur humanis dan sosial, jadi agak sedikit berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.” Ungkapan tersebut disampaikan Bimo Dwi Satrio, Ketua Panitia Sneakers 2011, saat dijumpai pada Minggu (22/ 5), seusai acara. Jika pada tahun-tahun yang lalu, Sneakers hanya diisi oleh penampilan band-band musik, maka tahun ini panitia berinisiatif memasukkan acara baru.

Gowes Nyambi Tebar Benih (Gowesnya Tebih), acara mengayuh sepeda sembari menebarkan benih menjadi salah satu inovasi dalam Sneakers. “Kami ingin mengajak masyarakat, untuk peduli pada pelestarian lingkungan perairan,” tutur Bimo. Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa melalui kegiatan inilah, humanisme dan sikap sosial bisa dipupuk.

Itikad baik panita pun cukup mendapat sambutan dari masyarakat dari berbagai usia dan profesi. Terbukti, sejak pukul 06. 30 WIB, garis start Gowes di lapangan Barat GSP sudah dipadati peserta. Baik mahasiswa maupun orang tua tampak menyemut dengan balutan kaos berwarna biru yang disediakan panitia. Para peserta diarak menuju Embung Tambakboyo, Condongcatur (Utara FE UII) untuk menebar 10.000 benih ikan tawes dan nila. Arakan sepeda itu pun diakhiri di FMIPA Selatan UGM.

Selain gowes bersama, para peserta juga dihibur dengan penampilan band-band lokal di Jogja, seperti Heat of Tokyo, D’wenzha, Ranue, Kapurento, Penyok Seksi, dan The Poison Kings (Home Band). Band-band tersebut sekaligus tampil untuk memperebutkan tropi dan uang pembinaan sebesar Rp 300 ribu.

Panitia sempat tersnadung kendala perizinan tempat sehingga mereka pun berinisatif menggeser garis start dari Gedung Purna Budaya ke GSP. Kendala lain yang dihadapi panitia yakni soal waktu pelaksanaan Sneakers. “Acara Sneakers yang dijadwalkan terselenggara bulan April, akhirnya diundur satu setengah bulan,” keluh Bimo. Alasan pengunduran acara semata-mata karena bulan April digelar acara Jogja Game Expo di UGM.

Ketika disinggung soal uang pendaftaran Gowesnya Tebih, Bimo mengatakan,” Sebanding kok, uang Rp 15 ribu, peserta bisa memperoleh kaos, snack, dan kesempatan memenangkandoorprize.” Hal kontradiktif disampaikan oleh Yolanda, mahasiswa Ilmu Komputer 2009. “Uang pendaftaran sebesar Rp 15 ribu memang agak mahal, apalagi kami tak mendapat makan siang.” Namun ia tetap mengapresiasi acara Sneakers. “Acara Gowesnya Tebih sangat menarik dan bermanfaat karena membuat badan saya sehat.” Ia berharap acara semacam ini bisa rutin diadakan. [Ayu]

Gowesnya TebihHimakomSneakersugm
0
Facebook Twitter Google + Pinterest

Artikel Lainnya

Pesantren Bumi Cendekia Bagikan Upaya Pencegahan Kekerasan Seksual...

Diskusi Buku “Pembangunan Untuk Siapa? Kisah Perempuan di...

LPM Himmah UII Ungkap Ketimpangan Pendidikan Dasar di...

Diskusi Perempuan Adat Kritik Jerat Paksaan Industri Ekstraktif

Muat Candaan Seksis, Buku Gadjah Mada Bercanda Karya...

Tilik Relasi Kolonial di Papua dalam Diskusi Papua...

Berikan Komentar Batal Membalas

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Pos Terbaru

  • Pesantren Bumi Cendekia Bagikan Upaya Pencegahan Kekerasan Seksual di Pesantren Lewat Diskusi “Memutus Mata Rantai Kekerasan Seksual di Pesantren”

    Januari 28, 2026
  • Diskusi Buku “Pembangunan Untuk Siapa? Kisah Perempuan di Kampung Kami” Soroti Dampak Pembangunan Bagi Ruang Hidup Perempuan

    Desember 25, 2025
  • LPM Himmah UII Ungkap Ketimpangan Pendidikan Dasar di DIY melalui Pameran “Melihat Sekolahku”

    Desember 18, 2025
  • Diskusi Perempuan Adat Kritik Jerat Paksaan Industri Ekstraktif

    Desember 10, 2025
  • Muat Candaan Seksis, Buku Gadjah Mada Bercanda Karya Heri Santoso Tuai Kritik Mahasiswa

    Desember 5, 2025

Jurnal Balairung Vol. 2 No. 2 (2020)

Infografis

Moral Tanpa Tuhan

Sampah Kota Ditopang Swadaya Warga

Berebut Gunungkidul

Yu Par, Legenda Kantin bonbin

Menyambut Coming Out Age dengan Berubah Menjadi Panda

Hubungi Kami

Facebook Twitter Instagram Pinterest

Ads

Footer Logo
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • AWAK
  • KONTAK
  • KONTRIBUSI

©2022 BPPM BALAIRUNG UGM