Balairungpress
  • REDAKSI
    • KILAS
    • ALMAMATER
    • LAPORAN UTAMA
    • APRESIASI
    • WAWANCARA
  • NALAR
    • WAWASAN
    • KAJIAN
    • INSAN WAWASAN
  • REHAT
    • ARSIP
    • BUKU
    • FILM
    • OPINI
    • SASTRA
  • BINGKAI
    • ANALEKTA
    • INFOGRAFIS
    • KOMIK
    • PERISTIWA
    • SKETSA
  • PIPMI
    • Direktori
    • Suplemen
    • PUBLIKASI
  • ENEN
  • IDID
  • Menu Item
Newest post
Diskusi LSF Ungkap Kekerasan Aparat terhadap Perempuan dalam...
Apakah ada Hari Esok untuk Aku Meminum Obat
Gaboleh Pilih-Pilih Makanan
Aksi Solidaritas untuk Arianto Tawakal Dibalas Kekerasan Ormas...
Forum Kamisan Daring Perluas Jejaring Perlawanan Terhadap Pertambangan...
Pesantren Bumi Cendekia Bagikan Upaya Pencegahan Kekerasan Seksual...
Diskusi Buku “Pembangunan Untuk Siapa? Kisah Perempuan di...
LPM Himmah UII Ungkap Ketimpangan Pendidikan Dasar di...
Diskusi Perempuan Adat Kritik Jerat Paksaan Industri Ekstraktif
Muat Candaan Seksis, Buku Gadjah Mada Bercanda Karya...

Balairungpress

  • REDAKSI
    • KILAS
    • ALMAMATER
    • LAPORAN UTAMA
    • APRESIASI
    • WAWANCARA
  • NALAR
    • WAWASAN
    • KAJIAN
    • INSAN WAWASAN
  • REHAT
    • ARSIP
    • BUKU
    • FILM
    • OPINI
    • SASTRA
  • BINGKAI
    • ANALEKTA
    • INFOGRAFIS
    • KOMIK
    • PERISTIWA
    • SKETSA
  • PIPMI
    • Direktori
    • Suplemen
    • PUBLIKASI
  • ENEN
  • IDID
  • Menu Item
KABARKILAS

Menilik Kebijakan Penekanan Jumlah Penduduk

April 26, 2014
©Naufi.bal

©Naufi.bal

Beberapa orang tampak mulai berdatangan ke ruang seminar Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UGM pada Kamis pagi (24/4). Mereka menghadiri seminar  terkait kondisi kependudukan di Indonesia. Seminar bertajuk “Bonus Demografi dan Masa Depan Indonesia” ini diselenggarakan oleh Center for Policy and Management Studies (REFORMA) dan Australia National University (ANU). “Seminar ini diadakan agar masyarakat Indonesia menyadari permasalahan kependudukan yang terjadi,” jelas Tadjudin Effendi, moderator sekaligus inisiator seminar tersebut.

Prof. Dr. Peter McDonald, pengamat demografi Indonesia dari ANU, menyampaikan hasil penelitiannya. Setelah berhasil mengurangi angka kelahiran, jumlah usia produktif (15 – 65 tahun) akan lebih banyak  dibanding usia tidak produktif. Hal tersebut menjadikan Indonesia akan berada pada persimpangan demografi yang disebut “Bonus Demografi”. “Periode seperti ini hanya akan terjadi sekali,” ungkap Peter.

Di satu sisi, keadaan itu merupakan suatu peluang untuk Indonesia. Banyaknya  jumlah usia produktif akan meningkatkan jumlah angkatan kerja. Apabila diimbangi dengan penambahan ketersediaan lapangan kerja, hal tersebut memungkinkan produktivitas Indonesia ikut bertambah. Jika terus berlanjut,  maka perekonomian di Indonesia dapat mencapai puncaknya.

Namun, angka kelahiran yang terus ditekan akan mengurangi jumlah penduduk usia produktif di tahun-tahun mendatang. Sementara itu, penduduk usia produktif yang sekarang bekerja beberapa tahun mendatang akan memasuki usia tidak produktif. Akibatnya, jumlah penduduk usia produktif dikhawatirkan nantinya tidak cukup untuk menggantikan penduduk yang  produktif saat ini. “Keadaan tersebut dapat menurunkan kembali produktivitas di Indonesia,” jelas Peter.

Meledaknya jumlah penduduk di Indonesia memang perlu diperhatikan. Oleh karena itu penting adanya program yang membatasi keadaan ini. Contohnya adalah program keluarga berencana yang membatasi kelahiran 2 anak per keluarga. Namun, menurut Tadjudin, program yang menekan angka kelahiran masih perlu dipertimbangkan  keberadannya.  “Pemerintah perlu melakukan evaluasi ulang atas kebijakan yang ada, kalau tidak mau tenaga kerja di Indonesia ini  habis,” pungkasnya. [Mayang Pramudita Yusuf]

fisipolIndonesiakependudukanpendudukReformaseminarugm
0
Facebook Twitter Google + Pinterest

Artikel Lainnya

Diskusi LSF Ungkap Kekerasan Aparat terhadap Perempuan dalam...

Aksi Solidaritas untuk Arianto Tawakal Dibalas Kekerasan Ormas...

Forum Kamisan Daring Perluas Jejaring Perlawanan Terhadap Pertambangan...

Pesantren Bumi Cendekia Bagikan Upaya Pencegahan Kekerasan Seksual...

Diskusi Buku “Pembangunan Untuk Siapa? Kisah Perempuan di...

LPM Himmah UII Ungkap Ketimpangan Pendidikan Dasar di...

1 komentar

2014 Sadli Lecture Mei 16, 2014 - 08:02

[…] https://www.balairungpress.com/2014/04/menilik-kebijakan-penekanan-jumlah-penduduk/ […]

Reply

Berikan Komentar Batal Membalas

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Pos Terbaru

  • Diskusi LSF Ungkap Kekerasan Aparat terhadap Perempuan dalam Konflik Agraria PSN Banten

    Maret 7, 2026
  • Apakah ada Hari Esok untuk Aku Meminum Obat

    Maret 1, 2026
  • Gaboleh Pilih-Pilih Makanan

    Maret 1, 2026
  • Aksi Solidaritas untuk Arianto Tawakal Dibalas Kekerasan Ormas DIY

    Maret 1, 2026
  • Forum Kamisan Daring Perluas Jejaring Perlawanan Terhadap Pertambangan Energi Hijau Panas Bumi

    Februari 16, 2026

Jurnal Balairung Vol. 2 No. 2 (2020)

Infografis

Moral Tanpa Tuhan

Sampah Kota Ditopang Swadaya Warga

Berebut Gunungkidul

Yu Par, Legenda Kantin bonbin

Menyambut Coming Out Age dengan Berubah Menjadi Panda

Hubungi Kami

Facebook Twitter Instagram Pinterest

Ads

Footer Logo
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • AWAK
  • KONTAK
  • KONTRIBUSI

©2022 BPPM BALAIRUNG UGM