Balairungpress
  • REDAKSI
    • KILAS
    • ALMAMATER
    • LAPORAN UTAMA
    • APRESIASI
    • INSAN WAWASAN
  • NALAR
    • WAWASAN
    • KAJIAN
  • REHAT
    • ARSIP
    • BUKU
    • FILM
    • OPINI
    • SASTRA
  • BINGKAI
    • ANALEKTA
    • INFOGRAFIS
    • KOMIK
    • PERISTIWA
    • SKETSA
  • PIPMI
    • Direktori
    • Suplemen
    • PUBLIKASI
  • ENEN
  • IDID
Newest post
Diskusi Buku ā€œPembangunan Untuk Siapa? Kisah Perempuan di...
LPM Himmah UII Ungkap Ketimpangan Pendidikan Dasar di...
Diskusi Perempuan Adat Kritik Jerat Paksaan Industri Ekstraktif
Muat Candaan Seksis, Buku Gadjah Mada Bercanda Karya...
Tilik Relasi Kolonial di Papua dalam Diskusi Papua...
Diskusi Pendidikan dan Demokrasi, Ungkap Gagalnya Pendidikan dalam...
Kota Batik yang Tenggelam
Titah AW: Jurnalisme Bisa Jadi Kanal Pengetahuan Lokal
Membumikan Ilmu Bumi
Kuasa Kolonial Atas Pangan Lokal

Balairungpress

  • REDAKSI
    • KILAS
    • ALMAMATER
    • LAPORAN UTAMA
    • APRESIASI
    • INSAN WAWASAN
  • NALAR
    • WAWASAN
    • KAJIAN
  • REHAT
    • ARSIP
    • BUKU
    • FILM
    • OPINI
    • SASTRA
  • BINGKAI
    • ANALEKTA
    • INFOGRAFIS
    • KOMIK
    • PERISTIWA
    • SKETSA
  • PIPMI
    • Direktori
    • Suplemen
    • PUBLIKASI
  • ENEN
  • IDID
KABARKILAS

Atribut Parpol Nampang di Gelanggang

Oktober 26, 2013
ibnu

ibnu.bal

Pemandangan yang tak biasa terlihat di Gelanggang Mahasiswa pada Jumat (25/10) pagi. Berbagai atribut Partai Demokrasi Indonesia-Perjuangan (PDI-P) terpampang di depan Kafetaria Gelanggang. Selain memajang foto dan sejarah mantan Presiden Soekarno, stan partai tersebut juga memasang bendera partai, buku saku tentang sejarah, ideologi, bahkan formulir pendaftaran anggota baru partai.

Padahal, berdasarkan Keputusan Dirjen Pendidikan Tinggi No: 26/DIKTI/KEP/2002, organisasi ekstra kampus atau partai politik (parpol) dilarang menyelenggarakan aktivitas politik di kampus. Seperti dijelaskan Peraturan KPU No. 15 Tahun 2013, kampanye adalah kegiatan peserta pemilu untuk meyakinkan para pemilih dengan menawarkan visi, misi, dan program peserta pemilu. Pesan tersebut, berdasarkan peraturan yang sama, dapat berupa benda atau bentuk lain yang memuat visi, misi, program, dan/atau informasi lainnya yang dipasang untuk keperluan kampanye Pemilu.

Berbagai atribut parpol tersebut dipajang di Stand yang disediakan panitia dialog dan ekspo partai politik. Diskusi dan ekspo parpol ini merupakan bagian dari rangkaian acara (Bukan) Indonesia 100%. BEM KM UGM selaku penyelenggara acara sengaja mengundang mereka. Bardan Salam Ahmad, Ketua Panitia (Bukan) Indonesia 100% mengakui, panitia memang mengundang partai peserta pemilu 2014. ā€œKami memang mengadakan expo parpol. Tiap parpol boleh membuka stand di area gelanggang. Tetapi ternyata dari lima partai yang datang hanya satu yang sudah mempersiapkan stand-nya,ā€ ungkap Ahmad.

jojo

jojo.bal

Menurut Ahmad, acara ini berhubungan dengan Pemilihan Presiden 2014 mendatang. Tujuan acara ini untuk mendiskusikan kesiapan bangsa dalam suksesi sekaligus pemanasan sebelum pesta politik 2014. Akan tetapi, Ahmad berpendapat, pemasangan segala atribut partai tersebut bukan merupakan tindakan kampanye. Sebab, tidak ada pesan yang mengajak secara langsung untuk memilih partai tertentu. ā€œKami sudah memperingatkan sedari awal untuk tidak menggunakan kata-kata seperti ā€˜Pilih kami ya!’, ā€˜PartaiĀ  kami yang terbaik’ dan lain sebagainya,ā€ jelasnya.

Selain itu, panitia juga merasa acara ini tidak melanggar peraturan apapun. Ahmad mengungkapkan, pihak rektorat sudah memberi izin terhadap acara ini. ā€œKami tekankan bahwa acara ini sudah mendapatkan persetujuan dari Rektorat,ā€ tegasnya.

Meskipun demikian, acara ini tetap menuai tanggapan dari pegiat gelanggang. Nindi Mabruri Asnan selaku Ketua Forum Komunikasi Unit Kegiatan Mahasiswa UGM mengungkapkan, seharusnya berbagai atribut partai tak dipasang di wilayah kampus, apalagi Gelanggang Mahasiswa. Sebab, kampus selayaknya menjadi wilayah independen dari kepentingan partai politik manapun.

Asnan juga menyatakan, sebelumnya ia tak tahu akan kejadian ini. Menurutnya, pihak BEM KM tidak memberikan penjelasan apapun kepada penghuni gelanggang. ā€œEnggak ada pembicaraan apapun dengan UKM maupun Forkom,ā€ ungkapnya.

Asnan juga menyayangkan pemberian izin kepada partai politik untuk memajang atributnya di Gelanggang Mahasiswa. Sebab, Gelanggang Mahasiswa merupakan tempat mahasiswa mengembangkan minat dan bakat, bukan sebagai ruang kampanye parpol. ā€œGelanggang itu kan Sekre UKM, kegiatan kita mengarah pada pengembangan minat dan bakat, bukan untuk tujuan politis,ā€ pungkasnya. [Ganesh Cintika, Ibnu Hajjar A.]

balairunggelanggangmahasiswapartaiperspolitikugm
0
Facebook Twitter Google + Pinterest

Artikel Lainnya

Diskusi Buku ā€œPembangunan Untuk Siapa? Kisah Perempuan di...

LPM Himmah UII Ungkap Ketimpangan Pendidikan Dasar di...

Diskusi Perempuan Adat Kritik Jerat Paksaan Industri Ekstraktif

Muat Candaan Seksis, Buku Gadjah Mada Bercanda Karya...

Tilik Relasi Kolonial di Papua dalam Diskusi Papua...

Diskusi Pendidikan dan Demokrasi, Ungkap Gagalnya Pendidikan dalam...

1 komentar

Keluguan dan Idealisme, Hearing BEM-Gelanggang | ayatayatadit Desember 7, 2013 - 20:36

[…] satu pers mahasiswa UGM pun memberitakannya. Sebagaimana dijelaskan artikel tersebut maka jelas acara Expo yang ada adalah tindakan kampanye, […]

Reply

Berikan Komentar Batal Membalas

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Pos Terbaru

  • Diskusi Buku ā€œPembangunan Untuk Siapa? Kisah Perempuan di Kampung Kamiā€ Soroti Dampak Pembangunan Bagi Ruang Hidup Perempuan

    Desember 25, 2025
  • LPM Himmah UII Ungkap Ketimpangan Pendidikan Dasar di DIY melalui Pameran ā€œMelihat Sekolahkuā€

    Desember 18, 2025
  • Diskusi Perempuan Adat Kritik Jerat Paksaan Industri Ekstraktif

    Desember 10, 2025
  • Muat Candaan Seksis, Buku Gadjah Mada Bercanda Karya Heri Santoso Tuai Kritik Mahasiswa

    Desember 5, 2025
  • Tilik Relasi Kolonial di Papua dalam Diskusi Papua Bukan Tanah Kosong

    November 24, 2025

Jurnal Balairung Vol. 2 No. 2 (2020)

Infografis

Moral Tanpa Tuhan

Sampah Kota Ditopang Swadaya Warga

Berebut Gunungkidul

Yu Par, Legenda Kantin bonbin

Menyambut Coming Out Age dengan Berubah Menjadi Panda

Hubungi Kami

Facebook Twitter Instagram Pinterest

Ads

Footer Logo
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • AWAK
  • KONTAK
  • KONTRIBUSI

©2022 BPPM BALAIRUNG UGM