Balairungpress
  • REDAKSI
    • KILAS
    • ALMAMATER
    • LAPORAN UTAMA
    • APRESIASI
    • WAWANCARA
  • NALAR
    • WAWASAN
    • KAJIAN
    • INSAN WAWASAN
  • REHAT
    • ARSIP
    • BUKU
    • FILM
    • OPINI
    • SASTRA
  • BINGKAI
    • ANALEKTA
    • INFOGRAFIS
    • KOMIK
    • PERISTIWA
    • SKETSA
  • PIPMI
    • Direktori
    • Suplemen
    • PUBLIKASI
  • ENEN
  • IDID
Latest post
Aksi Solidaritas Suara Ibu Indonesia Soroti Kekerasan Negara...
Solidaritas Serikat Buruh Taru Martani Berujung Kemenangan dalam...
IWD Jogja 2026 Soroti Penindasan Perempuan Kelas Pekerja...
Napas Panjang Relokasi Imbas Ambisi Proyek Sumbu Filosofi
Diskusi LSF Ungkap Kekerasan Aparat terhadap Perempuan dalam...
Apakah ada Hari Esok untuk Aku Meminum Obat
Gaboleh Pilih-Pilih Makanan
Aksi Solidaritas untuk Arianto Tawakal Dibalas Kekerasan Ormas...
Forum Kamisan Daring Perluas Jejaring Perlawanan Terhadap Pertambangan...
Pesantren Bumi Cendekia Bagikan Upaya Pencegahan Kekerasan Seksual...

Balairungpress

  • REDAKSI
    • KILAS
    • ALMAMATER
    • LAPORAN UTAMA
    • APRESIASI
    • WAWANCARA
  • NALAR
    • WAWASAN
    • KAJIAN
    • INSAN WAWASAN
  • REHAT
    • ARSIP
    • BUKU
    • FILM
    • OPINI
    • SASTRA
  • BINGKAI
    • ANALEKTA
    • INFOGRAFIS
    • KOMIK
    • PERISTIWA
    • SKETSA
  • PIPMI
    • Direktori
    • Suplemen
    • PUBLIKASI
  • ENEN
  • IDID
KABARKILAS

Mencari Kejelasan Dana KIK

Mei 9, 2013
©Inda Lestari

©Inda Lestari

Selasa (7/5) sore, beberapa mahasiswa berkumpul di lapangan hijau gelanggang mahaisiswa. Mereka menghadiri Hearing yang diselenggarakan Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa (BEM KM) UGM. Diskusi bertema “Uang KIK Punya Siapa” tersebut adalah tanggapan atas ketidakjelasan pengelolaan dana insentif KIK. Selain mahasiswa, diskusi ini menghadirkan Budi Masturi, SH, selaku Ketua Ombudsman Republik Indonesia (ORI) wilayah Jateng DIY bagian selatan. Cipuk Wulan Adhasari Mentri Advokasi UGM juga hadir sebagai narasumber.

Mengawali diskusi Cipuk memaparkan pelanggaran yang dilakukan UGM terkait insentif KIK. Pasalnya kebijakan tersebut diberlakukan setelah Mahkamah Konstitusi Membatalkan UU Badan Hukum Pendidikan (BHP). Tujuan MK perubahan status tersebut agar universitas tidak menjadi lembaga yang otoriter. Oleh sebab itu UGM dirubah statusnya menjadi Badan Layanan Umum (BLU). “Pemberlakuan KIK tentu menyalahi tujuan MK mengubah status UGM menjadi BLU karena justru membatasi akses masyarakat,” terang Cipuk.

Mahasiswi Fakultas Hukum tersebut juga memaparkan aksi protes mahasiswa yang dilakukan semenjak pemberlakuan KIK. Namun, upaya tersebut tidak mendapat tanggapan positif oleh pihak rektorat. Mahasiswa pun menggandeng Lembaga Bantuan Hukum. Aksi tersebut membuahkan hasil. pada 25 oktober 2012 ORI mengeluarkan empat rekomendasi terkait penerapan kebijakan KIK.

Meskipun demikian, UGM hanya melaksanakan tiga point rekomendasi ORI. Satu point terakhir yang tidak dilaksanakan UGM yaitu, pengembalian uang insentif KIK sejumlah 1,8 milyar ke rekening Kas Negara. Pihak UGM merasa berhak mengelola uang insentif KIK yang merupakan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). Pasalnya, UGM merupakan Lembaga Pendidikan yang berhak mengelola uang insentif yang termasuk PNBP tersebut. Padahal Cipuk berpendapat bahwa pengelolaan uang insentif KIK tersebut haruslah melalui prosedur perizinan kepada kementrian keuangan. “Penggunaan uang insentif KIK merupakan hal ilegal karena UGM belum mendapatkan izin pengelolaan keuangan dari kementrian keuangan,” ujarnya.

Senada dengan Cipuk, Budi Masturi juga menerangkan bahwa pengelolaan PNBP memang boleh dilakukan oleh instasi tertentu.  Instasi yang boleh mengelola sendiri PNBP adalah seperti Rumah Sakit dan Badan Pendidikan atas izin kementrian keuangan. Akan tetapi, agar bisa mengelola keuangan sendiri, harus mengajukan izin ke kementrian keuangan. Dalam UU no 20 pasal 4 jumlah maksimal PNBP yang dapat dikelola sendiri sebesar 90%. Instasi juga wajib memberikan laporan akuntabilitas kepada negara. menurut Budi Masturi, disinilah letak kelalaian UGM, “UGM menyalahi aturan pengelolaan PNBP karena belum mendapat izin dari Kementrian Keuangan,” tegasnya.

Sebenarnya, menurut Budi, ORI telah kembali mengadakan diskusi dengan pihak UGM. Namun diskusi yang dilaksanakan tidak mencapai kesepakatan karena ORI dan UGM memiliki pendapat berbeda. ORI berpendapat bahwa tanpa izin dari mentri keuangan pengelolaan insentif KIK merupakan hal ilegal. Sedangkan, UGM berpedapat  bahwa uang insentif KIK berhak dikelola sendiri karena merupakan PNBP. Menindaklanjuti permasalahan ini, ORI akan mengadakan diskusi di pusat yaitu Jakarta. ”Hal tersebut akan menjadi pertimbangan dalam diskusi ORI di Jakarta mengenai langkah selanjutnya yang akan diambil untuk UGM,” tegas Budi Masturi. [Inda Lestari]

bem kmBPPM Balairungdiskusikikkomersialisasi kampusmahasiswaugm
0
Facebook Twitter Google + Pinterest

Artikel Lainnya

Aksi Solidaritas Suara Ibu Indonesia Soroti Kekerasan Negara...

Solidaritas Serikat Buruh Taru Martani Berujung Kemenangan dalam...

IWD Jogja 2026 Soroti Penindasan Perempuan Kelas Pekerja...

Diskusi LSF Ungkap Kekerasan Aparat terhadap Perempuan dalam...

Aksi Solidaritas untuk Arianto Tawakal Dibalas Kekerasan Ormas...

Forum Kamisan Daring Perluas Jejaring Perlawanan Terhadap Pertambangan...

Berikan Komentar Batal Membalas

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Pos Terbaru

  • Aksi Solidaritas Suara Ibu Indonesia Soroti Kekerasan Negara dalam Penyiraman Air Keras terhadap Andrie Yunus

    Maret 17, 2026
  • Solidaritas Serikat Buruh Taru Martani Berujung Kemenangan dalam Aksi Mogok Kerja

    Maret 13, 2026
  • IWD Jogja 2026 Soroti Penindasan Perempuan Kelas Pekerja dan Kelompok Rentan

    Maret 11, 2026
  • Napas Panjang Relokasi Imbas Ambisi Proyek Sumbu Filosofi

    Maret 11, 2026
  • Diskusi LSF Ungkap Kekerasan Aparat terhadap Perempuan dalam Konflik Agraria PSN Banten

    Maret 7, 2026

Jurnal Balairung Vol. 2 No. 2 (2020)

Infografis

Moral Tanpa Tuhan

Sampah Kota Ditopang Swadaya Warga

Berebut Gunungkidul

Yu Par, Legenda Kantin bonbin

Menyambut Coming Out Age dengan Berubah Menjadi Panda

Hubungi Kami

Facebook Twitter Instagram Pinterest

Ads

Footer Logo
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • AWAK
  • KONTAK
  • KONTRIBUSI

©2022 BPPM BALAIRUNG UGM