Balairungpress
  • REDAKSI
    • KILAS
    • ALMAMATER
    • LAPORAN UTAMA
    • APRESIASI
    • WAWANCARA
  • NALAR
    • WAWASAN
    • KAJIAN
    • INSAN WAWASAN
  • REHAT
    • ARSIP
    • BUKU
    • FILM
    • OPINI
    • SASTRA
  • BINGKAI
    • ANALEKTA
    • INFOGRAFIS
    • KOMIK
    • PERISTIWA
    • SKETSA
  • PIPMI
    • Direktori
    • Suplemen
    • PUBLIKASI
  • ENEN
  • IDID
  • Menu Item
Latest post
Katrin Bandel: Konstruksi Gender dan Perempuan dalam Wacana...
Kiamat Kecil di Timbulsloko
Berat Sebelah Kuasa Poligami
Difabel
APATIS Soroti Lonjakan Biaya Pendidikan, Serukan Mahasiswa Terus...
Perempuan Tagih Janji Puan Sahkan RUU PPRT
Rajam Norma Hetero Melintang Zaman
balpress
balpress
Pesan Teror dan Intimidasi Menghiasi Aksi #KawalPutusanMK di...

Balairungpress

  • REDAKSI
    • KILAS
    • ALMAMATER
    • LAPORAN UTAMA
    • APRESIASI
    • WAWANCARA
  • NALAR
    • WAWASAN
    • KAJIAN
    • INSAN WAWASAN
  • REHAT
    • ARSIP
    • BUKU
    • FILM
    • OPINI
    • SASTRA
  • BINGKAI
    • ANALEKTA
    • INFOGRAFIS
    • KOMIK
    • PERISTIWA
    • SKETSA
  • PIPMI
    • Direktori
    • Suplemen
    • PUBLIKASI
  • ENEN
  • IDID
  • Menu Item
KABARKILAS

Aksi Kecam Pemikiran Irshad Manji

Mei 10, 2012
tommy.s.w. bal

tommy.s.w. bal

 

Aksi menolak kedatangan Irshad Manji di Jakarta dan Solo juga terjadi di Yogyakarta. Rabu (9/5) pagi massa yang tergabung dalam Aliansi Gerakan Jogja Peduli Moral Bangsa (AGJPMB), yang terdiri dari Forum Silaturahmi Lembaga Dakwah Kampus, Jama’ah Shalahuddin, SKI se-UGM, KAMMI, #IndonesiatanpaJIL, PII, dan Jarmusda. Massa menyampaikan orasinya di depan Gedung Sekolah Pasca SarjanaĀ  UGM. ā€œTolak Pemikiran Feminis Liberalā€ terpampang dalam papan-papan tuntutan mereka. Atas nama jihad, mereka menolak pemikiran feminis liberal ala Irshad Manji. Secara bergantian perwakilan dari masing-masing elemen memimpin orasi.

Massa mulai melakukan orasi pukul 08.30, bertepatan dengan diskusi yang akan diadakan oleh Center for Religious and Cross Cultural Studies (CRCS) yang mengundang tokoh feminis tersebut. Rencananya diskusi ini akan membedah buku Irshad Manji yang baru berjudul ā€œAllah, Liberty and Loveā€.

Pemikiran Irshad Manji dianggap menyesatkan, bukan saja bagi umat Islam namun juga bagi masyarakat Indonesia. DalamĀ press releaseĀ yang dikeluarkan oleh AGJPMB, pemikiran Irshad Manji dianggap menghina agama, Al-Quran, dan nabi. Selain itu, pemikiran Irshad tidak sesuai dengan hukum dan budaya bangsa serta perilakunya yang homoseksual dikhawatirkan akan membawa dampak negatif. Ā Itulah alasan mengapa aliansi ini menolak kedatangan dan pemikirannya.

Sementara massa berorasi, Irshad Manji yang telah tiba di Gedung Pascasarjana menuju ke lantai tiga untuk memulai diskusi. Tapi yang terjadi adalah konferensi pers singkat yang menyatakan, diskusi dibatalkan. Menurut CSCR, pihak rektorat membatalkan karena alasan keamanan. Setelahnya, Irshad Manji keluar melewati kerumunan massa dengan mengendarai mobil hijau tanpa pengamanan. ā€œPara demonstran terlihat tidak menyadari kepergian Irshadā€, ujar Haryadi selaku Petugas SKKK. Lima perwakilan dari demonstran ditugaskan untuk memantau dan memberi informasi apakah diskusi jadi dilaksanakan atau tidak. ā€œMereka juga bertugas melobi pihak-pihak terkait dalam upaya membatalkan diskusi tersebut,ā€ ujar Harmoko Anggriawan selaku koordinator lapangan.

Setelah dibatalkannya diskusi pagi itu, satu per satu demonstran meninggalkan tempat demonstrasi. Salah satu demonstran kecewa karena telah terjadi jual beli buku Irshad di depan ruang diskusi. Dengan pengawalan tak kurang dari lima puluh personel aparat keamanan, aksi yang berlangsung sampai pukul 10.00 ini berlangsung tertib.

Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) juga menggelar aksi serupa di Bunderan UGM. Setidaknya 150 orang turut berpartisipasi dalam aksi pagi itu. Seperti halnya aksi di Gedung Pascasarjana, massa HTI juga menolak pemikiran Irshad Manji. Mereka juga mengkhawatirkan dampak dari kedatangan dan pemikiran Irshad Manji.

Salah satu peserta diskusi menyatakan kekecewaannya karena batalnya diskusi tersebut. ā€œIrshad Manji datang kesini hanya untuk diskusi bukan mengindoktrinasi, Ā kalau memang ingin melawan pemikiran hendaknya dilawan juga dengan pemikiranā€, ujar Anggun Intan mahasiswa PSdK’11. Seperti dilansir dalam website crcs.ugm.ac.id, Ā tidak seharusnya universitas menutup pintu diskusi karena dikhawatirkan justru akan meningkatkan ancaman kekerasan.[Danny Izza, Linggar Arum, Marissa Kuncaraning Probo]

0
Facebook Twitter Google + Pinterest

Artikel Lainnya

SEJAGAD, Serikat Pekerja Kampus Pertama di Indonesia, ResmiĀ Didirikan

IWD Jogja 2026 Soroti Penindasan Perempuan Kelas Pekerja...

Diskusi LSF Ungkap Kekerasan Aparat terhadap Perempuan dalam...

Aksi Solidaritas untuk Arianto Tawakal Dibalas Kekerasan Ormas...

Forum Kamisan Daring Perluas Jejaring Perlawanan Terhadap Pertambangan...

Pesantren Bumi Cendekia Bagikan Upaya Pencegahan Kekerasan Seksual...

Berikan Komentar Batal Membalas

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Pos Terbaru

  • Katrin Bandel: Konstruksi Gender dan Perempuan dalam Wacana Pascakolonial

    Maret 12, 2026
  • Kiamat Kecil di Timbulsloko

    Maret 12, 2026
  • Berat Sebelah Kuasa Poligami

    Maret 12, 2026
  • Difabel

    Maret 12, 2026
  • APATIS Soroti Lonjakan Biaya Pendidikan, Serukan Mahasiswa Terus ā€œBerisikā€

    Maret 12, 2026

Jurnal Balairung Vol. 2 No. 2 (2020)

Infografis

Sepah Pemerintah Ditadah Bank Sampah

Sampah Kota Ditopang Swadaya Warga

Moral Tanpa Tuhan

Sampah Kota Ditopang Swadaya Warga

Berebut Gunungkidul

Hubungi Kami

Facebook Twitter Instagram Pinterest

Ads

Footer Logo
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • AWAK
  • KONTAK
  • KONTRIBUSI

©2022 BPPM BALAIRUNG UGM