Balairungpress
  • REDAKSI
    • KILAS
    • ALMAMATER
    • LAPORAN UTAMA
    • APRESIASI
    • INSAN WAWASAN
  • NALAR
    • WAWASAN
    • KAJIAN
  • REHAT
    • ARSIP
    • BUKU
    • FILM
    • OPINI
    • SASTRA
  • BINGKAI
    • ANALEKTA
    • INFOGRAFIS
    • KOMIK
    • PERISTIWA
    • SKETSA
  • PIPMI
    • Direktori
    • Suplemen
    • PUBLIKASI
  • ENEN
  • IDID
Newest post
Forum Kamisan Daring Perluas Jejaring Perlawanan Terhadap Pertambangan...
Pesantren Bumi Cendekia Bagikan Upaya Pencegahan Kekerasan Seksual...
Diskusi Buku “Pembangunan Untuk Siapa? Kisah Perempuan di...
LPM Himmah UII Ungkap Ketimpangan Pendidikan Dasar di...
Diskusi Perempuan Adat Kritik Jerat Paksaan Industri Ekstraktif
Muat Candaan Seksis, Buku Gadjah Mada Bercanda Karya...
Tilik Relasi Kolonial di Papua dalam Diskusi Papua...
Diskusi Pendidikan dan Demokrasi, Ungkap Gagalnya Pendidikan dalam...
Kota Batik yang Tenggelam
Titah AW: Jurnalisme Bisa Jadi Kanal Pengetahuan Lokal

Balairungpress

  • REDAKSI
    • KILAS
    • ALMAMATER
    • LAPORAN UTAMA
    • APRESIASI
    • INSAN WAWASAN
  • NALAR
    • WAWASAN
    • KAJIAN
  • REHAT
    • ARSIP
    • BUKU
    • FILM
    • OPINI
    • SASTRA
  • BINGKAI
    • ANALEKTA
    • INFOGRAFIS
    • KOMIK
    • PERISTIWA
    • SKETSA
  • PIPMI
    • Direktori
    • Suplemen
    • PUBLIKASI
  • ENEN
  • IDID
DIALEKTIKAKABAR

Mendesak Hak Difabel di Kampus

Desember 10, 2011

Pada tanggal 10 November kemarin, Pemerintah Indonesia telah mengesahkanConvention on the Rights of Person with Disabilities (CRPD) menjadi undang-undang tingkat negara. CRPD merupakan pemenuhan dan perlindungan hak-hak difabel yang telah disepakati secara internasional oleh negara-negara anggota Perserikatan Bangsa-bangsa. Konsekuensinya, setiap elemen negara harus mematuhi undang-undang tersebut, tidak terkecuali Perguruan tinggi. Hal ini yang menjadi latar belakang diselenggarakannya Workshop Sosialisasi Konvensi Hak Difabel di UIN Sunan Kalijaga Kamis kemarin (8/12).

                         Workshop diprakarsai oleh Pusat Studi Layanan Difabel UIN yang berkerjasama dengan dua Yayasan yang bergerak di bidang advokasi hak difabel, yakni Konsorsium Nasional dan Handicap International. Dalam acara tersebut hadir beberapa perwakilan Perguruan tinggi di Yogyakarta, di antaranya: UGM, UII, UKDW, UAD, USD, Atmajaya dan STMIK Amikom. Acara diawali dengan presentasi dari perwakilan perguruan tinggi dalam menyediakan kampus yang ramah bagi difabel.

Setelah itu, dilanjutkan sesi diskusi yang dimoderatori oleh Winata Hadiwiyono dari Handicap International. Ia menekankan pentingnya pemenuhan hak-hak difabel di perguruan tinggi. Ia memaparkan, berdasarkan data dari sebuah Yayasan Pendidikan Internasional di Jakarta, jumlah difabel yang dapat mengakses perguruan tinggi besarnya kurang dari 1%. “Tidak terpenuhinya hak pendidikan merupakan faktor tidak terpenuhinya hak pekerjaan,” jelasnya.

Beberapa perwakilan perguruan tinggi mengakui bahwa kampus mereka belum sepenuhnya mengakomodasi kebutuhan difabel. Ketika perguruan tinggi telah terbuka menerima mahasiswa difabel, mereka belum sepenuhnya memberikan layanan. Alih-alih kampus yang menyesuaikan kebutuhan difabel, para difabel masih dipaksa untuk menyesuaikan lingkungan kampus. “Nilai kami masih jeblok soal aksesibilitas difabel,” sesal Wiryono Priyotamtama Rektor USD.

Menindaklanjuti workshop ini, perwakilan perguruan tinggi yang hadir sepakat membentuk Forum Komunikasi antar perguruan tinggi di Yogyakarta. Agenda yang diusung dalam forum tersebut membahas deklarasi komitmen pemenuhan hak difabel serta advokasi ke Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi. “Kita sepakati beberapa agenda tersebut dalam rangka menyiapkan perguruan tinggi yang inklusif di Yogyakarta,” tutup Winata menyimpulkan hasil pertemuan.[Shandy Wilo]

difabel ugmkampusmahasiswaugm
0
Facebook Twitter Google + Pinterest

Artikel Lainnya

Peringatan Hari Perempuan Sedunia 2022 Tuntut Bebaskan Perempuan...

Tuntut Audiensi dan Pencabutan IPL, Aksi untuk Wadas...

Penyintas Kekerasan Tuntut Keadilan Lewat Karya Tulis

Di Balik Kampanye Antitembakau, Industri Farmasi Monopoli Nikotin

Pelarangan Senjata Nuklir Kian Mendesak di Tengah Konflik...

Survei LSI: Masyarakat dan Partai Politik Kompak Menolak...

Berikan Komentar Batal Membalas

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Pos Terbaru

  • Forum Kamisan Daring Perluas Jejaring Perlawanan Terhadap Pertambangan Energi Hijau Panas Bumi

    Februari 16, 2026
  • Pesantren Bumi Cendekia Bagikan Upaya Pencegahan Kekerasan Seksual di Pesantren Lewat Diskusi “Memutus Mata Rantai Kekerasan Seksual di Pesantren”

    Januari 28, 2026
  • Diskusi Buku “Pembangunan Untuk Siapa? Kisah Perempuan di Kampung Kami” Soroti Dampak Pembangunan Bagi Ruang Hidup Perempuan

    Desember 25, 2025
  • LPM Himmah UII Ungkap Ketimpangan Pendidikan Dasar di DIY melalui Pameran “Melihat Sekolahku”

    Desember 18, 2025
  • Diskusi Perempuan Adat Kritik Jerat Paksaan Industri Ekstraktif

    Desember 10, 2025

Jurnal Balairung Vol. 2 No. 2 (2020)

Infografis

Moral Tanpa Tuhan

Sampah Kota Ditopang Swadaya Warga

Berebut Gunungkidul

Yu Par, Legenda Kantin bonbin

Menyambut Coming Out Age dengan Berubah Menjadi Panda

Hubungi Kami

Facebook Twitter Instagram Pinterest

Ads

Footer Logo
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • AWAK
  • KONTAK
  • KONTRIBUSI

©2022 BPPM BALAIRUNG UGM